Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kondisi yang Bikin Ibu Hamil Harus Bed Rest seperti Rachel Vennya

Kondisi yang Bikin Ibu Hamil Harus Bed Rest seperti Rachel Vennya

Selebgram Rachel Vennya diminta untuk bed rest di kehamilan keduanya ini. Lantas, kondisi apa yang membuat seorang ibu hamil harus bed rest?

Klikdokter.com, Jakarta Kehamilan yang sehat tentu menjadi dambaan setiap ibu hamil, seperti influencer muda Rachel Vennya. Akan tetapi, masalah kesehatan bisa terjadi kapan saja hingga membuat selebgram ini diminta bed rest oleh dokter. Lantas, kondisi kesehatan apa sih yang mengharuskan seorang ibu hamil bed rest?

Anjuran untuk bed rest sebenarnya muncul saat Rachel Vennya mengeluhkan sesuatu yang aneh di perutnya. Hal itu pun diunggah Rachel ke dalam akun Instagram pribadinya @rachelvennya.

Dua hari lalu aku merasakan rasa yang aneh di perut tapi aku biarkan. Lalu rasa tersebut makin lama makin sering, dan seperti biasa aku selalu merasa baik-baik saja sampai orang-orang menyarankan aku untuk ke rumah sakit. Hasilnya, kontraksi aku sudah teratur, umur kehamilanku belum siap untuk melahirkan sekarang, dan masih harus menunggu sebulan lebih lagi. Maka dari itu aku disarankan untuk bed rest agar kontraksi tersebut hilang,” tulis wanita yang sedang menantikan anak keduanya ini.

Meski kontraksi yang dialami sudah mulai hilang secara perlahan, dokter tetap meminta Rachel untuk beristirahat total.

Kondisi yang sebabkan ibu hamil bed rest

Bed rest dilakukan dengan memperbanyak waktu istirahat dan mengurangi kegiatan yang rutin dilakukan. Hal ini bertujuan agar ibu hamil memiliki kondisi kesehatan yang baik selama masa kehamilan dan terhindar dari kondisi-kondisi yang tidak diinginkan.

Ada beberapa kondisi yang mengharuskan seorang ibu hamil melakukan bed rest. Seperti dijelaskan dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter beberapa kondisi itu adalah: 

  • Ibu memiliki risiko terlahir prematur, yakni bayi lahir sebelum waktunya.
  • Ibu hamil memiliki tekanan darah tinggi atau yang dalam bahasa medisnya disebut dengan hipertensi
  • Ibu mengalami kehamilan kembar
  • Pertumbuhan janin mengalami gangguan
  • Adanya perdarahan yang jumlahnya banyak pada vagina

Selain itu, ibu hamil yang terkena komplikasi plasenta juga memerlukan bed rest. Misalnya plasenta berada di bawah (plasenta previa), plasenta yang berkembang terlalu dalam pada dinding rahim (plasenta akreta) dan plasenta lepas sebelum waktunya (abrutio plasenta). 

Bed rest ini pada dasarnya bertujuan untuk membantu si ibu hamil dan bayi yang dikandung,” kata dr. Dyah.

“Misalnya, jika tekanan darah ibu tinggi, maka bed rest dapat membantu menurunkan tekanan darah tersebut. Atau bisa juga untuk mengurangi stres, karena ibu dapat beristirahat cukup di rumah.”

Selain itu, masih menurut dr. Dyah, bed rest akan memberikan kesempatan pada tubuh ibu hamil untuk kembali bekerja dengan normal, serta membantu meningkatkan aliran darah ke plasenta.

Agar tetap sehat meski sedang bed rest

Bed rest pada ibu hamil memang identik dengan beristirahat di tempat tidur sepanjang hari. Namun, meskipun sedang bed rest, ibu hamil tetap dianjurkan melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Makan secara teratur

Walau harus beristirahat seharian di atas kasur, ibu hamil tetap harus memenuhi kebutuhan nutrisi setiap hari dengan makan secara teratur.

Konsumsilah makanan yang mengandung nutrisi tinggi seperti sayur dan buah. Jangan lupa untuk memenuhi asupan cairan dalam tubuh dengan minum air putih yang banyak.

  • Lakukan aktivitas yang menyenangkan

Bed rest memang sering buat ibu hamil merasa bosan, bahkan frustrasi. Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan. Misalnya menonton film di rumah, membaca buku, memilih peralatan anak di situs belanja online, atau menulis blog tentang kehidupan Anda selama masa kehamilan.

  • Tidur dengan posisi nyaman

Saat bed rest, ibu hamil harus memastikan bahwa posisi tidurnya benar-benar nyaman. Ini dilakukan agar terhindar dari gangguan nyeri otot dan sendi.

“Berbaring miring dengan meletakkan bantal di bawah perut, belakang pinggang, dan di antara lutut bisa membuat ibu hamil nyaman saat tidur. Jangan lupa untuk mengubah posisi setiap 30 menit guna mencegah tekanan berlebih di bagian tubuh tertentu," kata dr. Dyah.

  • Lakukan peregangan ringan 

Lakukan gerakan peregangan ringan agar terhindar dari masalah otot. Hindari gerakan yang melibatkan otot perut secara berlebihan. Fokuskan gerakan peregangan pada bahu dan leher, serta peregangan kaki atau tangan. Jika ragu, berkonsultasilah dengan dokter yang merawat Anda.

Terkadang, pada kondisi tertentu ibu hamil memang membutuhkan bed rest untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Oleh karena itu, saat dokter menganjurkannya –seperti yang dialami oleh Rachel Vennya, lakukan dengan disiplin. Manfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat dari rutinitas yang melelahkan serta bikin stres.

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar