Sukses

5 Penyebab Muka Bengkak saat Bangun Tidur

Pernah kan bertanya-tanya kenapa muka terasa bengkak saat bangun tidur? Yuk ketahui penyebabnya

Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang pasti ingin punya penampilan yang segar di pagi hari. Namun, bukan wajah segar yang didapat, muka Anda malah terlihat aneh karena bengkak! Alhasil, Anda pun bingung bagaimana cara menutupinya agar tetap terlihat “ok” saat akan beraktivitas di luar rumah. Lantas, kira-kira apa ya, penyebab muka bengkak saat bangun tidur?

1. Habis konsumsi makanan asin terlalu banyak

Coba Anda ingat-ingat lagi, makanan apa yang semalam Anda konsumsi? Jika makanan yang dikonsumsi mengandung banyak garam, seperti keripik gurih dan camilan ringan, jangan heran jika muka Anda bengkak keesokan harinya! 

Kandungan natrium dalam makanan asin bersifat mengikat air. Saat Anda banyak mengonsumsi makanan asin di malam hari, cairan pun banyak yang tertahan di pembuluh darah, tak terkecuali pembuluh darah di wajah. Makin banyak cairan yang tertahan, makin bengkak pula wajah Anda. 

Jangan khawatir, untuk mengatasi muka bengkak akibat makan makanan asin semalam, netralkan dengan cara perbanyak minum air putih. Air putih dapat mengurangi kadar garam di dalam tubuh dan mengurangi pembengkakan.

2. Habis minum alkohol

Tak cuma makanan asin yang bisa membuat wajah bengkak saat bangun tidur. Minum banyak alkohol di malam hari hingga bikin tubuh dehidrasi mampu membuat area sekitar mata bengkak! Tak cuma muka bengkak, muka pun akan disertai ruam kemerahan.

Usut punya usut, alkohol bisa melebarkan pembuluh darah, sehingga cairan yang tertampung juga menjadi lebih banyak. 

Kabar baiknya, efek bengkak di muka, khususnya di area mata, dapat hilang dengan sendirinya. Sama seperti cara menetralkan muka bengkak akibat garam, perbanyaklah konsumsi minum air putih setelah bangun tidur.

Air putih dapat mengembalikan cairan yang hilang sekaligus mengembalikan kondisi pembuluh darah ke bentuk semula. 

3. Alergi konjungtivitis

Salah satu alergi yang dapat membuat muka bengkak adalah alergi konjungtivitis. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, selain muka bengkak, gejala yang ditimbulkan adalah gatal, mata merah dan berair, serta mata belekan dengan kotoran berwarna putih dan lengket. 

Jika benar Anda mengalami konjungtivitis, dokter yang kerap disapa dr. Vita tersebut menyarankan Anda untuk menghindari alergen, seperti debu, udara dingin, asap, dan parfum. Obat tetes mata dapat juga diaplikasikan. Bila Anda punya obat alergi (antihistamin) yang biasa diminum, cobalah untuk dikonsumsi. 

4. Gigi berlubang

Dari KlikDokter, drg. Wiena Manggala Putri mengatakan, sakit gigi merupakan penyebab muka bengkak, khususnya di area pipi. Hal ini diawali dari kerusakan gigi, gigi berlubang, atau adanya penyakit gusi yang dibiarkan saja, sehingga berujung pada infeksi gigi.

Ketika infeksi terjadi, gusi dan wajah akan membengkak karena tubuh sedang berusaha memerangi bakteri yang sedang menyerang dalam tubuh. Bila tidak segera dilakukan perawatan, kondisi tersebut dapat bertambah parah dan menyebabkan abses gusi.

Abses gusi adalah kantong berisi nanah yang terbentuk di dalam rongga gusi. Kondisi ini timbul karena adanya infeksi bakteri dan umumnya ditandai dengan rasa sakit. Bila tidak segera ditangani dapat memperburuk kondisi tubuh.

Sambil menunggu jadwal untuk memeriksakan diri ke dokter gigi, Anda bisa meredakannya dengan cara kumur air garam hangat dan kompres pipi dengan kompres dingin. 

5. Hipotiroidisme

Dokter Karin Wiradarma dari KlikDokter mengungkapkan, hipotiroidisme adalah keadaan di mana hormon tiroid kurang, sehingga dapat mengakibatkan gejala lemah, lesu, kulit dingin dan kering, konstipasi, wajah bengkak, suara serak, kram otot, hingga rambut kering. Hipotiroidisme dapat disebabkan oleh infeksi, tindakan pembedahan, atau radiasi.

Beberapa faktor di atas menjadi penyebab muka bengkak saat bangun tidur. Untuk penyebab nomor 1 dan nomor 2, Anda tak perlu khawatir dan tinggal menunggu waktu hingga wajah kembali seperti semula. Adapun untuk nomor 3, 4, dan 5, Anda bisa memeriksanya ke dokter supaya mendapatkan penanganan medis yang lebih tepat. 

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar