Sukses

Gangguan Kesehatan yang Bikin Sering Kentut

Bukan akibat hal-hal sepele, sering kentut juga bisa terjadi sebagai akibat dari adanya gangguan kesehatan ini.

Klikdokter.com, Jakarta Buang angin alias kentut merupakan hal yang lumrah bagi manusia. Seseorang bisa melakukannya 5-10 kali dalam sehari. Pada beberapa kasus, seseorang bisa saja kentut lebih dari jumlah tersebut. Bukan melulu akibat hal sepele, terlalu sering kentut juga bisa menjadi tanda dari kondisi kesehatan yang lebih berbahaya.

Sering kentut memang bisa terjadi jika Anda terlalu banyak menelan udara, misalnya akibat mengunyah permen karet. Namun demikian, dr. Fiona Amelia, MPH dari KliKDokter mengatakan bahwa frekuensi kentut yang terlalu sering juga bisa menjadi tanda bahwa tubuh Anda sedang bermasalah.

Penyakit yang bikin sering kentut

Beberapa penyakit yang bisa membuat Anda sering kentut, antara lain:

  • Sindrom iritasi usus

Sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS) akan menyebabkan nyeri yang cukup hebat dan menyebabkan terjadinya perubahan pada pola BAB. Selain itu, penderita penyakit ini juga sering buang angin tanpa sebab yang jelas.

Sindrom iritasi usus umumnya terjadi pada orang-orang dengan kondisi cemas berlebih, depresi berat, dan sindrom kelelahan kronis.

  • Penyakit asam lambung 

Gastroesophageal reflux disease alias GERD bisa terjadi pada siapa saja, terutama pada orang-orang yang mengonsumsi makanan pedas atau asam. 

Di samping sering kentut, kondisi ini juga bisa menyebabkan perasaan asam lambung naik ke kerongkongan, sehingga penderitanya merasakan sensasi terbakar di dada dan bau mulut.

Enzim laktase diproduksi di usus kecil dan bertanggung jawab untuk memecah laktosa agar dapat diserap oleh tubuh. Kondisi ini bisa terjadi pada anak maupun orang dewasa, dan keluhan bisa terpicu apabila penderita terpapar dengan produk susu sapi, yoghurt atau keju.

  • Keracunan makanan

Sering kentut juga bisa timbul sebagai respons tubuh terhadap keracunan makanan. Kondisi ini biasanya disertai dengan gejala mual, muntah dan buang air besar cair (diare).

  • Tumor atau kanker

Frekuensi kentut yang terlalu sering atau jarang juga bisa menjadi indikasi dari adanya masalah yang lebih serius pada saluran cerna. Contohnya hernia, kanker usus besar, dan kanker ovarium (pada wanita). 

1 dari 2 halaman

Kapan perlu ke dokter?

Apabila frekuensi kentut sudah sangat berlebihan dan aroma yang keluar benar-benar sulit ditoleransi, Anda mesti segera memeriksakan diri ke dokter.

“Anda sebaiknya bergegas menemui dokter, apalagi bila terdapat keluhan penyerta seperti sensasi nyeri, perut kembung dan diare berkepanjangan, serta terdapat darah pada tinja,” tambah dr. Fiona. 

Setelah penyebabnya dideteksi dan diobati, langkah selanjutnya yang perlu Anda guna menghindari keluhan sering kentut adalah: 

  • Menghindari makanan dan minuman yang mengandung gas tinggi, seperti kol dan kubis-kubisan
  • Makan dalam porsi sedikit namun lebih sering
  • Makan dan minum secara perlahan
  • Tidak berbaring sehabis makan
  • Rutin berolahraga
  • Cukup tidur dan kelola stres dengan baik.

Selalu ingat bahwa sering kentut tidak melulu terjadi akibat hal-hal sepele. Oleh karena itu, akan lebih baik bila Anda memeriksakan diri ke dokter kalau mengalami keluhan sering kentut. Apalagi, bila keluhan tersebut disertai dengan gejala penyerta yang membuat Anda kesulitan beraktivitas. Semakin cepat dideteksi dan diobati, semakin besar pula kemungkinan untuk sembuh!

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar