Sukses

Tips Membantu Anak Pemalu Jadi Lebih Berani

Anda memiliki anak pemalu? Beberapa tips berikut mungkin dapat menolong anak pemalu agar lebih berani.

Orang tua tentu akan bangga dan senang bila anaknya tumbuh menjadi anak yang berani, percaya diri, pandai bersosialisasi serta berani tampil mengutarakan pendapat. Akan tetapi, tak dimungkiri ada pula anak pemalu yang cenderung lebih pendiam.

Anak pemalu awalnya enggan bersosialisasi. Biasanya ia memerlukan waktu untuk mengenali orang-orang dan situasi di sekitarnya sebelum menjadi lebih luwes. Karakter anak seperti ini lebih tepat disebut sebagai anak yang “slow to warm up”.

Kendati tidak ada yang salah dengan temperamen yang cenderung “slow to warm up”, orang tua kerap khawatir akan kondisi ini. Mereka khawatir hal ini akan mengganggu kemampuan sosialisasi anak di masa depannya.

Oleh sebab itu, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk membuat anak pemalu menjadi berani:

1 dari 5 halaman

1. Persiapan Lebih Matang

Hari pertama, baik sekolah maupun kursus, akan jadi tantangan yang berarti bagi anak yang pemalu. Karena itu, agar anak tidak kaget, Anda dan anak bisa datang lebih awal ketimbang anak lainnya.

Cara membuat anak pemalu menjadi berani salah satunya dengan memberikan ia kesempatan untuk mengenali lingkungannya terlebih dahulu dan membantunya mempersiapkan diri. Selain itu, Anda juga perlu memberitahu anak apa yang akan terjadi di lingkungan baru yang akan dihadapinya.

Artikel Lainnya: Anak Jarang Bicara, Perlukah Khawatir?

Misalnya, Anda akan membawa anak ke pertemuan keluarga. Jauh-jauh hari sebelumnya, beritahu anak mengenai pertemuan tersebut. Beritahu juga siapa saja yang akan ditemui di sana.

Ajarkan anak cara berkenalan dengan teman atau sepupu yang baru bertemu. Dengan demikian, anak akan merasa lebih siap.

2. Tanyakan Hal-Hal Apa Saja yang Membuat Anak Malu

Tidak jarang, anak pemalu enggan untuk mengungkapkan apa yang ia inginkan ataupun yang tidak. Cara menghadapi anak yang pemalu pada kasus ini adalah dengan mengajaknya berdiskusi.

Ajaklah ia untuk menceritakan masalahnya dan tanyakan apa saja yang membuat si Kecil mudah merasa malu. Dengan demikian, Anda dapat menentukan cara untuk mengatasi hal ini.

Selain itu, anak akan merasa memiliki tempat untuk mencurahkan isi hatinya. Seiring berjalannya waktu, hal ini akan memberikan keberanian kepada si Kecil untuk memulai berkomunikasi dengan orang lain.

2 dari 5 halaman

3. Ingatkan Ada Teman yang Dikenalnya

Cara mengatasi anak pemalu berikutnya adalah memberitahu anak bahwa ia akan menemui temannya yang dia kenal di sekolah atau kelas barunya. Hal ini akan membuat si Kecil lebih berani dan percaya diri karena ia tidak merasa sendirian.

Artikel Lainnya: Anak Introver dan Pemalu Itu Beda, Lho!

Bila memang tak ada satu pun yang dikenalnya, sampaikan dengan jujur. Namun, tenangkan si Kecil dan ingatkan bahwa seiring berjalannya waktu, orang ‘asing’ itu pun akan menjadi temannya.

4. Hindari Melabeli Anak

Hindari melabeli anak dengan kata pemalu. Melabeli anak hanya akan membuatnya merasa ada yang salah dengan dirinya. Cara menghadapi anak pemalu dengan tidak melabelinya juga berlaku saat sedang di depan umum.

Jika seseorang menyebut anak Anda pemalu, Anda dapat menjawab dengan pernyataan, “Adik perlu pemanasan dulu. Sebentar lagi dia akan ikut bermain dengan gembira”.

Ungkapan tersebut akan membuat anak merasa Anda mengerti apa yang dirasakannya dan memicunya untuk beradaptasi dengan kondisi.

3 dari 5 halaman

5. Jangan Membanding-bandingkan Anak

Anda mungkin tergoda untuk membandingkan anak Anda yang pemalu dengan saudaranya atau teman sekolahnya yang lebih berani.

Meski tujuan Anda adalah memotivasinya untuk lebih berani, hal ini tentu tidak benar. Tindakan membandingkan anak pemalu dengan anak lain malah akan membuatnya merasa tidak percaya diri.

Artikel Lainnya: Pentingnya Mengajarkan 3 Kata “Ajaib” Ini pada Anak

6. Berlatih di Rumah

Kemampuan sosialisasi anak dapat dilatih sejak di rumah. Kegiatan yang bisa Anda lakukan, misalnya show-and-tell dan mengajak anak untuk mempresentasikan sesuatu di depan orang tuanya saat di rumah.

Aktivitas tersebut dapat membantu anak merasa lebih nyaman dan percaya diri saat presentasi di sekolah.

Anda juga dapat membantunya menentukan topik pembicaraan. Sebab, mulai mengobrol dengan teman bisa jadi sesuatu yang sulit bagi anak yang pemalu.

Maka dari itu, Anda dapat mengajak anak berdiskusi tiga atau empat hal yang digemari untuk dijadikan topik awal pembicaraan dengan teman barunya.

4 dari 5 halaman

7. Berikan Contoh Secara Langsung

Cara termudah untuk mengajarkan anak yang pemalu lebih percaya diri adalah dengan memberikan contoh secara langsung. Anak cenderung belajar dari apa yang dilihatnya. Berilah contoh seperti bersikap ramah kepada orang yang dikenal atau menyapa tetangga ketika berpapasan.

8. Berikan Pujian

Saat anak yang pemalu mulai tampak berani menyapa seseorang atau berbicara dengan orang lain, sampaikan pujian dan apresiasi Anda dengan cara yang tepat.

Anda dapat mengatakan “Ibu senang melihatmu menyapa teman baru tadi. Kamu lihat tidak dia tadi tampak senang waktu kamu ajak bicara?” Kalimat sejenis akan membuat anak termotivasi untuk semakin berani.

Beberapa kiat di atas dapat Anda tempuh sebagai cara menghadapi anak yang pemalu agar jadi lebih berani dan siap bersosialisasi. Ingat, dalam prosesnya tentu memerlukan kesabaran. Tak jarang, orang tua pun harus siap untuk menemani pada beberapa kondisi khusus.

Akan tetapi, bila didampingi secara terus-menerus, tindakan-tindakan di atas akan berbuah hasil yang positif. Anak pemalu pun bisa menjadi anak berani dan mampu berbaur dengan teman sebaya dan lingkungannya.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar