Sukses

Mengenal Tanda dan Gejala Pneumonia saat Hamil

Tak hanya pengaruh perut yang membesar, sesak napas juga bisa menjadi gejala pneumonia saat hamil. Kenali dan atasi sebelum terlambat.

Klikdokter.com, Jakarta Sesak merupakan keluhan yang umum dirasakan wanita hamil, terutama mereka yang sudah memasuki kehamilan trimester akhir. Namun, tahukah Anda bahwa keluhan tersebut juga bisa menjadi gejala pneumonia saat hamil?

Apa itu pneumonia? Ini adalah infeksi pada paru-paru, yang terjadi akibat paparan bakteri, jamur atau virus. Pneumonia juga dapat muncul sebagai komplikasi dari penyakit tertentu, misalnya influenza atau cacar air. Jika dibiarkan, pneumonia dapat berbahaya bagi ibu hamil maupun bayinya.

Data yang ada menyebutkan bahwa 30 persen kasus pneumonia saat hamil berujung pada kematian. Oleh karena itu, dengan mengenali gejala pneumonia saat hamil, diharapkan Anda bisa lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya penyakit ini.

Mendeteksi gejala pneumonia saat hamil

Saluran pernapasan wanita hamil mengalami perubahan anatomis, sehingga menyebabkan sulitnya mengeluarkan sekresi seperti dahak. Peningkatan konsumsi oksigen saat hamil dan penurunan dari kapasitas paru membuat wanita hamil rentan terhadap keadaan kekurangan oksigen.

Terdapat pula sistem kekebalan tubuh yang melemah, di mana kondisi ini bertujuan agar janin yang sedang berkembang terlindung dari serangan sistem imun ibunya. Di sisi lain, sistem kekebalan tubuh yang lemah membuat ibu hamil rentan terserang penyakit, salah satunya pneumonia.

Pneumonia yang muncul saat kehamilan dapat menimbulkan beberapa tanda dan gejala, antara lain:

  • Sesak napas dan pernapasan yang cepat
  • Nyeri dada
  • Batuk yang semakin parah dari waktu ke waktu
  • Demam, dapat disertai menggigil
  • Keluhan serupa flu dan pilek, seperti sakit tenggorokan, sakit kepala, pegal-pegal
  • Rasa lelah yang berlebihan
  • Mual dan muntah

Jika mengalami tanda-tanda di atas, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Sebaiknya jangan tunda pemeriksaan, terlebih jika ada keluhan seperti nyeri pada dada atau perut, demam tinggi, kesulitan bernapas, muntah-muntah selama 12 jam terakhir, rasa ingin pingsan, kebingungan dan penurunan gerakan janin.

Beberapa wanita lebih rentan terkena pneumonia saat hamil, khususnya jika sebelumnya telah mengalami anemia, asma, penyakit kronis, dan memiliki kebiasaan merokok.

Tips mencegah pneumonia saat hamil

Untuk membantu mencegah munculnya pneumonia saat hamil, berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir
  • Istirahat cukup agar kondisi tubuh tetap segar dan bugar
  • Selalu mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang
  • Berolahraga secara rutin, sesuai dengan kemampuan tubuh atau anjuran yang diberikan oleh dokter
  • Menghindari rokok dan paparan asapnya

Supaya risiko pneumonia saat hamil benar-benar bisa ditekan, ibu hamil juga dianjurkan untuk menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit.

Ibu hamil dapat pula mendapatkan vaksin influenza sesuai dengan anjuran dokter. Selain bermanfaat untuk diri sendiri, vaksin ini juga turut melindungi bayi yang sedang berkembang di dalam perut Anda.

Pneumonia saat hamil bisa menyebabkan komplikasi yang sangat fatal. Meski demikian, penyakit ini bisa dicegah dan diobati apabila gejalanya bisa dikenali sejak dini. Atas dasar itu, pastikan Anda tidak lupa mengontrol kehamilan secara berkala ke dokter agar risiko atau dampak buruk pneumonia bisa dihindari.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar