Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Tomat Bisa Meningkatkan Kualitas Sperma, Ini Mitos atau Fakta?

Tomat Bisa Meningkatkan Kualitas Sperma, Ini Mitos atau Fakta?

Banyak yang mengatakan bahwa tomat baik untuk kesuburan pria dengan cara meningkatkan kualitas sperma. Benarkah fakta medisnya demikian?

Klikdokter.com, Jakarta Baru-baru ini sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi tomat setiap hari mendatangkan manfaat untuk kesuburan pria, yaitu dengan cara meningkatkan kualitas sperma.

Infertilitas atau gangguan kesuburan adalah masalah reproduksi pada pria yang cukup sering terjadi. Data yang ada menyebut, 1 dari 20 pria mengalami gangguan ini.

Gangguan kesuburan pada pria bisa terjadi akibat adanya kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi dimaksud antara lain: varikokel, tumor, infeksi, kadar hormon tidak seimbang, dan cacat fisik seperti penurunan testis yang tidak sempurna.

Tidak hanya itu, pria juga bisa mengalami gangguan kesuburan apabila berurusan dengan hal-hal berikut ini:

  • Merokok dan minum alkohol berlebihan
  • Kurang aktivitas fisik atau olahraga
  • Sering memakai celana atau pakaian dalam yang sempit
  • Stres berlebihan
  • Kurang nutrisi

Akibat adanya gangguan kesuburan, kemungkinan seorang pria untuk membuat pasangan wanitanya hamil menjadi sangat berkurang. Untungnya, kondisi ini bisa diatasi dengan:

  • Menerapkan haya hidup sehat, termasuk memperbanyak aktivitas fisik dan mengenakan celana serta pakaian dalam yang longgar.
  • Mampu mengelola stres dengan baik, dengan melakukan hobi yang disenangi atau bermeditasi.
  • Menghindari rokok, alkohol, dan konsumsi makanan siap saji (junk food).

Selain dengan cara-cara sederhana di atas, gangguan kesuburan pada pria konon juga dapat diatasi dengan konsumsi tomat secara rutin. Benarkah demikian?

Khasiat tomat dalam meningkatkan kesuburan pria

Beberapa penelitian yang telah dilakukan beberapa tahun silam menemukan bahwa bahwa likopen, pigmen merah yang ditemukan pada tomat, dapat meningkatkan jumlah sperma hingga 70 persen. Temuan ini ternyata dikonfirmasi oleh studi yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal medis “European Journal of Nutrition”.

Pada studi terbaru tersebut, tim peneliti menguji sperma 60 partisipan pria selama 12 minggu. Mereka dipilih secara acak dan diberkan suplemen yang mengandung 14 mg lactolycopene atau pil plasebo. Hasilnya menunjukkan, pria yang sering mengonsumsi mengonsumsi suplemen yang mengandung likopen tersebut memiliki kualitas sperma yang baik.

Dalam hal ini, peneliti menyebut bahwa likopen pada tomat mampu meningkatkan jumlah sperma hinga 40 persen, dengan tingkat motilitas dan kemampuan “berenang” yang lebih baik.

Terkait manfaat tersebut, para ahli percaya bahwa likopen pada tomat mampu memberikan efek antioksidan yang mampu mencegah kerusakan pada sperma. Sehingga, sel sperma jadi lebih berkualitas karena memiliki jumlah, ukuran, dan bentuk yang sempurna.

Nah, bagi pria yang ingin merasakan manfaat tersebut bagi kesehatan reproduksinya, anjurannya adalah dengan mengonsumsi tomat yang telah dimasak. Pasalnya, proses pemanasan tomat (bahkan hanya 15 menit) dapat meningkatkan konsentrasi likopen di dalamnya, sehingga kadarnya meningkat hingga 170 persen. Wow!

Meski demikian, Anda tetap dapat mendapatkan manfaat sehat tomat bila dikonsumsi mentah, misalnya sebagai campuran salad atau dibuat jus.

Fakta yang ada menyebut bahwa konsumsi tomat mentah yang telah dicuci bersih secara rutin dan teratur mampu menurunkan risiko kanker prostat hingga 11 persen.

Tidak hanya itu, konsumsi tomat mentah juga bisa memberikan asupan vitamin C yang tinggi bagi tubuh, sehingga sistem kekebalan tubuh bisa optimal. Hasilnya, Anda pun jadi tak mudah terserang penyakit infeksi.

Meski demikian, tetap perlu ada penelitian lanjutan dalam skala yang lebih besar dan memperhatikan berbagai aspek, untuk bisa memastikan apakah tomat bisa dijadikan salah satu terapi pendukung dalam mengatasi gangguan kesuburan pada pria.

Bagi pria yang ingin meningkatkan kualitas sperma sekaligus kesuburannya, cobalah konsumsi tomat secara rutin, baik mentah maupun yang sudah dimasak, dikonsumsi sebagai salad, jus, campuran masakan, maupun saus. Agar hasilnya optimal, imbangi dengan pola makan sehat, tidur cukup, hindari kebiasaan buruk seperti merokok dan minum minuman beralkohol, serta mampu mengelola stres dengan baik.

(NB/RN)

0 Komentar

Belum ada komentar