Sukses

Kenali Gangguan Psikosomatis yang Dialami Kevin Idol

Dalam sebuah acara televisi, Kevin Idol mengaku mengalami gangguan psikosomatis. Mari kenali gangguan mental yang satu ini.

Klikdokter.com, Jakarta Usai mengikuti ajang pencarian bakat Indonesian Idol, nama Abraham Kevin seakan tenggelam. Setelah kini muncul kembali, tiba-tiba Kevin mengaku bahwa selama ini mengalami masalah kejiwaan bernama psikosomatis.

Dalam sebuah acara di salah satu televisi swasta, Kevin mengaku kalau dia mengalami kecemasan yang bereaksi kepada tubuh. Terkadang dia merasa jantung berdegup kencang dan penglihatan kabur.

Ketika serangan itu datang, Kevin juga bisa mengalami vertigo, kaki terasa lemas hingga tak bisa digerakkan. Padahal, setelah dicek ke dokter, tidak ada masalah pada tubuhnya.

"Saya takut motorik terganggu atau ada apa. Tapi setelah dicek ke ahli saraf, enggak ada apa-apa," ungkapnya.

Hingga akhirnya, Kevin tahu kalau dia didiagnosis mengalami psikosomatis. Akibat gangguan kesehatannya ini pria yang dikenal dengan ciri khas bandana di kepala ini mengaku sampai harus bolak-balik ke rumah sakit.

Kenali gangguan psikosomatis

Gangguan psikosomatis digunakan untuk menggambarkan penyakit fisik yang diduga disebabkan atau diperparah oleh faktor mental, seperti stres dan kecemasan. Psikosomatis sendiri terdiri dari dua kata, yakni pikiran (psyche) dan tubuh (soma).

Merunut arti di atas, secara harfiah gangguan psikosomatis dapat diartikan sebagai penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh. Dalam banyak kasus, pikiran memang mampu memengaruhi tubuh seseorang hingga memicu penyakit atau memperparah suatu penyakit fisik.

Ditambahkan Ikhsan Bella Persada, M.Psi., psikolog dari KlikDokter, gangguan ini merupakan salah satu masalah kecemasan. Orang yang mengalami gangguan ini akan menimbulkan beberapa gejala fisik yang khas.

"Orang yang mengalami psikosomatis itu biasanya punya kecemasan berlebih sampai memengaruhi gejala fisiknya. Gejalanya biasanya jadi mudah berkeringat, jantung berdegup kencang, badan bergetar, sakit perut, bahkan ada yang sampai merasa pusing," kata Ikhsan.

"Biasanya, semua gejala ini muncul ketika orang yang mengalami psikosomatis menghadapi hal yang menakutkan. Berawal dari reaksi psikologis, kemudian muncul reaksi fisiknya."

Apa yang ada di dalam pikiran memang dapat menyebabkan gejala fisik. Saat merasa takut atau cemas, Anda dapat merasa jantung berdetak kencang, sakit perut dan mual, gemetar (tremor), berkeringat, mulut kering, atau sakit kepala. Beberapa orang bahkan bisa mengalami ruam hingga kenaikan tekanan darah saat merasa cemas.

Mengapa ini terjadi? Dilansir dari Patient, gejala fisik ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas impuls saraf yang dikirim dari otak ke berbagai bagian tubuh, serta pelepasan adrenalin (epinefrin) ke dalam aliran darah saat Anda cemas.

Sayangnya, alasan mengapa pikiran dapat memengaruhi fisik belum dapat dijelaskan sepenuhnya hingga saat ini.

Penanganan psikosomatis

Menurut Ikhsan, orang yang terkena gangguan psikosomatis pada umumnya memang tidak sampai bunuh diri. Akan tetapi, itu jelas sangat mengganggu aktivitas orang yang terkena kemudian hari. 

"Sebenarnya, untuk psikosomatis sendiri efek paling bahayanya karena gejala fisiknya tadi yang bisa mengganggu aktivitas mereka. Karena saking cemasnya, biasanya penderita akan bingung mau bertindak apa," tutur Ikhsan.

Namun demikian, psikosomatis dapat diatasi atau diringankan dengan beberapa terapi dan pengobatan. Contohnya dengan psikoterapi, latihan relaksasi, meditasi, akupunktur, hipnosis atau hipnoterapi.

Selain itu, obat-obatan, seperti antidepresan atau obat penghilang rasa sakit, dapat pula diresepkan dokter. Tapi ingat ya, jangan mengonsumsi obat-obatan ini tanpa adanya petunjuk dokter.

Gangguan psikosomatis, seperti yang dialami Kevin Idol, memang dikategorikan ke dalam sebagai salah satu masalah mental. Oleh karena itu, apabila Anda mengalami gejala cemas yang berujung pada terganggunya kondisi fisik, jangan tunda periksakan diri ke dokter atau psikolog.

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar