Sukses

9 Cara Mengatasi Stres di Kantor

Stres di kantor sering kali tak bisa dihindari. Namun jangan pasrah, ada banyak cara untuk mengatasinya agar tak sampai memengaruhi fisik dan psikis Anda.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi kebanyakan pekerja kantoran, stres akibat beban kerja dan dikejar tenggat sulit untuk dihindari. Belum lagi faktor lain seperti atasan yang galak atau teman kerja tukang gosip, tentu bisa makin sulit untuk menenangkan pikiran. Namun jangan pasrah, ada banyak cara untuk mengatasi stres di kantor agar tak sampai memengaruhi kondisi fisik dan psikis Anda.

Stres karena pekerjaan dapat mengganggu kinerja seseorang hingga menyebabkan produktivitas dan kreativitas Anda menurun. Bahkan, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa stres di tempat kerja termasuk ke dalam kategori penyakit.

Itu sebabnya, penting sekali mengetahui tanda dan gejala stres akibat pekerjaan. Mengenali gejala sejak dini sangat penting untuk mencegah keterlambatan diagnosis.

Dengan mengenali lebih dini gejala stres akibat pekerjaan, tindakan intervensi seperti konseling ke psikolog atau evaluasi beban pekerjaan bisa dilakukan. Anda pun bisa mencegah terjadinya dampak yang lebih parah.

Tanda dan gejala stres di kantor akibat pekerjaan

Tanda-tandanya bisa terlihat pada fisik, psikologis, dan perilaku. Uraiannya adalah sebagai berikut:

  • Gejala fisik: kelelahan, ketegangan otot, sakit kepala, berdebar, dan sulit tidur. Bisa juga muncul saluran cerna seperti nyeri ulu hati, diare, dan sulit buang air besar atau sembelit.
  • Gejala psikologis: depresi, kecemasan, iritabilitas, pesimistis, hilang semangat, dan mudah panik. Anda juga bisa merasa sulit berkonsentrasi dan membuat keputusan.
  • Perubahan perilaku: sering tidak masuk kerja, berkurangnya kreativitas dan insiatif, gangguan hubungan interpersonal, perubahan suasana hati, frustasi, malas bergaul, dan hilangnya ketertarikan terjadap berbagai hal.
1 dari 3 halaman

Cara mengatasi stres di kantor

Karena stres di kantor terbilang sulit dihindari, Anda harus pintar-pintar mengelolanya.

“Pertama-tama, lakukan evaluasi diri dan identifikasi apa saja penyebab stres yang dialami,” kata dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter. Selajutnya, atasi stres di kantor dengan cara ini:

  1. Memulai hari dengan benar

Banyak orang yang belum sampai kantor dan mulai bekerja, tapi sudah mengalami stres. Pemicunya bisa banyak hal, mulai dari jalanan yang macet, anak-anak rewel, hingga kurang tidur. Untuk menghindarinya, mulailah hari dengan sarapan sehat, perencanaan yang  matang, dan perilaku positif.

  1. Jangan menunda-nunda pekerjaan

“Jika ada hal yang bisa dimodifikasi, misalnya tidak menunda-nunda pekerjaan hingga pekerjaan menumpuk, Anda dapat mencoba untuk mengubah kebiasaan buruk tersebut. Namun, jika Anda merasa usaha sudah maksimal, tapi beban kerja Anda memang terlalu tinggi atau suasana kerja tak kondusif, coba bicarakan dengan atasan untuk menemukan solusi terbaik,” dr. Reza menyarankan.

  1. Jauhi konflik

Konflik dengan rekan kerja berdampak pada kesehatan fisik dan emosional, termasuk stres. Karenanya, Anda disarankan untuk menjauhi konflik sebisa mungkin di tempat kerja. Artinya, hindari bergosip, membicarakan kejelekan rekan kerja, tidak terlalu banyak berpendapat tentang agama dan politik, dan lain-lain.

