Sukses

Pentingnya Edukasi Penanganan Diabetes yang Tepat

Penanganan diabetes yang tepat dapat membantu menjaga kualitas hidup penderitanya. Maka dari itu, edukasi diabetes menjadi sangat penting.

Klikdokter.com, Jakarta Diabetes masih menjadi masalah serius di Indonesia. Edukasi penanganan diabetes yang tepat pun menjadi pekerjaan rumah yang harus digarap dengan serius oleh pemerintah dan masyarakat.

Hasil laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular seperti diabetes mengalami kenaikan dalam 5 tahun terakhir dari 6,9 persen menjadi 8,5 persen.

Kenaikan angka tersebut menjadi peringatan bahwa penanganan diabetes tak bisa disepelekan. Dengan kata lain, harus dilakukan secara individual atau artinya sesuai dengan masalah yang dihadapi penderita diabetes (diabetesi). 

Dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia 2019 yang jatuh pada 14 November, Sanofi Indonesia dan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) mengadakan konferensi pers dengan tema "Diabetes, Your Type". Kampanye ini dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat mengenai diabetesi di Indonesia.

Data Federasi Diabetes Internasional (IDF) Atlas 2017 mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara peringkat keenam di dunia. Jumlah penderita diabetes usia 20–79 tahun angka sekitar 10,3 juta orang dan akan bertambah menjadi 16,7 juta orang pada 2045, dengan mayoritas penderitanya tinggal di daerah perkotaan.

Salah satu penyebab diabetes menjadi masalah di beberapa negara, termasuk Indonesia adalah minimnya kesadaran masyarakat akan penyakit ini. Begitu juga dengan upaya pencegahan serta penanggulangannya. 

Penderita diabetes perlu penanganan khusus

Penanganan penderita diabetes tidak bisa disamakan antara satu penderita dengan penderita lainnya. Penanganan harus dilakukan bergantung pada kondisi penderita, gaya hidup sehari-hari, dan lainnya.

“Oleh karena itu, pengobatan diabetes sangat bersifat individual. Penting sekali seorang penderita diabetes untuk selalu berdiskusi dengan dokternya supaya dapat mengevaluasi pilihan pengobatan yang cocok untuk masing-masing individu, agar tercapainya pengendalian gula darah yang baik,” ujar Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD, selaku Ketua Umum PB PERKENI dalam acara "Diabetes, Your Type" di Museum Kesehatan dan Kedokteran Indonesia, IMERI, Salemba, Jakarta Pusat.

Dengan kata lain, penanganan diabetes tak hanya bergantung pada pengobatan dari dokter itu sendiri. Perlu ada partisipasi aktif dari pasien.

Dalam hal ini, lingkungan turut menjadi penentu. Misalnya, dukungan keluarga yang sangat berarti. Lalu, bagaimana juga aktivitas fisiknya selama ini, apakah penderita diabetes olahraga atau tidak selama menjalani pengobatan.

“Peran lingkungan turut diperlukan sebagai upaya memberikan pengaruh positif terhadap pasien. Pasalnya, keberhasilan pengelolaan diabetes mandiri membutuhkan partisipasi aktif pasien, keluarga, tim kesehatan, masyarakat, dan pemerintah,” kata Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD-KEMD, selaku Sekretaris Jenderal PB Perkeni.

“Selain itu, untuk mencapai keberhasilan perubahan perilaku, dibutuhkan edukasi yang komprehensif serta pengembangan keterampilan dan motivasi," sambungnya.

Kampanye "Diabetes, Your Type" yang dilakukan Sanofi Indonesia ini memang bertujuan untuk mengedukasi diabetesi agar lebih semangat menjalani pengobatan. Sanofi berharap dapat membantu penderita diabetes dapat melakukan perawatan tepat sesuai kebutuhannya agar dapat menjalani hidup yang bermakna.

Sering kali orang yang menderita diabetes sudah kehilangan semangat begitu tahu didiagnosis penyakit ini. Padahal, mereka masih memiliki kesempatan hidup yang normal sama seperti orang kebanyakan. Hanya saja, mereka perlu melakukan pengobatan dengan baik dibantu dengan aktivitas aktif setiap individunya.

"Kami berharap kampanye ini dapat membantu penderita diabetes dapat melakukan perawatan tepat sesuai kebutuhannya agar dapat menjalani hidup yang bermakna,” jelas dr. Mary Josephine, selaku Head of Medical Sanofi Indonesia.

Sanofi Indonesia diketahui telah bekerja selama hampir satu abad untuk mengembangkan solusi terapeutik untuk penderita diabetes dan bekerja bersama berbagai mitra perawatan kesehatan untuk memberikan serangkaian obat-obatan melalui pendekatan personal untuk fokus pada kebutuhan individu.

Tujuan utamanya adalah membantu orang yang hidup dengan diabetes untuk mencegah dan mengelola diabetes agar dapat menjalani hidup dengan lebih bermakna.

Jadi jelas, penanganan diabetes tidak bisa bergantung pada tenaga medis semata. Penderita diabetes juga perlu aktif dalam pengobatan, serta dukungan orang terdekat juga masih indikator baiknya sebuah penanganan diabetes. 

[RPA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar