Sukses

Amankah Penderita Diabetes Konsumsi Gula Aren?

Penderita diabetes perlu membatasi konsumsi gula. Tapi, amankah penderita diabetes mengonsumsi gula aren?

Klikdokter.com, Jakarta Untuk mencegah lonjakan kadar gula darah dan menghindari komplikasi, sebagian penderita diabetes mencari alternatif lain pengganti gula pasir putih. Salah satu jenis gula yang dirasa lebih sehat itu adalah gula aren. Akan tetapi, amankah penderita diabetes mengonsumsi gula aren?

Kandungan nutrisi gula aren

Seperti pernah dijelaskan dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter, gula aren terbuat dari nira pohon enau yang diolah secara tradisional dan alami.

Dalam data Nutrisurvey 2007, satu sendok makan (15 gram) gula aren mengandung 14,5 gram karbohidrat yang setara dengan 59,4 Kalori.

“Tak hanya kalori, gula ini juga mengandung zat gizi penting lainnya dalam jumlah yang cukup signifikan, seperti fosfor 3,6 mg; kalium 13,5 mg; kalsium 8,5 mg; magnesium 2,1 mg; dan natrium 0,3 mg; serta vitamin B, antioksidan, dan serat,” dr. Fiona menjelaskan.

Dari segi rasa, gula aren memang tidak semanis gula pasir putih pada umumnya. Ini karena gula putih mengandung 100 persen gula, sedangkan gula aren hanya 78 persen dan sisanya terdiri dari vitamin, mineral, antioksidan, dan serat.

“Hal tersebutlah yang membuat gula aren memiliki indeks glikemik yang jauh lebih rendah daripada gula putih, yakni 35 berbanding 68,” ujar dr. Fiona.

Indeks glikemik sendiri adalah kemampuan suatu makanan dalam meningkatkan kadar gula darah setelah makan. Indeks glikemik dianggap rendah apabila kurang dari 55, sedang bila berada di antara 55-69, dan tinggi bila nilainya mencapai 70 ke atas.

Semakin rendah nilai indeks glikemik, maka semakin sedikit pengaruhnya terhadap kadar gula darah. Lantas, bagaimanakah jika gula aren dikonsumsi oleh penderita diabetes? Apakah cukup aman?

1 dari 2 halaman

Boleh, tapi harus dibatasi

Meski tergolong aman dan memiliki indeks glikemik lebih rendah dari gula pasir putih, Anda harus tetap membatasi asupan gula aren. Pasalnya, menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, bagaimanapun gula aren tetap memiliki kandungan glukosa yang merupakan musuh penderita diabetes.

"Meski ada yang menyarankan penderita diabetes menggunakan gula aren karena indeks glikemiknya rendah dibanding gula putih, rasa manisnya tetap sama. Jadi pakai dikit saja, gula aren tetap bisa memberi rasa manis," ujar dr. Sepri.

"Karena itu Anda tetap tidak disarankan untuk mengonsumsinya terlalu banyak. Tetap harus dibatasi, sama halnya dengan gula putih," tutur dr. Sepri.

Agar lebih aman, dia menyarankan penggunaan madu asli sebagai pemanis dalam makanan dan minuman.

"Kalau ingin makan atau minum manis, misalnya saat bikin teh, penderita diabetes dapat menggunakan madu. Ya, madu lebih aman karena tidak terlalu cepat menaikkan kadar gula darah dalam tubuh. Selain madu, Anda juga bisa pakai kayu manis," saran dr. Sepri.

Untuk menggantikan penggunaan gula dalam masakan, Anda juga bisa memanfaatkan bawang putih dan bawang bombay. 

"Kalau untuk makanan, sebagai pengganti garam dan gula, Anda bisa menggunakan bawang putih dan bawang bombay. Bawang bombay untuk rasa manis dan bawang putih untuk rasa asinnya," tutur dr. Sepri lagi.

Sebagai pemanis yang memiliki indeks glikemik lebih rendah dari gula pasir, sah-sah saja penderita diabetes mengonsumsi gula aren. Akan tetapi, jumlah yang dikonsumsi tetap harus dibatasi agar kadar gula darah tetap terkontrol baik. Sebaiknya, Anda memilih bahan pemanis alami, seperti madu dan kayu manis, yang lebih lambat dalam menaikkan kadar gula darah.

[HNS/RPA]

1 Komentar