Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Sikat Gigi Bambu, Alternatif Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Sikat Gigi Bambu, Alternatif Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik, Pepsodent meluncurkan sikat gigi bambu sebagai salah satu alternatif gaya hidup ramah lingkungan.

Klikdokter.com, Jakarta Dengan makin meluasnya kampanye gaya hidup ramah lingkungan, kesadaran masyarakat pun meningkat. Berbagai produsen turut meramaikan dengan mengeluarkan produk berkonsep ramah lingkungan. Salah satunya adalah Pepsodent, yang menawarkan alternatif gaya hidup ramah lingkungan dengan meluncurkan sikat gigi bambu.

Pada hari Rabu (13/11), Pepsodent yang berada di bawah naungan PT Unilever Tbk., meluncurkan Pepsodent Natural Bamboo, sikat gigi pertama dari Pepsodent yang bagian gagangnya terbuat dari 100 persen bambu dan dapat didaur ulang.

Sikat gigi ini dilengkapi bulu sikat tipis 0,01 mm untuk membersihkan gigi lebih maksimal, dengan ujung bulu sikat bulat agar tetap nyaman di mulut.

Head of Marketing Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk., Fiona Anjani Foebe, mengungkap bahwa inovasi sikat gigi bambu tersebut sejalan dengan gerakan terbaru produsen yang bertajuk #SenyumkanBumi.

“Kita melihat sekarang makin banyak orang yang peduli dengan lingkungan. Produsen pun ingin membantu dengan memberikan pilihan yang lebih ramah lingkungan. Jadi kita kasih alternatif, yaitu sikat gigi 100 persen bergagang bambu. Ini adalah pilihan untuk gaya hidup ramah lingkungan,” kata Fiona memberikan keterangan saat acara peluncuran di bilangan SCBD, Jakarta Selatan.

Nadine Chandrawinata selaku aktris dan penggiat lingkungan hidup menyambut baik sikat gigi bergagang bambu tersebut.

“Kemarin-kemarin aku masih pakai sikat gigi plastik dan mikir berapa banyak sumbangan sampah plastik ke TPA dan tidak tahu solusinya. Tapi sekarang dengan sikat gigi ini, aku nggak lagi merasa bersalah dan bisa bantu senyumkan Bumi,” kata Nadine yang juga turut hadir dalam acara tersebut.

Beralih ke sikat gigi bambu, lantas bagaimana dengan sikat yang lama?

Fiona juga turut menambahkan bahwa peluncuran sikat gigi bergagang bamboo Pepsodent sejalan dengan misi Unilever secara global untuk lebih bijak dalam penggunaan plastik.

Agar dampaknya dirasakan lebih luas, Pepsodent menggandeng National Geographic Indonesia mengajak masyarakat untuk mengumpulkan dan mendaur ulang sikat gigi plastik bekas. Hasilnya, nantinya sikat gigi plastik bekas tersebut akan dijadikan meja lipat dan disalurkan ke anak-anak yang membutuhkan.

"Mengumpulkan sampah plastik pada tempatnya untuk kemudian didaur ulang adalah langkah kecil yang bisa dan perlu dilakukan oleh seluruh lapisan masyakarat. Dengan drop box yang akan disediakan Pepsodent, kami akan mengumpulkan sikat gigi plastik tersebut dan berikan kepada komunitas Kertabumi untuk didaur ulang menjadi meja lipat," kata Didi Kaspi Kasim selaku Editor in Chief National Geographic Indonesia.

Untuk lokasi drop box sikat gigi plastik bekas, Pepsodent juga bekerja sama dengan Watsons Indonesia. Drop box tersebut akan tersedia mulai 1 Desember mendatang.

Cara menyikat gigi yang benar

Anda boleh senang karena bisa berkontribusi senyumkan Bumi lewat aktivitas menyikat gigi dengan sikat gigi bambu. Namun, jangan sampai lupa cara melakukan sikat gigi yang benar, ya!

Sekadar mengingatkan, menurut sebuah penelitian dalam “International Journal of Dental Hygiene” menyatakan bahwa kombinasi teknik “bass and roll” adalah yang paling sesuai. Sebab, teknik tersebut diketahui efektif membersihkan plak gigi secara keseluruhan.

Berikut ini adalah panduan untuk melakukannya:

  • Bulu sikat gigi diarahkan pada pangkal gigi (perbatasan antara gusi dan gigi), dengan sudut 45⁰ terhadap sumbu gigi.
  • Tempatkan kepala sikat gigi agar tetap berkontak dengan gigi. Beri tekanan lembut untuk menempatkan ujung bulu sikat pada batas antara gusi dan gigi. Kemudian, getarkan dan gosok dengan 5 gerakan tanpa memindahkan ujung bulu sikat dari garis gusi.
  • Selanjutnya, arahkan bulu sikat gigi 45⁰ menghadap perbatasan gusi dan gigi. Lalu, gerakkan ke arah permukaan kunyah gigi sebanyak 5 kali.

Lakukan langkah di atas mulai dari sisi dalam gigi bawah, kemudian lanjut ke sisi kanan atas. Sesudahnya, sikat seluruh permukaan kunyah gigi dan lanjutkan ke gigi bawah sisi luar yang menghadap pipi. Lakukan langkah yang sama untuk seluruh gigi atas.

Anjuran menyikat gigi adalah minimal dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, dengan durasi 2 menit. Agar gigi benar-benar bersih dan sehat, pastikan untuk menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.

Sikat gigi bambu bisa menjadi salah satu pilihan untuk gaya hidup ramah lingkungan. Selain itu, Anda juga bisa mengurangi penggunaan plastik dengan selalu membawa tas belanja sendiri, pilih produk reusable, dan sebagainya. Percayalah, sekecil apa pun langkah Anda untuk menyelamatkan Bumi bisa menginspirasi orang-orang di sekitar, sehingga dampaknya pun akan perlahan meluas.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar