Sukses

Istilah Panas Dalam Menurut Medis dan Solusinya

Panas dalam bisa membuat tidak nyaman. Bagaimana cara meredakannya? Mari simak cara mengatasi panas dalam yang bisa Anda coba di sini.

Panas dalam adalah istilah yang dikenal masyarakat untuk merujuk sekumpulan gejala, seperti bibir pecah-pecah, sariawan, batuk, badan lemas, hingga sakit tenggorokan. 

Sebenarnya tidak ada istilah medis panas dalam dalam kosakata medis. Kondisi ini mungkin merupakan tanda dan gejala dari penyakit lainnya. 

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab medis yang mendasari kondisi panas dalam. Lalu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan gejala panas dalam. Berikut daftarnya. 

1 dari 4 halaman

1. Minum Air Putih

Minum air putih adalah saran pertama dan yang paling penting dilakukan untuk penderita panas dalam. Air merupakan komponen penting tubuh manusia yang berguna untuk meredakan berbagai macam keluhan, seperti nyeri tenggorokan, demam, bibir pecah-pecah, hingga dehidrasi.

Disarankan untuk minum air putih minimal 8 gelas per hari untuk menjaga kesehatan. Tidak ada ketentuan khusus mengenai suhu air yang diminum. Air hangat maupun air dingin dapat dipilih sesuai preferensi masing-masing.

2. Berkumur Air Garam

Berkumur dengan air garam dikenal dapat digunakan untuk mengatasi sakit tenggorokan. Anda dapat menggunakan segelas air hangat yang dicampur dengan setengah sendok teh garam. Aduk garam larut dan gunakan untuk berkumur sebanyak dua kali dalam sehari.

Artikel Lainnya: Efektifkah Kumur Air Garam untuk Atasi Radang Tenggorokan?

2 dari 4 halaman

3. Hindari Makanan yang Merangsang Sakit Tenggorokan

Hindari mengkonsumsi makanan yang dapat merangsang sakit tenggorokan dan memperparah nyeri saat menelan. Makanan pedas, asam, berminyak, bersantan harus dihindari agar tidak menyebabkan perburukan kondisi panas dalam.

4. Mengonsumsi Makanan yang Membuat Tenggorokan Nyaman

Selain menghindari makanan yang bisa memperparah kondisi panas dalam, Anda dapat mengonsumsi makanan tertentu agar tenggorokan nyaman. Anda bisa makan makanan, seperti kaldu ayam, madu, jahe, kunyit, agar-agar dingin tanpa gula. Makanan tersebut dapat membantu mempercepat penyembuhan sakit tenggorokan.

5. Mengonsumsi Makanan Sehat

Makan makanan sehat dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga Anda tidak mudah sakit. Konsumsilah banyak makanan bergizi seperti sayuran, buah, daging rendah lemak, serta karbohidrat kompleks. 

Makanan yang mengandung nutrisi tinggi dapat menyediakan energi bagi tubuh untuk membangun sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat.

Artikel Lainnya: Ingin Bahagia? Yuk, Konsumsi Makanan Sehat Setiap Hari!

3 dari 4 halaman

6. Perbanyak Istirahat

Beristirahat cukup sangat perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan. Sebab, orang yang kurang beristirahat akan lebih rentan terkena penyakit. 

Tidurlah dengan cukup minimal 8 jam per hari untuk orang dewasa. Hindari penggunaan telepon genggam atau menonton televisi di malam hari agar bisa terlelap lebih cepat dan tidur nyenyak.

7. Gunakan Humidifier

Humidifier dapat digunakan untuk membuat udara di ruangan menjadi lebih lembap. Hadirnya udara yang lebih lembap membuat saluran pernapasan menjadi lebih nyaman dan membantu mengurangi nyeri di tenggorokan.

8. Minum Obat Bila Perlu

Anda dapat mengonsumsi obat-obatan yang dijual di apotek untuk mengatasi nyeri tenggorokan saat panas dalam. Gunakan obat sesuai gejala yang Anda rasakan. Jangan lupa baca ketentuan dosis serta cara pakai sesuai petunjuk kemasan obat

Apabila sakit berlanjut, segera berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan tepat.

9. Hindari Hal yang Memperburuk Kondisi Panas Dalam

Beberapa bahan seperti asap, asap rokok, atau wewangian menyengat dapat memicu batuk dan memperparah kondisi Anda. Saat sedang panas dalam, hindari semua bahan tersebut agar kondisi kesehatan Anda cepat pulih.

Itu dia beberapa cara yang  yang efektif mengatasi panas. Apabila mau tahu cara mengatasi panas dalam lebih lanjut, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter lewat fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar