Sukses

Kiat Atasi Permasalahan Bintil Putih di Kulit

Adanya bintil-bintil putih di kulit atau milia pastinya bisa merusak penampilan. Tak perlu frustasi, begini kiat tepat untuk mengatasinya.

Klikdokter.com, Jakarta Gangguan kulit di wajah tak cuma komedo dan jerawat, tetapi ada juga bintil-bintil putih atau disebut sebagai milia. Sama-sama bisa bikin frustasi, ada beberapa kiat tepat untuk mengatasi permasalahan kulit tersebut.

Kondisi milia atau kista milium ditandai dengan munculnya beberapa benjolan kecil yang keras dan terlihat seperti komedo putih. Biasanya, milia muncul pada sekitar mata, mulut, hidung, atau pipi.

Tidak seperti jerawat dan beruntusan yang terjadi akibat pori-pori tersumbat oleh minyak, bakteri, atau pengaruh hormonal, munculnya milia disebabkan oleh keratin atau serpihan kulit yang menumpuk dan terperangkap.

Dijelaskan oleh dr. Seruni Mentari Putri dari KlikDokter, kondisi milia sebenarnya lebih sering dialami oleh bayi baru lahir. Penyebab pastinya belum diketahui. Milia pada bayi sering disalahartikan sebagai jerawat bayi, yang dipicu oleh hormon dari ibunya. Padahal, keduanya berbeda. Milia tidak menyebabkan peradangan atau membesar. Bayi dengan milia umumnya memiliki kondisi tersebut saat dilahirkan, sedangkan jerawat bayi biasanya baru muncul 2-4 minggu setelah lahir.

Pada anak berusia lebih besar atau dewasa, milia sering dihubungkan dengan beberapa jenis kerusakan pada kulit seperti:

  • Melepuh karena kondisi kulit seperti epidemolysis bullosa, cicatricial pemphigoid, atau porphyria cutanea tarda.
  • Luka lepuh seperti terkena poison ivy.
  • Luka bakar.
  • Kerusakan akibat sinar matahari jangka panjang.
  • Penggunaan krim steroid jangka panjang.
  • Efek samping prosedur kecantikan tertentu seperti dermabrasi atau laser resurfacing.

Milia juga bisa muncul jika kulit kehilangan kemampuan alaminya untuk mengelupas (eksfoliasi) karena penuaan.

Meski tergolong tidak berbahaya, milia yang muncul pada area wajah bisa mengganggu penampilan dan tak sedikit yang merasa minder karenanya.

Kiat mengatasi milia

Pada bayi, tidak ada pengobatan untuk milia. Bintil tersebut biasanya akan hilang dengan sendirinya selama beberapa minggu ke depan.

Pada anak-anak yang berusia lebih besar atau orang dewasa, milia bisa hilang dalam hitungan beberapa bulan. Bila bintil-bintil putih tersebut menyebabkan ketidaknyamanan, ada beberapa cara yang bisa efektif untuk mengatasinya.

  • Kenakan pakaian yang menyerap keringat

Jika milia timbul di kulit tubuh, salah satu cara mengatasinya adalah dengan melakukan pencegahan.

“Salah satu penyebab yang disebut-sebut bisa menimbulkan risiko terjadinya milia adalah biang keringat. Keringat yang menempel pada baju dan tidak diserap dengan baik oleh pakaian bisa menempel pada tubuh, menyebabkan bakteri tinggal di permukaan kulit, sehingga timbul milia. Untuk mencegahnya, Anda diimbau untuk mengenakan pakaian dengan bahan mudah menyerap keringat,” ujar dr. Seruni.

Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk membawa baju ganti bila termasuk mudah berkeringat.

  • Mandi secara rutin

Umumnya Anda dianjurkan untuk mandi dua kali dalam sehari. Namun, dalam kondisi tertentu, Anda diminta untuk mandi lebih dari dua kali. Misalnya sehabis beraktivitas yang mengeluarkan banyak keringat seperti berolahraga, meski sebelumnya sudah mandi.

Anda bisa menggunakan sabun antiseptik, terutama jika banyak beraktivitas di luar ruangan.

  • Eksfoliasi kulit

Pengangkatan sel-sel kulit mati (eksfoliasi) bisa membantu kulit bebas dari iritan yang dapat memicu milia.

“Anda bisa melakukan metode ini di rumah dengan scrub atau gel peeling sebanyak dua kali dalam seminggu. Pilihlah produk yang mengandung asam salisilat dan asam sitrat agar penyembuhan makin cepat,” jelas dr. Seruni.

  • Sauna

Suhu panas seperti pada sauna dapat membantu membuka pori-pori tubuh, sehingga serpihan kulit bisa terlepas. Setelah 5-10 menit sauna, Anda bisa menepuk-nepuk area kulit yang ditumbuhi milia dengan handuk bersih, lalu bilas dengan air suam kuku untuk menghilangkan sisanya.

Cara lainnya yang juga bisa dipertimbangkan adalah: krioterapi, mengeluarkan isi milia dengan metode deroofing, retionoid oles, chemical peels, ablasi laser, menghancurkan kista dengan suhu tinggi lewat prosedur diathermy, atau penghancuran kista lewat prosedur bedah. Semuanya harus dilakukan oleh dokter spesialis kulit profesional.

Milia tidak menyebabkan masalah jangka panjang. Pada bayi baru lahir, kista umumnya akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu setelah lahir. Meski milia pada anak usia lebih besar atau orang dewasa lebih lama untuk hilang, tetapi bintil-bintil kulit tersebut tidak berbahaya. Bila setelah melakukan cara-cara alami di atas milia tak juga menghilang, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

(RN)

0 Komentar

Belum ada komentar