Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Waktu yang Tepat untuk Berhubungan Seks Setelah Melahirkan

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Waktu yang Tepat untuk Berhubungan Seks Setelah Melahirkan

Kembali berhubungan seks setelah melahirkan sering bikin waswas sejumlah pasangan. Kapan waktu yang tepat untuk melakukannya?

Klikdokter.com, Jakarta Perubahan hormon selama kehamilan dan persalinan menimbulkan banyak perubahan dalam tubuh wanita, sehingga bisa memengaruhi kehidupan seks dengan pasangan. Setelah melahirkan, kapan waktu yang tepat untuk berhubungan seks lagi?

Pascapersalinan, wanita tentu sibuk mengurus bayi dan seks dengan pasangan sering terlupakan. Khususnya pada wanita yang melewati persalinan normal, tak sedikit yang masih ingat “perjuangannya” dan khawatir jahitan akan lepas. Selain itu, proses menyusui juga dapat menurunkan libido wanita.

Meski demikian, seks adalah hubungan biologis yang dibutuhkan tiap pasangan, sehingga perlu tahu kapan sebaiknya seks bisa kembali dilakukan.

Kapan waktu yang tepat untuk kembali berhubungan seks setelah melahirkan?

Tidak ada waktu pasti untuk seorang wanita bisa kembali berhubungan intim dengan suaminya. Namun, ahli medis merekomendasikan 4-6 minggu setelah persalinan normal.

Bila sang ibu mengalami robekan vagina sehingga harus dijahit, baiknya menunggu lebih lama. Karena bila terlalu dini, seks dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti perdarahan dan infeksi rahim.

Pada wanita yang melalui persalinan sesar, sebaiknya tunggu sampai jahitan bekas operasi benar-benar kering.

Walaupun dokter sudah memberi lampu hijau untuk kembali melakukan seks pasca melahirkan, tak perlu buru-buru. Perhatikan kondisi fisik dan mental masing-masing pasangan. Ingat, tubuh perlu waktu untuk memulihkan diri dan menyesuaikan terhadap kehadiran bayi, misalnya berkurangnya jam tidur dan perubahan rutinitas harian.

Kendala seks yang sering terjadi

Sebuah studi pada tahun 2005 menemukan, 83 mengalami masalah seks pada 3 bulan pertama setelah melahirkan. Namun, angka ini makin menurun seiring berjalannya waktu.

Beberapa masalah yang paling sering ditemukan yang berkaitan dengan seks setelah melahirkan adalah:

  • Vagina kering
  • Elastisitas vagina berkurang
  • Perdarahan 
  • Nyeri 
  • Kelelahan
  • Hasrat seks menurun
  • Kurang percaya diri akibat perubahan bentuk tubuh
1 dari 3 halaman

Tips aman dan nyaman berhubungan seks usai melahirkan

Walau demikian, jangan biarkan hal-hal di atas menjadi penghalang. Ada beberapa tips untuk mengurangi nyeri atau ketidaknyamanan saat berhubungan seks dengan suami pasca melahirkan.

  • Gunakan lubrikan. Lubrikan dapat membantu mengatasi nyeri akibat vagina yang kering.
  • Tingkatkan foreplay. Durasi foreplay yang lebih lama diharapkan dapat memmicu vagina untuk memproduksi pelumas alami agar tidak nyeri saat berhubungan seks.
  • Eksperimen. Diskusikan dengan pasangan cara-cara alternatif seks selain lewat vagina, misalnya dengan pijatan atau seks oral. Jangan takut memberi tahu pasangan mana yang terasa nyaman dan tidak.
  • Atur waktu. Tentukan waktu untuk berhubungan seks saat Anda dan pasangan sedang tidak sedang terlalu lelah atau cemas.
  • Lakukan senam Kegel. Lahir normal melalui vagina dapat meregangkan atau melukai otot-otot dasar panggul yang menopang organ-organ penting seperti rahim, kandung kemih, dan usus. Untuk menguatkan kembali otot-otot tersebut, lakukan senam Kegel selama 3 detik dan istirahat selama 3 detik. Ulangi 10-15 kali secara berturut-turut, setidaknya 3 kali sehari.
2 dari 3 halaman

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Hormon berperan penting dalam pemulihan tubuh setelah melahirkan dan kembali normalnya aktivitas seksual. 

Sesaat setelah melahirkan, kadar estrogen turun ke level sebelum hamil. Saat menyusui, level estrogen ini semakin menurun, bahkan lebih rendah dari saat sebelum hamil.

Estrogen berfungsi membantu produksi cairan vagina agar tidak kering. Sehingga, menurunnya estrogen berpengaruh kepada kekeringan vagina yang dapat menyebabkan iritasi, nyeri, bahkan perdarahan saat berhubungan seks. Hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi pada wanita.

Proses persalinan normal juga dapat meregangkan otot dan liang vagina, tetapi ini hanya sementara. Otot-otot ini perlu waktu untuk pulih ke kekuatan dan stabilitas seperti sedia kala.

Pada persalinan sesar, proses persalinannya pun bisa memengaruhi sensasi pada vagina. Masalah hormonal tubuh yang sama menyebabkan vagina menjadi  tipis dan kering, sehingga memicu nyeri saat seks. Selain itu, juga butuh waktu pemulihan dari luka jahitan di perut untuk bisa kembali melakukan aktivitas seksual. Setelah tubuh dan hormon sudah kembali menyesuaikan, hasrat dan kenikmatan berhubungan seks bisa kembali normal.

Lakukan seks dengan aman

Banyak pasangan yang “kecolongan”, dalam arti wanita hamil lagi beberapa bulan setelah melahirkan. Para ahli merekomendasikan untuk memberi jarak antara persalinan dengan kehamilan berikutnya, yaitu minimal 18 bulan.

Jarak hamil yang terlalu dekat dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan cacat lahir. Maka dari itu, perlu direncanakan program KB yang sesuai setelah melahirkan.

Menyusui ASI secara eksklusif dapat menjadi cara pencegahan kehamilan yang 98 persen efektif. Namun, beberapa penelitian mengatakan, efektivitas menyusui dalam mencegah kehamilan masih beragam pada setiap orang. 

Agar lebih aman untuk mencegah kehamilan, gunakan alat kontrasepsi seperti kondom, IUD, atau implant. Alat kontrasepsi yang mengandung hormon seperti pil atau suntik tidak disarankan karena dapat menghambat produksi ASI.

Menjaga keintiman dengan pasangan pasca melahirkan adalah hal penting dalam memenuhi kebutuhan biologis sekaligus menjaga keharmonisan. Meski secara medis waktu yang tepat untuk kembali berhubungan seks adalah 6 minggu setelah melahirkan, tetapi sebenarnya tidak ada standar waktu yang baku. Itu semua bergantung pada kesiapan fisik dan mental tiap wanita, serta komunikasi dengan pasangan.

(RN)

0 Komentar

Belum ada komentar