Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Awas, Bedak Tabur yang Terkontaminasi Bisa Picu Kanker Langka!

Awas, Bedak Tabur yang Terkontaminasi Bisa Picu Kanker Langka!

Dalam proses pembuatannya, bedak tabur juga bisa terkontaminasi zat yang dapat memicu kanker langka.

Klikdokter.com, Jakarta Bedak tabur sejak lama digunakan untuk merawat kulit, baik pada bayi maupun orang dewasa. Meski dulu penggunaannya diklaim aman, penelitian terbaru menunjukkan bahwa bedak tabur yang terkontaminasi dapat memicu kanker langka. 

Bahaya talc yang terkontaminasi asbes

Talc merupakan mineral alami di dalam bumi yang digunakan untuk berbagai produk konsumen dan industri. Di dalamnya termasuk bedak bayi, produk kosmetik, keramik, dan plastik.

Meski sudah lama digunakan sebagai bahan dalam bedak tabur, keamanan talc bagi kesehatan memang semakin sering dipertanyakan beberapa tahun belakangan. 

Hal ini lantaran keberadaan talc biasanya didapat secara alami dekat dengan zat mineral asbes di dalam bumi. Letak yang berdekatan tersebut memunculkan kekhawatiran talc dapat dengan mudah terkontaminasi asbes.

Sementara itu, asbes adalah kelompok mineral alami yang berserat. Badan Kesehatan Dunia atau WHO dan kelompok masyarakat di bidang kesehatan lain menyatakan bahwa asbes merupakan senyawa yang bersifat karsinogen. 

Karena itulah, beberapa kelompok pekerja masuk dalam kelompok yang berisiko tinggi terpapar asbes. Misalnya para penambang talc, pekerja tambang asbes, dan buruh pabrik yang memproduksi produk berbahan dasar talc. Secara lebih luas, para konsumen juga termasuk risiko tinggi terpapar talc yang sudah terkontaminasi.

Di sisi lain, sudah banyak laporan dari konsumen yang mengaku khawatir telah mengandalkan produk bedak tabur berbahan talc ini selama satu dekade atau lebih. 

Kekhawatiran ini semakin bertambah saat berbagai penelitian tentang asbes yang mencemari talc kerap dikaitkan dengan risiko kanker paru-paru, kanker ovarium, plus memicu timbulnya kanker langka, seperti mesothelioma.

Mesothelioma, jenis kanker langka yang agresif

Mesothelioma merupakan kanker langka yang menyerang jaringan pelapis pada organ-organ internal tubuh. Umumnya, mesothelioma ditemukan pada pleura (paru-paru), peritoneum (perut), dan jantung. Penyakit yang jarang ditemukan ini termasuk ke dalam jenis kanker agresif.

Paparan debu asbes sering dikaitkan dengan jenis kanker ini. Asbes bisa berbentuk papan atap, mineral, serat, dan berbagai olahan asbes dapat menimbulkan debu. Selanjutnya, debu ini bisa terhirup oleh manusia bersama udara.

Dalam suatu makalah, dipaparkan mengenai studi kasus dari 33 orang (kebanyakan wanita) yang divonis menderita kanker ganas mesothelioma. Ke-33 orang ini dipastikan terpapar asbes melalui penggunaan bedak tabur. 

Selain mesothelioma, bedak tabur yang terkontaminasi juga dihubungkan dengan kanker ovarium. Para dokter banyak menemukan partikel bedak pada kanker ovarium di tubuh pasien-pasiennya. Diduga, bedak tersebut dapat meningkatkan risiko kanker ovarium dan juga jenis kanker lainnya.

Selama bertahun-tahun memang muncul banyak perdebatan mengenai hubungan bedak tabur dengan kanker. Namun begitu, banyak penelitian dan lembaga telah mengonfirmasi bahwa penggunaan bedak tabur yang terkontaminasi dapat memicu kanker, termasuk kanker langka. Karena itu, Anda harus lebih hati-hati saat menggunakan produk berbahan dasar talc. Pastikan produk itu tidak mengandung asbes agar mengurangi risiko terkena kanker langka.

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar