Sukses

Balita Gemar Makan Pedas, Sehatkah bagi Pencernaannya?

Bukan hanya orang dewasa, balita pun ada yang gemar makan pedas. Namun, sehatkah untuk sistem pencernaannya?

Klikdokter.com, Jakarta Makanan pedas tentu tak asing lagi bagi lidah masyarakat Indonesia. Tidak hanya orang dewasa, balita pun ada yang gemar mengonsumsi makanan pedas. Balita Anda salah satunya? Kalau begitu, Anda perlu hati-hati karena makanan pedas bisa berdampak buruk bagi sistem pencernaan si Kecil, apalagi jika diberikan secara tidak tepat.

Dikatakan dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, pemberian makanan pedas pada balita harus dipertimbangkan matang-matang. Hal ini perlu sangat diperhatikan, apalagi bila usia balita belum genap dua tahun.

“Balita yang belum berusia dua tahun tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan pedas. Ini karena sistem pencernaan yang dimiliki masih belum sempurna dan mudah teriritasi jika mengonsumsi makanan pedas,” ujar dr. Dyan Mega.

Tapi, kalau balita memang sudah terbiasa mengonsumsi makanan pedas meski usianya belum genap dua tahun, pemberian jenis makanan tersebut sah-sah saja asalkan porsinya benar-benar dibatasi.

“Jika si Kecil sudah terlanjur gemar mengonsumsi makanan pedas, usahakan pemberian porsinya dalam jumlah yang sangat kecil dan tidak terlalu sering. Hal ini dilakukan agar makanan pedas tidak menimbulkan reaksi yang merugikan kesehatan buah hati Anda,” dr. Dyan Mega melanjutkan penjelasan.

Pasalnya, terlalu sering memberikan makanan pedas pada si Kecil bisa menimbulkan gangguan saluran cerna sekalipun ia sudah terbiasa. Beberapa gejala yang mungkin terjadi akibat hal tersebut adalah diare, mag, perut kembung, bahkan kanker usus.

“Risiko tersebut bisa timbul karena makanan pedas bisa menyebabkan iritasi pada saluran cerna dan membuat usus si Kecil yang belum terbentuk dengan sempurna mengalami perlukaan,” sambung dr. Dyan Mega.

Bisa bermanfaat, asalkan …

Pada porsi yang tepat, makanan pedas bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan si Kecil. Ini karena makanan tersebut mengandung antioksidan, yang dapat membantu menjaga metabolisme tubuh anak.

“Meski begitu, orang tua mesti jeli dan menaruh perhatian penuh pada respons yang timbul dari tubuh anak apabila terpapar makanan pedas. Jika timbul intoleransi atau tidak cocok, lebih baik dihindari,” kata dr. Dyan Mega.

Sebaliknya, apabila tubuh si Kecil tidak menolak makanan pedas, Anda bisa memberikannya sebanyak satu atau dua kali per minggu dalam porsi yang kecil.

“Hindari rasa pedas yang menyebabkan lidah anak terasa sakit atau mulut menjadi tampak kemerahan. Bukannya sehat, intensitas pedas yang seperti itu justru dapat menyebabkan iritasi pada mulut dan saluran cerna si Kecil,” pungkas dr. Dyan Mega.

Pada dasarnya, memberikan makanan pedas pada balita yang belum genap berusia dua tahun adalah hal yang tidak dianjurkan secara medis. Namun, apabila si Kecil sudah terbiasa dan tubuhnya tidak memberikan respons merugikan, tidak ada aturan khusus yang melarang Anda memberikan anak makanan pedas.

Aturan yang mesti orang tua perhatikan terkait pemberian makanan pedas pada anak, khususnya pada balita yang gemar makan pedas, adalah membatasi porsi agar tidak berlebihan. Selain itu, hindari juga memberikan makanan dengan tingkat kepedasan yang tinggi, karena akan merugikan kesehatan saluran cerna si Kecil.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar