Sukses

Ini Bahayanya Jika Abu Rokok Kena Mata

Larangan merokok saat berkendara bukan sekadar untuk ketertiban lalu lintas. Nyatanya, ada bahaya yang bisa terjadi saat abu rokok kena mata pengendara lain.

Anda pernah mengalami pengalaman menyakitkan terkena abu rokok yang masuk mata di jalan? Ini bisa terjadi ketika Anda berada di belakang pengendara motor yang merokok, lalu abunya terbang dan masuk ke matanya. Insiden tersebut tentu bisa berbahaya bagi fungsi penglihatan dan berisiko sebabkan kecelakaan.

Sekadar mengingatkan, larangan merokok saat berkendara motor tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 12 tahun 2019 pasal 6. Bunyinya: “Pengemudi dilarang merokok dan melakukan aktivitas lain yang mengganggu konsentrasi ketika sedang mengendarai motor.”

Larangan itu berlaku untuk semua pengemudi kendaraan bermotor, sesuai dengan pasal 283 Undang-Undang No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ancaman pidana pun tak main-main. Para pelanggar dikenai denda Rp750 ribu atau hukuman pidana tiga bulan penjara.

1 dari 3 halaman

Bahaya Abu Rokok Kena Mata

Sudah cukup pembahasan tentang larangan merokok saat berkendara, mari ketahui apa saja bahaya abu rokok kena mata.

Artikel Lainnya: Apa Itu Perokok Tangan Ketiga?

Sebenarnya mata punya mekanisme pertahanan sendiri. Kalau ada benda asing, mata langsung cepat menutup. Tapi, jika ada yang berhasil masuk ke mata, hal yang pertama kali terjadi adalah iritasi mekanik. Ini mirip luka di kulit, seperti lecet.

Tidak sekadar itu, mata yang kemasukan abu rokok juga bisa mengalami dampak buruk berikut ini:

1. Luka di Kornea Mata

Ketika abu rokok masuk mata, gangguan yang juga bisa terjadi adalah luka di kornea. Dalam bahasa medis, kondisi ini disebut ulkus kornea.

Jika kena di kornea, bisa timbul rasa nyeri dan berakhir menjadi luka atau ulkus. Dan apabila berlanjut, dapat menjadi infeksi. Itulah mengapa bahaya abu rokok kena mata tidak boleh disepelekan.

2. Hifema

Hifema terjadi ketika terdapat perdarahan di bilik depan mata. Anda harus segera berobat ke dokter jika darah sudah menutupi pandangan.

Apabila partikel abu rokoknya cukup besar, maka bisa menyebabkan perdarahan bilik depan mata atau hifema. Jika darahnya sedikit, bisa diserap sendiri oleh mata. Tapi kalau darahnya banyak hingga mengaburkan penglihatan, itu harus segera ditangani dokter.

3. Glaukoma Traumatik

Ini adalah kondisi paling parah yang bisa terjadi akibat mata kelilipan abu rokok. Bahkan, glaukoma traumatik bisa membuat penderita kehilangan fungsi penglihatan secara permanen.

Artikel Lainnya: Bahaya Merokok atau Menghirup Asap Rokok Saat Hamil

2 dari 3 halaman

Cara Mengatasi Mata yang Terkena Abu Rokok

Sekarang Anda sudah tahu, kan, apa saja bahaya abu rokok kena mata? Nah, berikut adalah cara yang dapat Anda lakukan jika abu rokok masuk mata:

  • Hindari Mengusap Mata Langsung

Sesaat setelah kelilipan, orang cenderung mengusap mata dengan lengan baju ataupun dengan jari langsung tanpa sadar kuman-kuman yang ada di barang atau jari tersebut. Hal seperti ini dapat menimbulkan mata merah, iritasi, dan infeksi.

  • Bilas dengan Air Mengalir

Segeralah basuh mata dengan air mengalir. Akan tetapi, Anda harus memastikan bahwa air tersebut bersih. Sebab, air yang kotor dapat menyebabkan mata menjadi iritasi.

  • Gunakan Artificial Tears

Setelah membilas mata dengan air bersih dan mengalir, gunakanlah obat tetes mata yang steril guna membersihkan bola mata sehingga terhindar dari iritasi dan infeksi.

Perhatikan kondisi mata dengan saksama. Jika tampak sangat merah, bengkak, terasa silau saat melihat, atau bahkan tidak bisa melihat, lebih baik langsung ke dokter. Jangan menunggu hingga keluhan yang lebih parah muncul.

Selain melanggar aturan, merokok saat berkendara bisa membahayakan orang-orang di sekitar. Abu rokok yang masuk ke mata tak hanya bisa membahayakan fungsi penglihatan, tapi juga berisiko menyebabkan kecelakaan. Misalnya, jika kelilipan abu rokok saat mengendarai motor dengan kecepatan cukup tinggi.

Masih punya pertanyaan mengenai topik ini? Silakan berkonsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi KlikDokter. 

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar