Sukses

Perlukah Ibu Menyusui Minum Suplemen Penambah ASI?

Produksi ASI menurun dapat membuat ibu menyusui cemas. Saat ini terjadi, perlukah ibu menyusui minum suplemen penambah ASI?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi beberapa wanita, masa menyusui tidak selalu mudah. Ada kalanya produksi air susu ibu (ASI) lancar, sedikit, atau bahkan terhenti. Hal ini lantas membuat para ibu menyusui khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi sang bayi melalui ASI. Dalam situasi ini, perlukah ibu menyusui minum suplemen penambah ASI?

Dijelaskan oleh dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, suplemen penambah ASI pada dasarnya tidak diperlukan oleh ibu menyusui. Menurutnya, masih ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menambah atau memperlancar produksi ASI.

“Suplemen penambah ASI sebenarnya tidak diperlukan. Itu karena penggunaan suplemen penambah ASI masih belum benar-benar terbukti dapat menambah jumlah ASI yang diproduksi,” dr. Dyan ketika ditanya.

Meski terbuat dari bahan-bahan herbal, seperti daun katuk dan fenugreek, bukan tidak mungkin bisa muncul efek samping setelah suplemen penambah ASI dikonsumsi. Itulah mengapa dr. Dyan tidak menyarankan ibu menyusui untuk mengonsumsi suplemen tersebut.

Cara agar ASI melimpah dan berkualitas

Cara paling utama untuk mendapatkan ASI berkualitas adalah dengan memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. Seorang ibu harus memastikan bahwa makanan yang dikonsumsinya memiliki komponen yang lengkap, yakni karbohidrat, protein, lemak, serta mikronutrien, seperti vitamin dan mineral.

Di samping itu, menu harian ibu juga harus dilengkapi dengan asupan yang mengandung asam lemak esensial, seperti AA dan DHA. Seperti yang Anda tahu, asupan ini sangat penting untuk menunjang perkembangan otak dan penglihatan bayi.

“Anda bisa mengonsumsi telur, minyak ikan, daging, sayur, dan buah untuk mendapatkan kandungan AA dan DHA. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen dengan kandungan asam lemak untuk meningkatkan kadar AA dan DHA dalam tubuh,” kata dr. Dyan memaparkan.

Selain mengonsumsi makanan yang banyak mengandung nutrisi, dr. Dyan juga menyarankan untuk memperhatikan teknik menyusui.

Latching merupakan posisi yang paling tepat untuk memproduksi banyak ASI. Teknik ini dikatakan benar jika mulut bayi bisa masuk dan terbuka dengan lebar di payudara, serta terlihat lebih banyak areola bagian atas ketimbang bagian bawah. Anda pun tidak merasa sakit pada puting ketika proses menyusui,” dia menjelaskan.

Perhatikan juga seberapa sering Anda menyusui. Produksi ASI memiliki metode supply and demand, yang artinya produksi ASI akan bertambah jika terjadi pengosongan pada payudara. Untuk mengosongkan payudara, Anda bisa bisa menyusui bayi setiap 2-3 jam sekali.

Terkadang, bayi terus mengantuk selama beberapa minggu pertama kehidupannya, sehingga ia sering tertidur saat sedang menyusui. Saat ini terjadi, bantu si Kecil tetap terjaga, misalnya dengan mengelus-elus kaki dan tangannya, atau menyusui sambil mengajaknya berkomunikasi.

Usahakan juga untuk melakukan kontak skin-to-skin. Untuk ibu menyusui, ini dapat membantu bonding dengan bayi dan meningkatkan produksi ASI. Sedangkan untuk bayi, kegiatan ini mengurangi stres, membantu regulasi suhu tubuh, memperbaiki pernapasan, dan membantu bayi menyusui lebih lama.

Cara melakukannya: biarkan bayi telanjang (dapat tetap menggunakan popok dan topi) lalu letakkan bayi di dada ibu (buka pakaian dalam Anda), sehingga ada kontak kulit antara Anda dan bayi. Tutupi bayi dengan selimut selama melakukannya agar ia tidak kedinginan.

Selain itu, dr. Dyan juga menyarankan Anda untuk menghindari melewatkan waktu menyusui, serta tidak buru-buru menggantikan ASI dengan susu formula. Bagaimanapun, bagi bayi di bawah usia 6 bulan, ASI adalah asupan terbaik yang nutrisinya tak ternilai.

“Mengganti ASI dengan susu formula dapat mengganggu pengosongan payudara Anda, sehingga mengurangi pemasukan untuk produksi ASI. Akibatnya, produksi ASI justru jadi semakin menurun,” katanya lagi.

Minum suplemen penambah ASI sebenarnya tidak diperlukan dan tidak dianjurkan bagi ibu menyusui. Saat produksi ASI Anda tidak lancar atau sedikit, prioritaskan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, rutin menyusui, serta menerapkan teknik menyusui yang tepat. Tak hanya itu, hindari pula stres yang juga dapat memengaruhi produksi ASI. Selamat mencoba!

[HNS/RN]

0 Komentar

Belum ada komentar