Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Virus Rabies, Ini Tanda dan Gejala yang Wajib Diwaspadai

Virus Rabies, Ini Tanda dan Gejala yang Wajib Diwaspadai

Virus rabies bisa berakibat fatal bagi siapa pun yang terkena. Inilah tanda dan gejalanya yang harus diwaspadai.

Klikdokter.com, Jakarta Rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit yang tergolong sangat berbahaya bagi siapa saja yang terkena. Karena bisa ditularkan oleh hewan peliharaan, Anda perlu tahu tanda dan gejalanya.

Rabies adalah jenis virus yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan peradangan di otak. Virus ini sangat menular dan biasanya ditularkan melalui hewan peliharaan seperti anjing, kucing, atau kelinci. Virus mematikan ini juga bisa ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan-hewan liar seperti kelelawar, rakun, dan sigung.

Hingga detik ini, rabis masih merupakan masalah global. Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), virus ini berhasil menyebabkan puluhan ribu kematian setiap tahun.

Sebagian besar kasus rabies terjadi di daerah pedesaan di Asia Tenggara dan Afrika. Lebih dari 95 persen orang yang meninggal tertular virus tersebut adalah dari gigitan anjing, sementara sisanya tertular rabies lewat cakaran maupun paparan langsung pada luka terbuka.

Untungnya, rabies tidak dapat menular melalui aktivitas mengelus, berkontak dengan darah, urine atau feses hewan yang terinfeksi. Ini karena virus rabies menjadi tidak aktif ketika mengering dan terkena sinar matahari.

Masa inkubasi dan periode awal virus

Virus rabies mengalami masa inkubasi di dalam tubuh. Ini adalah waktu ketika virus sudah berhasil masuk ke tubuh, tetapi belum mencetuskan gejala apa pun.

Masa inkubasi virus rabies dapat bervariasi pada tiap orang, yang dipengaruhi oleh lokasi paparan, jenis virus rabies, dan daya tahan tubuh penderita.

Secara umum, masa inkubasi virus berlangsung selama 3-12 minggu setelah terpapar. Meski demikian, tak menutup kemungkinan masa inkubasi virus rabies bisa berlangsung lebih cepat, semisal 5 hari.

Nah, saat masa inkubasi berakhir, korban yang terkena virus rabies akan mengalami gejala dan tanda awal seperti:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Badan lemas
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Mual dan muntah
  • Nyeri yang semakin tidak enak di daerah gigitan.

Gejala dan tanda awal tersebut dapat bertahan selama 2-10 hari. Apabila pengobatan tidak segera dilakukan, gejala akan terus bertambah buruk dari waktu ke waktu.

1 dari 2 halaman

Periode neurologis akut

Ketika virus telah menyebar melalui sistem saraf pusat, orang yang terkena infeksi akan mengalami gejala yang lebih parah, seperti:

  • Kebingungan dan frustasi
  • Leher kaku, nyeri otot yang tiba-tiba, kelumpuhan sebagian tubuh
  • Kejang 
  • Kesulitan bernapas
  • Hipersaliva atau produksi air liur berlebih 
  • Takut terhadap air
  • Kesulitan untuk menelan
  • Berhalusinasi dan mengalami mimpi buruk
  • Susah tidur
  • Ereksi permanen pada pria
  • Takut terhadap cahaya

Menjelang akhir dari fase ini, pernapasan penderita akan semakin cepat dan tidak konsisten.

Periode koma

Jika orang yang terinfeksi virus rabies telah sampai pada masa koma, tingkat kesembuhannya terbilang sangat kecil. Bahkan, orang tersebut bisa meninggal dunia dalam beberapa jam atau hari, khususnya jika tidak diberikan alat bantu pernapasan (ventilator).

Bagi Anda yang merasa jauh dari jangkauan virus rabies, Anda harus tetap melindungi diri dengan mendapatkan vaksinasi di pusat kesehatan terdekat. Jangan biarkan virus ini diam-diam menyerang dan mengancam kehidupan Anda. Selain itu, hindari kontak dengan hewan-hewan liar, termasuk hewan yang terluka atau yang hewan yang berpotensi mengalami rabies. Lindungi pula hewan peliharaan Anda, seperti kucing atau anjing, dengan memberikan vaksin rabies.

Rabies adalah virus berbahaya yang bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Kenali setiap gejala dan tanda awal infeksi virus ini, agar tindakan penanganan yang paling tepat dapat segera diterapkan. 

(NB/RN)

0 Komentar

Belum ada komentar