Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Dalam Kondisi Apa Luka (Kaki) Penderita Diabetes Harus Diamputasi?

Dalam Kondisi Apa Luka (Kaki) Penderita Diabetes Harus Diamputasi?

Diabetes banyak menyebabkan amputasi tungkai bawah (kaki) akibat komplikasi pada luka. Dalam kondisi apa luka penderita harus diamputasi?

Klikdokter.com, Jakarta Pada kondisi tertentu, adanya komplikasi pada luka di kaki penderita diabetes (diabetesi) perlu ditangani dengan cara diamputasi. Umumnya, luka tersebut terjadi di kaki bagian bawah.

Diabetes dan ancaman komplikasinya

Diabetes, atau awam menyebutnya penyakit kencing manis, adalah jenis penyakit metabolik yang disebabkan oleh meningkatnya kadar gula darah dalam tubuh. Jenisnya ada tiga, yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional (yang dialami oleh ibu hamil).

Jika tidak dikelola dengan baik, diabetes dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi seperti penyakit jantung koroner, stroke, obesitas, serta gangguan pada mata, ginjal, dan saraf. 

Selain itu, diabetes juga dapat menyebabkan terjadinya fluktuasi kadar gula darah dalam tubuh. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan (hipoglikemia) atau peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) secara tiba-tiba.

Luka di kaki diabetesi dan ancaman amputasi

Anda juga perlu tahu bahwa diabetes dapat memengaruhi sirkulasi tubuh yang menyebabkan kerusakan saraf. Kurangnya peredaran darah dan sensasi saraf pada kaki pada penderita diabetes bisa meningkatkan risiko terjadinya luka atau ulkus pada kaki. Kondisi ini harus diwaspadai.

Dijelaskan oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc(Hons), dari KlikDokter, masalah sirkulasi ini disebut dengan peripheral artery disease (PAD), sedangkan masalah saraf pada diabetes dikenal dengan neuropati.

“Neuropati menyebabkan penderita kehilangan sensasi nyeri dan merasa baal pada bagian ujung saraf, terutama pada kaki. Sehingga, jika penderita memiliki luka kecil di kakinya, penderita bisa tidak akan menyadarinya. Inilah yang harus diperhatikan,” kata dr. Jesslyn.

“Masalah sirkulasi akibat PAD akan menyebabkan luka dan ulkus tersebut jadi susah sembuh, sehingga mudah terjadi infeksi dan kematian di jaring. Dampaknya, bagian tubuh tersebut harus diamputasi,” sambungnya.

1 dari 3 halaman

Dalam kondisi seperti apa luka pada diabetesi harus diamputasi?

Tidak semua penderita diabetes yang mengalami luka atau ulkus berujung pada amputasi. Meski demikian, Anda perlu tahu beberapa gejala komplikasi luka yang kemungkinan besar membutuhkan amputasi.

  • Luka yang menyebabkan bengkak pada kaki penderita dan berlangsung lama (tidak kunjung sembuh)
  • Adanya lenting pada area kaki yang bengkak 
  • Kuku mengalami cantengan atau dalam bahasa medisnya disebut dengan ingrown toenails (yang menyebabkan luka nanah)
  • Timbul kutil dalam jumlah yang cukup banyak pada telapak kaki 
  • Ulkus yang tidak membaik dan sudah terjadi lebih dari satu minggu 
  • Luka terbuka yang disertai dengan rasa nyeri dan sakit 
  • Luka yang mengeluarkan darah secara aktif
  • Adanya perubahan warna pada kulit kaki seperti memerah, membiru, bahkan menghitam
  • Luka pada kaki menimbulkan bau busuk 
  • Hangat pada satu bagian kaki
  • Ulkus yang berukuran lebih besar dari dua sentimeter 

Bila diabetesi mengalami luka di bagian kaki, biasanya dokter akan berupaya untuk merawat luka tersebut. Proses amputasi biasanya dilakukan pada luka infeksi yang tidak kunjung sembuh dan dilakukan secara progresif, dari bagian sekecil mungkin dan dilanjutkan ketika memang diperlukan.

“Ketika Anda memiliki tanda dan gejala luka seperti di atas dan menderita diabetes, segera berkonsultasi ke dokter untuk merawat luka tersebut. Dengan demikian, kondisi terburuk hingga amputasi bisa dihindarkan,” kata dr. Jesslyn.

2 dari 3 halaman

Mencegah terjadinya amputasi pada diabetesi

Supaya diabetesi terhindar dari risiko amputasi akibat komplikasi pada luka, beberapa cara yang bisa dilakukan di antaranya adalah:

  • Menjaga kadar gula tetap dalam batasan normal

“Caranya adalah dengan membatasi gula dari makanan dan minuman, diet teratur dan seimbang, rutin olahraga, menghindari stres, konsumsi obat atau insulin sesuai instruksi dokter, menjaga berat badan tetap ideal, serta cek gula darah secara teratur,” sebut dr. Jesslyn.

  • Merawat kaki dengan benar

Juga dari KlikDokter, dr. Nabila Viera Yovita turut menambahkan, fokus perawatan kaki adalah untuk mencegah pembentukan luka. Ia menyarankan diabetesi untuk:

  • Memeriksa kondisi kaki setiap hari. Minta bantuan untuk melihat bila luka yang mungkin terlewatkan.
  • Bersihkan dengan baik. Ketika mandi, sabuni dengan air hangat dan keringkan, termasuk sela-sela jari kaki. Kelembapan yang terperangkan dapat berbahaya.
  • Gunakan losion atau krim untuk mencegah kekeringan serta retaknya kulit yang dapat menyebabkan nyeri.
  • Gunakan pelindung kaki yang nyaman, yaitu sol tebal dan kaus kaki yang lembut. “Hindari sepatu hak tinggi dan model sepatu yang mengerucut di depan, karena itu dapat memicu terbentuknya luka,” kata dr. Nabila.
  • Gunting kuku secara rutin. Jika kesulitan, minta tanya dokter tentang cara menggunting kuku dengan baik. Bila perlu, minta bantuan. “Hindari menggunting kaki di salon kuku untuk menghindari risiko infeksi dan teknik pemotongan yang salah,” demikian saran dari dr. Nabila.

Apabila diabetesi mengalami kondisi luka seperti di atas, jangan ragu untuk segera mendapatkan penanganan profesional. Anda dapat melakukan online booking klinik perawatan luka terdekat di kota Anda melalui aplikasi KlikDokter. Caranya mudah, cukup dengan melihat direktori klinik, filter jenis klinik yang tersedia dalam daftar, lalu pilih klinik perawatan luka.

Selain itu, KlikDokter juga telah bekerja sama dengan klinik perawatan luka terkait dalam penyediaan layanan home care. Anda hanya perlu menuliskan pengajuan home care di catatan pasien saat mengisi form pendaftaran. Mudah, bukan? Unduh aplikasi KlikDokter di sini sekarang juga!

(RN/ RH)

2 Komentar