Sukses

Ria Irawan Jalani Kemoterapi Oral, Apa Itu?

Ria Irawan menjalani kemoterapi oral untuk penyembuhan kankernya. Mari kenali lebih jauh apa itu kemoterapi oral.

Klikdokter.com, Jakarta Kondisi aktris Ria Irawan dikabarkan sedang menurun akibat sel kanker yang kembali aktif. Ya, sempat dinyatakan sembuh pada 2017, sel kanker aktris senior ini kembali aktif dan menjalar ke beberapa bagian tubuh. Pihak keluarga pun memutuskan agar pemain film Berbagi Suami ini menjalani kemoterapi oral.

Apa itu kemoterapi oral?

Kemoterapi adalah jenis pengobatan yang lazim diberikan kepada penderita kanker. Ini adalah metode pengobatan kanker dengan menggunakan obat-obatan khusus. Pengobatan tersebut menargetkan sel-sel yang tumbuh dan membelah dengan kecepatan tidak normal.

Nah, kemoterapi ini sebenarnya ada beberapa jenis. Selain jenis kemoterapi infus atau injeksi, ada juga kemoterapi oral, seperti yang dijalani Ria Irawan.

"Kemoterapi oral itu berarti kemoterapi melalui obat-obatan yang diminum. Seperti pil atau tablet yang biasanya harus dikonsumsi setiap hari untuk menekan sel kanker di dalam tubuh penderita," ujar dr. Seruni Mentari Putri dari KlikDokter.

"Selama ini, memang lebih banyak dikenal kemoterapi lewat infus atau injeksi, yang dalam bahasa medisnya disebut kemoterapi via intravena (IV). Tidak ada perbedaan mencolok di antara keduanya. Hanya saja memang kemoterapi oral dilakukan setiap hari, sementara yang via infus tidak setiap hari," ujar dr. Seruni lagi.

Menurut dr. Seruni, baik oral maupun infus sama-sama memiliki efek samping. Hampir tidak ada perbedaan efek samping di antara keduanya, misalnya mual dan rambut rontok.

Selain dua hal tersebut, melansir dari cancer.org, kemoterapi oral juga bisa menyebabkan:

  • Muntah
  • Diare
  • Luka di mulut
  • Perubahan kulit
  • Jumlah darah rendah

Kemoterapi oral melewati seluruh tubuh Anda untuk membunuh sel kanker di mana pun mereka berada. Namun begitu, kemoterapi oral juga merusak sel-sel normal dan sehat. Hal inilah yang mendasari efek samping di atas terjadi.

Kemoterapi oral juga sama baiknya dengan kemoterapi via infus atau jarum. Sisi baik lainnya, Anda tidak perlu ke rumah sakit untuk bisa menjalani jenis kemoterapi ini. Layaknya orang meminum obat, Anda bisa melakukannya di rumah sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter.

Akan tetapi, oral kemoterapi juga punya sisi negatif. Biasanya, obat kemoterapi oral sangat mahal, bahkan bisa lebih mahal harganya daripada kemoterapi infus. 

Perlu terus dikonsultasikan dengan dokter

Pastikan Anda tahu cara menangani obat kemoterapi oral. Terkadang, Anda perlu memakai sarung tangan saat menyentuh obat. Beberapa obat juga harus disimpan dalam botol atau kotak obat.

Anda juga harus tahu cara membuang dosis obat ketika tidak membutuhkannya lagi. Beberapa mungkin harus dibawa kembali ke toko obat untuk dibuang dengan aman.

Pastikan untuk memberi tahu dokter tentang masalah kemoterapi yang Anda hadapi. Misalnya, jika Anda muntah atau sakit perut. Dokter perlu tahu tentang masalah apa pun yang Anda alami terkait pengobatan kanker Anda, sehingga dapat mengubah rencana perawatan jika diperlukan.

Dosis kemoterapi oral perlu diatur sedemikian rupa sehingga tingkat obat yang sama tetap di tubuh Anda untuk membunuh sel kanker. Di sisi lain, tidak meminum obat oral kemoterapi dengan cara yang benar dapat memengaruhi seberapa baik kerjanya, bahkan kemampuan tumbuh sel kanker.

Di sisi lain, jangan pernah melakukan perubahan dosis apa pun sendiri, tanpa anjuran dokter. Meskipun Anda merasa sel kanker sudah lebih baik, tidak disarankan untuk mengurangi dosis obat oral Anda tanpa petunjuk dokter.

Kemoterapi oral, seperti yang dilakukan Ria Irawan, adalah salah satu jenis kemoterapi. Terapi ini sama baik dan bermanfaatnya seperti kemoterapi melalui infus atau injeksi. Semoga dengan menjalani kemoterapi ini, Ria Irawan mendapat hasil positif dan peroleh kesembuhan.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar