Sukses

Orang-Orang Ini Rentan Jadi Korban Bullying

Faktanya, beberapa kelompok orang lebih rentan menjadi korban bullying? Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang mendukung.

Klikdokter.com, Jakarta Bullying atau perundungan banyak ditemukan di mana-mana. Perilaku tersebut bisa terjadi di usia berapa pun dan lingkungan mana pun. Bullying juga bisa dengan mudah terjadi di dunia maya (cyberbullying). Ada beberapa kelompok orang yang lebih rentan menjadi korban bullying. Siapa saja mereka?

Seputar bullying

Bullying adalah perilaku agresif yang tidak diinginkan, tapi terjadi pada seorang individu maupun sekumpulan orang. Dalam bullying, terdapat kesan adanya kekuasaan lebih pada satu pihak dan kekerasan yang terjadi diulang berkali-kali. 

Perilaku tidak terpuji ini umumnya dilakukan di sekolah, meski tak menutup kemungkin juga terjadi di lingkungan rumah dan kantor. Dalam sebuah studi pada tahun 2013, National Center for Education Statistics menemukan bahwa bullying masih mengintai anak-anak usia sekolah.

Dalam laporan tersebut, setidaknya, 1 dari 5 anak usia SMP dan SMA mengalami bullying selama di sekolah antara tahun 2012-2013. Sebanyak 6 persen dari anak-anak yang berusia 12-18 tahun itu melaporkan bahwa mereka telah didorong, dibuat tersandung, bahkan diludahi.

Bahkan, 22 persen dilaporkan terluka saat kejadian. Selama itu pula, sebanyak 7 persen pelajar melaporkan pernah mengalami cyberbullying.

Berikutnya, pada tahun 2015, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan bahwa terdapat 20 persen pelajar di Amerika Serikat (AS) kelas 3 SMP hingga kelas 3 SMA mengalami bullying di lokasi sekolah selama satu tahun ke belakang.

Orang-orang yang rentan jadi korban bullying

Semua orang pada dasarnya bisa menjadi korban bullying. Akan tetapi, beberapa faktor risiko dapat membuat seseoarng lebih rentan menjadi korban perundungan, yaitu:

  • Terlihat “berbeda” dari teman-teman yang lain. Misalnya, memiliki berat badan berlebih atau justru kurang, memiliki penampilan rambut yang berbeda, menggunakan pakaian atau kacamata yang tampak beda dari teman lain, atau berasal dari ras, etnis, ataupun agama yang berbeda. Berbeda yang dimaksud bukan berarti selalu “buruk rupa”. Terkadang, seseorang yang terlampau cantik atau tampan juga dapat menjadi sasaran bully.
  • Terlihat lemah dan atau tidak dapat membela dirinya sendiri. Ingat, bullying melibatkan tingkatan superior dan inferior. Saat ada satu orang yang dipandang sebagai makhluk yang lebih “lemah”, ia akan menjadi sasaran kelompok yang lebih superior.
  • Terlihat mengalami depresi, cemas, atau memiliki kepercayaan diri yang rendah. Orang-orang seperti ini akan lebih mudah menjadi sasaran karena terlihat lebih “lemah”. 
  • Memiliki sedikit teman atau kurang populer dibandingkan yang lain. Hal ini sering terjadi di sekolah, saat anak kerap sendirian karena tidak punya banyak teman.
  • Tidak dapat bersosialisasi dengan baik dengan sesama. Serupa dengan tidak punya banyak teman, orang yang sulit bersosialisasi biasanya juga sering sendirian. Karena dianggap “berbeda” inilah, ia rentan jadi target bullying.
  • Menderita suatu gangguan perkembangan maupun mental. Kondisi mental yang berbeda dan dianggap lemah menjadikan seseorang sering menjadi sasaran perundungan.
1 dari 2 halaman

Dampak buruk bullying

Bullying saat ini menjadi musuh bersama yang wajib diberantas. Pasalnya, perilaku ini akan berpengaruh pada kesehatan fisik dalam jangka waktu pendek maupun untuk kemudian hari. Misalnya, memicu cedera fisik, seperti luka, memar, nyeri kepala, atau cacat fisik yang bertahan dalam jangka panjang.

Tak hanya mencederai fisik, perundungan dapat menimbulkan luka psikis pada korban, apalagi bila berlangsung dalam waktu lama. Misalnya, korban akan merasa ketakutan, terancam, dan tidak tenang. Dalam tahap lanjut, korban akan mengalami gangguan mental, gangguan beradaptasi dan sosialisasi, rusaknya kepercayaan diri,  masalah emosi, depresi, hingga yang terburuk adalah kematian.

Selain itu, anak dan remaja yang menjadi tukang bully juga lebih mungkin melakukan penyalahgunaan obat-obatan terlarang, masalah akademis, serta kekerasan di kemudian hari.

Itulah orang-orang yang rentan menjadi korban bullying. Bila Anda menjadi korban bullying, kumpulkan keberanian untuk membela diri dengan melawan atau melaporkan perilaku tersebut. Sikap tersebut akan menyelamatkan Anda dan orang lain yang akan menjadi target bully berikutnya. Apabila efek bullying sudah mengganggu mental, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional, seperti psikiater dan psikolog untuk mencegah kemungkinan terburuk.

[HNS/RN]

0 Komentar

Belum ada komentar