  1. Membuat perencanaan

Perencanaan kerja yang baik sangat bisa mengurangi stres di tempat kerja. Misalnya, mengerjakan pekerjaan yang mudah terlebih dulu, efisiensi waktu, dan lainnya.

  1. Buat diri Anda nyaman

Salah satu pemicu stres yang tak terduga adalah ketidaknyamanan fisik. Mungkin Anda tak menyadari stres yang dialami ketika duduk di kursi kerja yang tidak nyaman selama beberapa menit. Apalagi jika kursi sampai bisa memengaruhi postur tubuh, misalnya mengakibatkan punggung sakit, Anda pun jadi makin reaktif terhadap stres.  Bahkan, hal kecil seperti bunyi printer atau barang jatuh di kantor bisa bikin frustasi.

Lakukan upaya sebaik mungkin untuk bekerja dalam situasi yang tenang dan nyaman. Misalnya mengganti kursi kerja yang mungkin sudah lapuk, menggunakan musik dengan headphone, memasang aromaterapi di meja kerja, dan lain-lain.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

  1. Bersahabat dengan rekan kerja

Menurut laporan “State of the American Workplace” tahun 2017, salah satu cara untuk meningkatkan kebahagiaan di tempat kerja adalah dengan membangun tali pertemanan dengan rekan kerja.

Dikatakan bahwa makan siang bersama rekan kerja atau mengatur aktivitas dan bekerja bersama, memiliki kemungkinan 10 kali lipat untuk lebih produktif saat bekerja. Bahkan 40 persennya lebih berpotensi mendapatkan promosi untuk memiliki jenjang karir yang lebih baik.

  1. Sebisa mungkin hindari multitasking

Multitasking pernah digembar-gemborkan sebagai cara untuk memaksimalkan waktu seseorang dalam sehari. Namun perlahan, orang-orang mulai menyadari bahwa multitasking ternyata bisa membuat stres. Karenanya, hindari. Lebih baik fokus akan satu hal dan selesaikan hingga tuntas. Bila sudah selesai, Anda bisa pindah ke pekerjaan berikutnya.

  1. Banyak bergerak

Banyak orang merasakan efek buruk dari menjalani gaya hidup yang tidak aktif. Duduk untuk waktu yang lama selama bekerja membuat Anda bisa malas bergerak. Akhirnya, itu menyebabkan masalah kesehatan.

Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan “mencuri” waktu untuk bergerak. Misalnya berjalan ke tempat makan siang, mengunjungi rekan kerja, naik turun menggunakan tangga jika mungkin, berdiri saat menerima panggilan telepon, melakukan peregangan sederhana, dan lain-lain.

  1. Dengarkan musik 

Mendengarkan musik membawa banyak manfaat dalam menghilangkan stres setelah bekerja. Anda bisa mendengarkan musik favorit di dalam perjalanan pulang. Namun, hindari mendengarkan musik apabila mengendarai sepeda motor, ya, karena membahayakan diri dan orang lain.

Jika cara di atas tidak membuahkan hasil, cobalah mencari pertolongan dengan berkonsultasi ke psikolog atau psikiater. Psikolog atau psikiater dapat membantu mengidentifikasi masalah dan menemukan jalan keluar terbaik. Demikian dikatakan oleh dr. Reza.

“Jika gangguan psikologis yang dialami berat, psikiater dapat memberikan obat-obatan seperti antidepresan dan anticemas untuk meredakan gejala. Jalan terakhir yang dapat Anda tempuh jika tidak berhasil mengatasi stres karena pekerjaan, mungkin adalah dengan keluar dari tempat kerja saat ini dan mencari pekerjaan baru,” sarannya.

Jangan hanya pasrah, lakukan satu atau beberapa cara di atas untuk mengatasi stres kala bekerja, apalagi jika Anda pekerja yang menghabiskan setidaknya 8,5 jam setiap harinya di kantor. Bila bisa dicegah atau diatasi dengan baik, daya konsentrasi, produktivitas, serta suasana hati pun tetap terjaga.

[HNS/RN]

1 Komentar