Sukses

Berapa Porsi MPASI untuk Bayi Usia 6 Bulan?

Orang tua yang baru mulai memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) mungkin bertanya-tanya, berapa porsi MPASI untuk bayi usia 6 bulan?

Klikdokter.com, Jakarta Memasuki usia 6 bulan, ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi anak. Pada masa ini, orang tua perlu memberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Tak hanya jenis makanannya, orang tua juga perlu tahu berapa banyak porsi MPASI untuk bayi usia 6 bulan.

Pentingnya MPASI

Kebutuhan anak akan air, energi, protein, kalsium, dan nutrien penting lainnya dapat terpenuhi oleh ASI eksklusif selama 6 bulan. Namun saat memasuki usia 6 bulan, kebutuhan nutrisi lainnya seperti zat besi dan seng dalam tubuh meningkat, sehingga ia butuh makanan tambahan.

Selain itu, faktor penting lainnya yang menjadi alasan pengenalan MPASI pada usia 6 bulan adalah:

  • Saluran cerna dan ginjal bayi telah cukup berkembang untuk menerima jenis makanan yang lebih kompleks.
  • Tubuh mulai memproduksi enzim amilase untuk mencerna karbohidrat yang lebih kompleks.
  • Koordinasi saraf dan otot pada bayi telah cukup berkembang, sehingga ia dapat menahan kepalanya tetap tegak dan makan melalui sendok.
1 dari 3 halaman

Porsi MPASI untuk bayi usia 6 bulan

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), banyak energi tambahan yang diperlukan dari MPASI adalah 200 kkal per hari. Lantas, berapa porsi yang tepat? Dari KlikDokter, dr. Theresia Rina Yunita mencoba menjawab pertanyaan ini.

“Mulanya mungkin bayi hanya mampu melahap 2-3 sendok makan MPASI pada usia 6 bulan. Namun perlahan, porsinya bisa Anda tambah menjadi semangkuk. Kemudian, frekuensi makan pertama bisa diberikan satu kali sehari, lalu menjadi tiga kali sehari,” jelasnya.

Untuk pemberian MPASI pertama kali, Anda bisa memberikan 1 sampai 2 sendok teh terlebih dahulu. Apabila anak Anda sudah mulai terbiasa dengan makanan-makanan padat, barulah Anda tingkatkan porsinya secara bertahap. 

“Pada tahap awal MPASI, Anda bisa memberikan bubur susu atau pure buah dan sayuran yang telah direbus atau dikukus. Sebagai pilihan sayur dan buah, Anda bisa memberikan pisang, apel, pir, alpukat, wortel, kentang dan juga ubi. Rasa sayur dan buah yang manis biasanya lebih buat anak tertarik untuk mencicipi makanan padat,” kata dr. Karin Wiradarma, M.Gizi, dari KlikDokter turut menambahkan.

2 dari 3 halaman

Hal-hal lain yang juga harus diperhatikan

Selain porsi, beberapa hal lain juga harus diperhatikan mengenai MPASI—apalagi bila si Kecil baru memasuki masa ini dan Anda merupakan ibu baru—yaitu:

  • Tahapan tekstur MPASI

“Mulai usia 6 bulan, bayi dapat diberikan makanan semi cair, lalu perlahan dilanjutkan dengan  makanan yang bertekstur lebih kasar atau semi padat seperti bubur tim yang disaring,” kata dr. Theresia.

“Saat sudah berusia 9 bulan, bayi dapat dikenalkan dengan nasi lembek, lauk pauk, serta sayuran yang teksturnya lebih padat. Saat sudah menginjak 1 tahun dan ketika tahapan sebelumnya sudah dilewati, maka anak sudah bisa mencoba makanan yang biasa disantap oleh orang dewasa,” lanjutnya.

  • Batasi penggunaan garam dan gula

Kata dr. Theresia, garam dan gula hanya boleh ditambahkan dalam jumlah yang sangat sedikit. Selain membiasakan anak sejak kecil untuk mengonsumsi makanan yang tidak terlalu berbumbu, terlalu banyak garam dan gula akan mendatangkan berbagai masalah kesehatan di kemudian hari.

  • Perkenalkan sayur dulu, baru buah

“Ini karena sayur memiliki rasa yang lebih hambar, sehingga ketika bayi sudah mencoba buah yang rasanya lebih ‘friendly’, ia akan cenderung menolak sayur karena rasanya dianggap tidak seenak buah,” Begitu kata dr. Theresia.

Itulah penjelasan tentang berapa porsi MPASI untuk bayi usia 6 bulan dan hal-hal lainnya yang terkait dengan pemberian MPASI. Dampingi si Kecil dalam setiap proses pengenalan makanan baru. Jika ada tanda-tanda alergi, segera konsultasikan ke dokter. Selain itu, pastikan juga kebersihan makanan dan alat makan, serta proses pengolahan MPASI dengan bersih dan dilakukan dengan cara yang benar.

(RN/ RH)

1 Komentar