Sukses

Sebelum Memutihkan Gigi, Kenali Dulu Efek Sampingnya

Memutihkan gigi memang tergolong perawatan yang cukup aman. Namun, sejumlah efek samping mungkin saja terjadi.

Klikdokter.com, Jakarta Gigi putih berkilau akan membuat senyum tampak lebih cerah dan memukau. Tak heran banyak orang kini yang tertarik untuk memutihkan gigi. Tapi sebelum melakukan perawatan gigi yang satu ini, Anda perlu tahu efek sampingnya.

Prosedur memutihkan gigi, atau yang dikenal dengan istilah bleaching, harus dilakukan oleh dokter gigi. Bila dilakukan oleh ahlinya, tentu risiko terjadi kesalahan akan dapat dihindari. Meski demikian, setiap perawatan yang menggunakan bahan kimia tetap saja dapat menimbulkan efek samping.

Efek Samping Akibat Memutihkan Gigi

Beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah melakukan perawatan memutihkan gigi, di antaranya:

  • Sensitivitas gigi

Salah satu efek samping yang sering terjadi adalah timbulnya sensitivitas pada gigi. Rasa sensitif ini mungkin akan muncul selama proses perawatan dan biasanya berlangsung selama beberapa hari. 

Penyebab munculnya rasa sensitif adalah karena paparan lapisan dentin selama perawatan. 

Tingkat sensitivitas yang akan dirasakan berkaitan langsung dengan komponen bahan pemutih peroksida dan lama bahan tersebut berkontak dengan gigi. Teknik perawatan yang digunakan juga turut memengaruhi.

 Jika Anda seorang pemilik gigi sensitif, sebaiknya sampaikan hal tersebut pada dokter gigi yang akan merawat gigi Anda. Dengan demikian, dokter gigi dapat menyesuaikan produk yang digunakan untuk membantu mengurangi tingkat sensitivitas pada gigi Anda.

  • Iritasi Jaringan Lunak

Kondisi ini dapat terjadi jika bahan pemutih terkena langsung dengan jaringan gusi selama proses pemutihan. Ketika terjadi iritasi jaringan lunak, gusi Anda biasanya akan tampak berwarna putih segera setelah bersentuhan dengan bahan pemutih yang digunakan.

Jaringan yang terkena memang akan kembali normal segera setelah terkena bahan pemutih. Meski demikian, kontak yang terlalu lama dengan gel pemutih gigi atau larutan pada jaringan gusi dapat menyebabkan peradangan dan kemerahan pada area yang terpapar. 

Dalam kasus yang lebih parah, iritasi jaringan lunak akibat bahan pemutih dapat menimbulkan perdarahan dan nyeri pada jaringan gusi.

  • Mempengaruhi struktur gigi

Umumnya perawatan untuk memutihkan gigi menggunakan bahan yang mengandung zat hydrogen peroxide. Zat pemutih tersebut merupakan komponen aktif yang secara kimiawi berpotensi menyebabkan perubahan struktural pada enamel gigi. 

Enamel sendiri merupakan lapisan terluar dari gigi yang berfungsi untuk melindungi gigi dari berbagai kerusakan. 

Risiko lain yang dapat terjadi antara lain erosi gigi, degradasi mineral gigi, peningkatan kerentanan terhadap demineralisasi, hingga kerusakan pulpa.

Hasil yang tidak sesuai

Saat melakukan prosedur memutihkan gigi, tentu Anda berharap bisa mendapatkan gigi yang putih cemerlang. Meski demikian, warna gigi Anda sebelum menjalani prosedur tersebut turut mempengaruhi hasil akhir yang Anda dapatkan. 

Jika, warna gigi Anda sebelum perawatan cukup gelap atau kondisinya berat, maka perubahan warna setelah perawatan bisa jadi tidak akan terlihat jauh berbeda. Untuk itu, diperlukan beberapa kali proses pemutihan hingga warna putih yang didapat benar-benar meningkat.

Sayangnya, bila Anda terlalu sering melakukan prosedur pemutihan gigi, lama kelamaan gigi akan tampak berwarna abu-abu atau transparan. Jadi, sebaiknya konsultasikan lagi keinginan Anda dengan dokter gigi yang merawat.

Selain efek samping yang mungkin muncul karena bahan kimia yang digunakan, ada hal lain yang juga perlu Anda perhatikan sebelum melakukan prosedur ini. Orang dengan masalah gigi tertentu, sebaiknya tidak melakukan prosedur pemutihan gigi.

Misalnya, orang dengan gigi berlubang. Dokter gigi perlu memastikan kondisi gigi Anda terlebih dahulu. Bila ada tambalan yang rusak, maka perlu dilakukan perawatan gigi atau memperbaiki tambalan terlebih dahulu.

Meskipun memutihkan gigi tergolong prosedur yang aman, bahan kimia yang digunakan tetap saja bisa menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, sebelum melakukan prosedur ini, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar