Sukses

5 Cara Mencegah Terjadinya Neuropati Diabetik

Neuropati diabetik adalah salah satu komplikasi diabetes yang terkesan ringan, tapi bisa berbahaya. Bagaimana cara mencegahnya?

Klikdokter.com, Jakarta Neuropati diabetik adalah terjadinya kelainan atau kerusakan saraf akibat penyakit diabetes, yang mana ini merupakan komplikasi yang sering terjadi. Jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Riskesdas), terjadi peningkatan angka diabetes dari 6,9 persen populasi tahun 2013, menjadi 8,5 persen populasi tahun 2018. Artinya, berbagai komplikasi akibat diabetes juga meningkat.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “F1000 Research” tahun 2016, neuropati diabetik terjadi pada 50 persen kasus diabetes dan merupakan komplikasi yang paling sering terjadi.

Pada orang-orang dengan diabetes, tingginya kandungan gula darah menyebabkan risiko terjadinya penumpukan plak di pembuluh darah, yang akhirnya mengakibatkan penyempitan. Kalau sudah begitu, aliran darah di ujung-ujung tubuh (pada kaki dan tangan) jadi terhambat untuk saraf tepi.

Sistem saraf tepi sebagai organ yang terdampak dari diabetes memiliki fungsi di dalam tubuh. Di antaranya untuk mengatur gerak dan refleks (motorik), menerima impuls rangsangan (sensorik), mengatur denyut nadi, bernapas, pergerakan usus, dan pergerakan lainnya tanpa disadari (otonomi).

Jika saraf tepi mengalami kerusakan, maka fungsi-fungsi yang disebutkan tadi akan terganggu, khususnya yang paling sering adalah fungsi sensorik.

Gejala yang mungkin dirasakan pada gangguan fungsi sensorik adalah ujung jari tangan atau telapak kaki terasa kebas (mati rasa), tak bisa membedakan rangsangan panas maupun dingin, kesemutan, dan sensasi menggelitik. Bahkan terdapat nyeri tajam atau sensasi terbakar.

Cara mencegah neuropati diabetik

Untuk mencegah neuropati diabetik, ada beberapa upaya yang bisa diupayakan, antara lain:

  1. Kontrol gula darah

Jika Anda punya diabetes, ini merupakan langkah yang paling penting dan efektif karena langsung menangani sumber masalahnya. Kontrol gula darah Anda secara rutin, diikuti konsumsi obat secara rutin dan terkontrol sesuai anjuran dokter.

Selain itu, hindari makanan dan minuman yang tinggi gula, seperti karbohidrat sederhana (nasi putih, tepung, dan roti putih) dan minuman dengan pemanis tambahan.

  1. Rajin olahraga

Olahraga membantu melancarkan aliran darah hingga ke ujung tubuh, sehingga dapat mencegah kerusakan saraf akibat diabetes. Olahraga yang dianjurkan adalah jenis aerobik, dilakukan sebanyak 3-5 kali seminggu minimal 30 menit.

  1. Hindari rokok dan alkohol

Kedua substansi ini harus dihindari karena akan mempercepat terjadinya penyempitan pembuluh darah. Hal tersebut akan berdampak pada terjadinya neuropati diabetik, bahkan serangan jantung dan stroke.

  1. Perawatan kaki

Perawatan kaki juga tak kalah penting untuk mencegah komplikasi luka dan infeksi. Anda bisa melakukan pemeriksaan sendiri dengan cermin, atau ke dokter untuk melihat apakah ada luka di telapak kaki yang mungkin tak disadari.

Gunakan alas kaki beserta kaus kaki, dan jika perlu pakai sepatu khusus bagi penderita diabetes.

Selain itu, oleskan pelembap di kaki dan hindari mandi air panas karena bisa membuat telapak kaki jadi makin kering. Kondisi kering tersebut bisa memudahkan terjadinya luka.

  1. Konsumsi vitamin neurotropik

Vitamin neurotropik adalah vitamin yang secara khusus dapat menjaga kesehatan saraf. Jenis vitamin ini biasanya mengandung vitamin B1, B6, dan B12.

Dari makanan, ketiga vitamin tersebut juga bisa didapat dari konsumsi ikan, daging, susu, telur, kacang-kacangan, dan lain-lain.

Kabar baiknya, sekarang Anda tak perlu lagi kebingungan mencari cara untuk memenuhi kebutuhan vitamin tersebut. Telah hadir hemaviton Neuro Forte, vitamin neurotropik yang mengandung 100 mg vitamin B1, 100 mg vitamin B6, dan 5.000 mcg vitamin B12. Ketiga vitamin tersebut akan membantu menjaga kesehatan sistem saraf.

Neuropati diabetik sebagai komplikasi diabetes kerap dipandang tak berbahaya. Namun jika tidak dicegah dan ditangani dengan tepat, kondisi tersebut dapat mengganggu kualitas hidup penderitanya. Lakukanlah tips di atas dan optimalkan dengan konsumsi hemaviton Neuro Forte agar kesehatan saraf senantiasa terlindungi dengan baik.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar