Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Rusak Mental Ibu, Lakukan Ini untuk Mengatasi Mom Shaming

Rusak Mental Ibu, Lakukan Ini untuk Mengatasi Mom Shaming

Ibu, jangan biarkan mental Anda dirusak secara perlahan oleh perilaku mom shaming. Ini yang bisa Anda lakukan saat berhadapan dengan hal tersebut.

Klikdokter.com, Jakarta Saat ini perundungan atau bullying telah menjadi hal yang nyaris bisa ditemukan setiap saat. Tidak hanya pada anak, remaja atau orang-orang yang memiliki kekurangan, perilaku ini juga menargetkan seorang wanita yang sudah atau baru saja menjadi ibu. Perkenalkan: mom shaming.

Mom shaming merupakan fenomena yang terjadi ketika ada seorang ibu yang dipermalukan, disindir, atau dihakimi secara sepihak oleh orang lain. Hal ini dapat terjadi baik secara langsung di tempat melalui ucapan, atau bisa melalui media sosial.

Mencegah dampak buruk mom shaming

Menjadi seorang ibu bukanlah tugas yang mudah. Untuk dapat melakukan kewajibannya sebagai sebagai penjaga keseimbangan dalam rumah tangga, ibu perlu tetap sehat secara fisik dan mental.

Sayangnya, kesehatan mental ibu di era digital saat ini rentan ternoda karena maraknya fenomena mom shaming.

Beberapa kasus mom shaming dimaksudkan untuk menasihati dan memberi masukan. Namun, tidak sedikit yang sifatnya menghakimi secara sepihak dan atas perasaan bahwa pelaku adalah pribadi yang lebih baik dalam menjalankan perannya sebagai ibu.

Nah, supaya seorang ibu yang mendapatkan perlakukan mom shaming tidak berakhir dengan stres atau depresi, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Tetap berpikir positif

Tetaplah berpikir positif dalam menghadapi berbagai masukan maupun kritikan yang ditujukan pada Anda. Dengan demikian, ibu dapat mengendalikan emosi negatif yang mencetuskan perasaan ingin marah, tertekan atau merasa bersalah.

Yakinkan diri bahwa Anda adalah sosok ibu terbaik untuk keluarga. Jangan terlalu menghiraukan segala komentar dari orang lain, apalagi yang bersifat negatif atau menjatuhkan.

  • Cermat memilah

Kritikan yang datang memang dapat memiliki nilai atau pandangan yang baik. Tapi tentu saja, orang yang paling mengetahui kondisi dan hal terbaik bagi keluarga adalah Anda sendiri.

Untuk itu, cermatlah untuk memilah, menyeleksi, dan menyaring masukan serta kritikan yang dilemparkan pada Anda. Lakukan sesuai dengan apa yang Anda yakini terbaik untuk diri sendiri dan keluarga.

  • Bijak merespons

Ketika sudah dapat berpikir positif, Anda akan lebih mudah mengendalikan emosi dengan lebih baik. Pada saat itu, Anda sudah dapat memilah dan akhirnya bisa merespons dengan lebih bijak atas setiap masukan serta kritikan yang datang.

Jika mom shaming datang dari keluarga atau kerabat, dengarkan dan sikapi dengan tenang untuk dikemudian dipilah. Pastikan Anda hanya menerima kritik atau saran yang sejalan dengan sudut pandang dan keadaan yang dialami.

Apabila mom shaming datang dari orang tak dikenal, Anda tidak memiliki kewajiban untuk mendengarkannya.

Untuk mom shaming yang terjadi di dunia maya, Anda memegang kendali penuh untuk tidak melihatnya sama sekali dan tidak menggubris segala apa pun yang tidak bersifat membangun.

  • Libatkan suami

Dalam menjalani peran sebagai ibu, peran suami tidak bisa dilepaskan begitu saja. Suami dan istri yang kompak akan membuat kehidupan rumah tangga dengan segala tanggung jawabnya menjadi lebih ringan karena dipikul bersama.

Ceritakan pada suami mengenai kegundahan dan suasana hati Anda yang kurang tentram karena adanya mom shaming. Bisa jadi suami memiliki sudut pandang yang lebih bijak sehingga bisa membantu Anda menghadapi mom shaming.

Mom shaming bisa jadi tak bisa benar-benar dihentikan, apalagi di era modern seperti sekarang ini. Mengetahui cara yang tepat untuk menghadapinya akan membuat ibu yang berhadapan dengan hal tersebut terhindar dari kerusakan mental. Bila hal ini sudah sangat mengganggu, jangan sungkan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada psikiater atau psikolog.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar