Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Seledri Berpengaruh pada Penyakit Asam Urat, Mitos atau Fakta?

Seledri Berpengaruh pada Penyakit Asam Urat, Mitos atau Fakta?

Seledri kerap dikonsumsi untuk mengatasi gejala asam urat. Apakah hal ini fakta atau hanya mitos belaka?

Klikdokter.com, Jakarta Naiknya kadar asam urat bisa menyebabkan rasa nyeri di persendian. Untuk mencegah dan mengatasi kekambuhannya, beberapa orang kerap memanfaatkan seledri untuk dikonsumsi. Bagaimana faktanya secara medis?

Pengaturan makanan penting untuk penderita asam urat

Asam urat, atau disebut juga gout, adalah kondisi peradangan kronis yang ditandai oleh penumpukan kristal monosodium urat pada sendi dan jaringan. Lokasi nyeri asam urat yang paling umum adalah jempol kaki, meskipun bisa juga terjadi pada persendian lain.

Pada umumnya, gejala asam urat akan timbul secara mendadak di malam hari. Kemudian, gejala tersebut bisa sangat terasa selama 12-14 jam, dan akan mereda dalam waktu kurang lebih 2 minggu.

Meski demikian, pengaturan makanan memainkan peran penting untuk penderita asam urat. Melalui cara ini pula, Anda mungkin dapat mengurangi kadar asam urat dalam darah dan meminimalkan nyeri yang menyakitkan.

Salah satu makanan yang wajib dihindari penderita asam urat adalah makanan tinggi purin, seperti jeroan, daging sapi, daging kambing, serta makanan laut. Penderita asam urat juga tidak disarankan mengonsumsi makanan dengan lemak tinggi (seperti daging berlemak dan santan), serta minum alkohol.

Sebaliknya, memasukkan seledri ke dalam menu makanan penderita asam urat nyatanya baik untuk mengatasi gejala yang dialami.

1 dari 2 halaman

Seledri untuk penderita asam urat

Seledri kerap digunakan sebagai penambah aroma masakan. Tanaman bernama Latin Apium graveolens ini mengandung banyak senyawa tanaman bermanfaat, yang terutama ditemukan dalam bijinya. 

Senyawa yang paling menonjol dan berkontribusi pada meredakan gejala asam urat dalam biji seledri adalah:

  • Luteolin

Senyawa ini telah diteliti reaksinya ketika terjadi peradangan dan produksi asam urat meningkat. 

Para peneliti menemukan dampak luteolin pada oksida nitrat yang dihasilkan dari asam urat. Oksida nitrat adalah senyawa penting dalam tubuh, tapi dapat menghasilkan stres oksidatif dan peradangan dalam jumlah besar. 

Para peneliti menemukan bahwa kandungan luteolin dari biji seledri mengurangi produksi oksida nitrat dari asam urat. 

Luteolin diduga dapat memberikan perlindungan dari peradangan yang disebabkan asam urat pada gout arthritis. Selain itu, luteolin adalah flavonoid yang secara langsung dapat mengurangi produksi asam urat.

  • 3-n-butylphthalide (3nB)

Dalam sebuah studi baru-baru ini, para peneliti menemukan bahwa pemberian 3nB pada sel-sel tertentu dapat mengurangi stres oksidatif. Hasil ini menunjukkan bahwa biji seledri dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri yang disebabkan oleh asam urat.

  • beta-selinene

Sebuah studi menunjukkan bahwa beta-selinene memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Meski belum diujikan kepada seledri secara khusus, peneliti percaya beta-selinene di dalam seledri punya manfaat serupa. 

Selain tiga zat di atas, masih ada beberapa senyawa lain dalam biji seledri yang dapat menunjukkan sifat antioksidan dan anti-inflamasi lainnya. Gabungan semuanya dapat sangat bermanfaat untuk mengurangi peradangan pada kondisi seperti asam urat.

Dengan demikian, kandungan yang dijumpai dalam seledri mampu meredakan peradangan yang terjadi pada penderita asam urat. Untuk itu, tidak ada salahnya menambahkan seledri ke dalam menu harian. Selain dimakan mentah, membuat jus seledri juga bisa menjadi pilihan. Tambahkan madu agar rasanya tidak terlalu tajam. 

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar