Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Puasa Dopamin, Membatasi Kesenangan Agar Tidak Kecanduan

Puasa Dopamin, Membatasi Kesenangan Agar Tidak Kecanduan

Sekarang sedang viral soal puasa dopamin. Sebenarnya, puasa jenis apa itu? Cari tahu lewat penjelasan berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Puasa dopamin sedang marak diperbincangkan di Amerika Serikat. Puasa jenis ini pertama kali diperkenalkan oleh para pekerja teknologi di Silicon Valley, markas Facebook. Sebenarnya apa itu puasa dopamin?

Adalah Dr. Cameron Sepah, psikolog asal San Fransisco yang memperkenalkan puasa dopamin pada dunia. Dopamin adalah neurotransmitter yang bertanggung jawab atas ‘penghargaan’ dan motivasi dalam otak manusia.

"Dopamin adalah salah satu zat kimia yang ada di otak. Zat ini berperan memengaruhi emosi, rasa senang, motivasi dan rasa sakit,” ungkap Ikhsan Bella Persada, M.PSi, Psikolog dari KlikDokter.

“Kadarnya di dalam otak bisa naik dan turun. Jika Anda melakukan hal-hal menyenangkan seperti mengonsumsi makanan favorit atau bermain game, dopamin bisa meningkat," sambungnya.

Tujuan puasa dopamin

Puasa dopamin menjadi salah satu gaya hidup yang Dr. Sepah anjurkan untuk dilakukan setiap orang. Puasa dopamin itu sendiri diartikan sebagai aktivitas membatasi perilaku yang memicu pelepasan dopamin dalam jumlah besar, untuk memungkinkan proses pemulihan otak dan tubuh.

Awal dicetuskannya puasa dopamin adalah karena manusia di zaman sekarang semakin kecanduan terhadap hal yang menyenangkan. Contoh, bermain game secara berlebihan tanpa peduli kanan dan kiri atau berselancar di internet tanpa kenal waktu dan tempat.

"Tujuan awal dari puasa dopamin adalah membatasi perilaku yang memicu pelepasan dopamin dalam jumlah besar. Sebab, pelepasan dopamin dalam jumlah besar bisa menimbulkan perilaku ketergantungan,” kata Ikhsan kepada KlikDokter.

"Kegiatan yang bisa memicu produksi dopamin adalah bermain handphone secara terus-menerus. Produksi dopamin akan meningkat karena ada kesenangan berkat aktivitas tersebut. Dampaknya akan menimbulkan kebiasaan buruk atau ketergantungan pada diri manusia," tambahnya.

Singkatnya, puasa dopamin memang bertujuan untuk mengatur otak agar bisa terbebas dari hal-hal yang bisa menimbulkan perasaan senang berlebih yang bisa berujung pada kecanduan. Dengan demikian, diharapkan orang-orang yang melakukan puasa dopamin bisa lebih baik dalam bekerja dan berhubungan dengan pasangan, keluarga atau dunia nyata.

Apakah Anda tertarik melakukan puasa dopamin? Jika ya, Anda perlu membatasi kesenangan yang ada di sekitar dengan kadar secukupnya alias tidak berlebihan. Ini artinya, Anda tetap boleh berurusan dengan sumber kesenangan asalkan pada kadar yang tidak berlebihan. Karena pada dasarnya, hal-hal menyenangkan bisa membuat Anda terhindar dari stres dan depresi.

“Puasa dopamin itu adalah memulihkan otak dengan membatasi perilaku yang membuat perasaan senang berlebihan. Akan tetapi, bukan berarti Anda tidak boleh sama sekali bermain ponsel atau mendapatkan kesenangan. Sebab kesenangan penting untuk menurunkan stres, yang penting, tidak boleh berlebihan agar tidak berujung pada ketagihan,” pungkas Ikhsan.

Puasa dopamin dapat menjadi terobosan untuk menghilangkan kecanduan terhadap hal-hal yang bikin senang. Bukannya buruk, hal ini justru bisa membuat produktivitas dan kualitas hidup Anda meningkat. Oleh karena itu, bagi Anda yang tertarik mencobanya, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut pada dokter atau psikolog mengenai cara paling tepat untuk puasa dopamin. Hal ini dilakukan agar puasa yang Anda lakukan benar-benar memberikan manfaat yang sesuai dengan harapan.

[NB/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar