Sukses

Mengenali Tanda Sembelit pada Bayi

Saat bayi tidak BAB selama beberapa hari, maka wajar bila Anda panik. Jangan-jangan, si Kecil kena sembelit? Kenali tanda sembelit pada bayi.

Klikdokter.com, Jakarta Beda dengan saluran cerna orang dewasa yang sudah sempurna, saluran cerna bayi masih dalam masa perkembangan. Itu sebabnya, bayi rentan mengalami masalah saluran cerna, termasuk sembelit. Meski tiap bayi memiliki siklus buang air besar (BAB) masing-masing, tetapi sebagai orang tua, Anda wajib tahu tanda sembelit pada bayi agar hal tersebut dapat dicegah dan diatasi. 

Seperti Apa Tanda Sembelit pada Bayi?

Pola makan dan minum, aktivitas, serta kecepatan tubuh bayi dalam mencerna makanan termasuk faktor yang menentukan seberapa sering bayi BAB.

Adapun tanda sembelit pada bayi yang bisa Anda kenali, yaitu:

  • Buang air besar (BAB) kurang dari dua kali dalam seminggu
  • Bentuk kotoran lebih keras dari biasanya meskipun frekuensi BAB tidak berubah
  • Bayi terlihat kesakitan saat buang air besar
  • Bayi lebih rewel daripada biasanya dan menangis sambil mengangkat kakinya
  • Pada kasus yang parah, ada bercak darah pada popok bayi akibat robeknya dinding rektum bayi oleh tinja yang keras

Semakin lama masa sembelit bayi, maka gejala yang ditimbulkan bisa lebih daripada itu. Apabila selama lebih dari dua minggu si Kecil mengalami gejala di bawah ini, jangan tunda lagi niatan Anda membawanya ke dokter.

Ada pun gejala yang dimaksud, meliputi:

  • Demam
  • Muntah
  • Berat badan bayi menurun
  • Muncul benjolan di anus
  • Ada luka terbuka pada anus

Penyebab Bayi Sembelit

Selain karena saluran cernanya yang memang belum berkembang sempurna, ada beberapa hal yang dapat menjadi pencetus dari terjadinya sembelit pada bayi. Misalnya saja:

  • Dehidrasi

Dalam kondisi tertentu, misalnya saat gigi tumbuh, demam, sariawan, anak jadi enggan untuk minum ASI. Alhasil, tanpa dia sadari, tubuhnya mengalami dehidrasi. Nah, dehidrasi tersebut dapat membuat tinja menjadi keras dan susah untuk dikeluarkan. 

  • Susu Formula

Susu formula memang lebih berisiko untuk menimbulkan sembelit ketimbang ASI. Pasalnya, itu dipengaruhi oleh kandungan protein yang terkandung dalam susu formula.

Untuk mengatasinya, si Kecil dapat beralih ke ASI. Atau jika memang tidak bisa mendapatkan ASI, konsultasilah kepada dokter untuk mengganti merek susu formula.

  • Makanan Padat

Mulai mengonsumsi makanan padat kerap kali membuat pencernaan bayi ‘kaget’, sehingga menimbulkan sembelit. Hal ini sebenarnya lumrah terjadi karena sebelumnya, bayi terbiasa diberi makanan cair.

Peralihan dari makanan cair ke padat memang rentan menimbulkan sembelit. Apalagi jika yang diberikan langsung berupa makanan minim serat, seperti roti, biskuit, atau nasi. Demi meminimalkan risiko sembelit, berikan makanan kaya serat kepada bayi.

Cara Rumahan Mengatasi Sembelit pada Bayi

Sebelum ke dokter, Anda bisa melakukan tiga teknik rumahan yang dianjurkan oleh dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter untuk mengatasi masalah sembelit pada bayi, yaitu:

  • Perbanyak Konsumsi Cairan

Jika bayi masih berusia kurang dari 6 bulan, asupan ASI atau susu formula harus cukup. Jika sudah lebih dari 6 bulan, pastikan bayi mendapat asupan cairan sesuai kebutuhannya. Orang tua harus memberikan minum dalam jumlah cukup, walaupun bayi belum merasa haus.

  • Perbanyak Konsumsi Serat

Buah, sayur, dan biji-bijian merupakan makanan padat yang tinggi serat. Jika bayi hanya makan sumber protein, lemak, atau bahkan karbohidrat saja, BAB akan menjadi keras. 

  • Melakukan Teknik Pijat

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi sembelit pada bayi adalah dengan melakukan pijatan lembut di bagian perut bayi. “Pijatan dimulai dari perut bagian kanan atas bayi menuju ke perut bagian kiri atas bayi, lalu turun ke perut bagian kiri bawah bayi,” jelas dr. Reza.

Arah pijatan ini sesuai dengan arah perjalanan BAB dalam usus, sehingga dapat merangsang gerakan usus untuk melancarkan BAB. Anda juga dapat memanfaatkan minyak telon saat memberi pijatan. 

Itulah tanda sembelit pada bayi yang bisa dikenali. Jika masalah itu berlangsung terlalu lama dan si Kecil sudah semakin rewel, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Sebab, meski jarang terjadi, ada pula penyakit yang bisa menyebabkan bayi sembelit. Misalnya saja, hipotiroid, alergi makanan, dan gangguan sistem pencernaan dari lahir. Kondisi tersebut butuh pengobatan spesifik dari dokter. 

(RPA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar