Sukses

Waspada Terkena Hipoglikemia Akibat Diabetes

Bukan hanya kadar gula tinggi, kadar gula rendah alias hipoglikemia akibat diabetes juga bisa berbahaya apabila tidak segera diobati.

Klikdokter.com, Jakarta Penderita diabetes kerap kali diingatkan untuk menghindari kondisi kadar gula darah yang tinggi. Sebab mereka terkadang lupa terkait potensi bahaya yang dibawa oleh kadar gula darah yang terlalu rendah atau disebut juga hipoglikemia.

Hal ini menjadi salah satu diskusi dalam acara “Gerakan Lawan Diabetes Bersama Dia Menggema di Seluruh Indonesia” yang digelar Diabetasol dalam rangka Hari Diabetes Sedunia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/11).

Hipoglikemia, komplikasi kesehatan yang menakutkan 

Hadir sebagai narasumber, Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MS, MSc, SpGK (K) menjelaskan bahwa hipoglikemia merupakan salah satu komplikasi kesehatan yang bisa terjadi pada penderita diabetes.

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar glukosa (gula darah) berada di bawah normal. Umumnya, penurunan kadar gula darah kurang dari 60 mg/dl dianggap hipoglikemia. Ini adalah kondisi komplikasi akut pada pasien diabetes dan umumnya berkaitan dengan pengobatan menggunakan sulfonilurea (glibenclamide, glicazide, glimepiride, glipizide, tolbutamide) atau insulin.

“Saat seseorang mengalami diabetes, kadar gula darah yang ada dalam tubuh itu bisa sangat mudah naik dan turun pada saat yang berdekatan. Naik turunnya kadar gula darah ini bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, bahkan saat Anda sedang tidur,” tutur dr. Fiastuti.

Dia menambahkan, “Jika hipoglikemia terjadi pada Anda, terutama pada penderita diabetes, maka akan timbul gejala-gejala yang bisa menyebabkan kematian secara mendadak.”

“Gejala syok diabetes sering kali menjadi lebih buruk dan bahkan bisa berakibat fatal jika tidak diobati karena kadar gula darah yang tetap rendah terlalu lama dapat menyebabkan kejang atau koma diabetes,” kata dr. Fiastuti lagi. 

Gejala awal hipoglikemia

Adapun beberapa tanda awal kadar gula Anda menurun adalah kepala terasa sakit, gugup, gelisah, pusing, dan tiba-tiba badan jadi berkeringat. Selain itu, Anda juga akan mudah marah, jalan sempoyongan, badan lemas, sering merasa lapar, dan terlihat murung. 

Jika gejala-gejala di atas belum juga ditangani, maka akan ada gejala lanjutan yang lebih berbahaya. Yakni, tubuh gemetar, keringat dingin, jantung berdebar dengan cepat, penglihatan rabun, gerakan jadi kaku, dan tubuh lemas sampai sulit untuk berjalan. Dalam tahap lanjut, Anda dapat kehilangan kesadaran sementara dan bahkan kematian.

Saat mengalami hipoglikemia, dr. Fiastuti menyarankan Anda untuk mendapatkan perawatan sesegera mungkin. Itu karena hipoglikemia memengaruhi pergerakan dan kemampuan seseorang untuk berpikir jernih, yang dapat menyebabkan kecelakaan serius, terutama jika itu terjadi ketika seseorang sedang mengemudi atau bekerja.

“Karena itu, saya selalu imbau bagi seluruh penderita diabetes untuk menyediakan permen atau sebatang cokelat setiap hari di dalam tas saat bepergian. Jadi, saat gejala-gejala hipoglikemia terjadi, salah satu cara yang cepat dan bisa menolong Anda adalah dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula. Misalnya, cokelat, permen, susu dan teh manis,” kata dr. Fiastuti.

Selain menyediakan camilan manis di dalam tas, Anda juga diharapkan untuk makan malam di atas pukul 21.00 dan maksimal pukul 22.00 malam.

“Kalau orang normal dilarang untuk makan malam, penderita diabetes harus makan malam dengan jumlah porsi yang tidak terlalu banyak, tapi mengenyangkan. Ini karena hipoglikemia bisa terjadi kapan saja, termasuk ketika Anda sedang tertidur,” dr. Fiastuti menjelaskan.

Di sisi lain, pukul 02.00 pagi merupakan waktu-waktu kritis bagi penderita diabetes mengalami hipoglikemia. Nah, menurut dia, Anda bisa mencegahnya dengan memasukkan asupan gula sehat, seperti roti gandum dengan selai kacang, segelas susu, atau buah potong.

Bagi penderita diabetes, hipoglikemia adalah ancaman yang sama berbahayanya dengan kadar gula darah tinggi. Untuk itu, selalu pantau gula darah Anda secara berkala. Anda juga dapat menyisipkan camilan manis, seperti permen atau cokelat, di saku Anda untuk mengantisipasi situasi darurat.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar