Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Tips Membersihkan Vagina Setelah Berhubungan Seks

Membersihkan Miss V merupakan hal wajib setelah berhubungan seks. Bagaimana cara membersihkan vagina setelah berhubungan seks? Simak di sini.

Berhubungan seks bisa membantu meningkatkan hubungan pasangan suami-istri. Agar kesehatan vagina tetap terjaga, penting untuk merawatnya.  Namun, bagaimana cara membersihkan vagina setelah berhubungan intim?

Pada dasarnya, Anda disarankan untuk membersihkan diri setelah berhubungan intim, meski tidak perlu dilakukan segera setelah selesai bercinta. 

Banyak orang memilih untuk jeda sebentar demi “istirahat”, berpelukan, atau sekadar mengobrol setelah selesai berhubungan. 

Step-step ini pun penting demi menjaga hubungan yang romantis tetap terjaga. Di lain sisi, setiap pasangan memiliki pilihan sendiri kapan waktu terbaik untuk membersihkan diri.

Hal tersebut bergantung pada faktor-faktor, seperti aktivitas seksual apa yang dilakukan, kebiasaan masing-masing berkaitan dengan higienitas, serta risiko infeksi. 

Berikut akan dijelaskan beberapa cara membersihkan daerah kewanitaan setelah berhubungan intim.

1. Awali dengan Buang Air Kecil

Anda, khususnya wanita, dianjurkan untuk buang air kecil setelah berhubungan seks. Alasannya, letak vagina dan uretra (saluran keluarnya urine) sangat berdekatan, sehingga kuman lebih mudah menyebar dan menyusup masuk ke dalam organ vital.

Nah, urine yang dikeluarkan tubuh bisa membuat kuman yang menempel dan berusaha menyusup ke dalam vagina maupun uretra, akan tersapu keluar.

Kebiasaan buang air kecil usai berhubungan seks mampu menurunkan risiko infeksi saluran kemih (ISK).

Artikel Lainnya: Bentuk Vagina seperti Jengger Ayam, Normalkah?

1 dari 4 halaman

2. Hindari Sabun Kewanitaan

Cara membersihkan miss V setelah berhubungan intim selanjutnya adalah dengan menghindari penggunaan sabun kewanitaan. 

Pada dasarnya tidak diperlukan sabun khusus untuk membersihkan vagina. Mencuci vagina dengan sabun biasa maupun sabun khusus justru bisa memicu terjadinya iritasi atau bahkan reaksi alergi.

Hal ini disebabkan saat berhubungan seks, jaringan vagina mengalami gesekan, pembengkakan atau perlukaan. Bila langsung terpapar sabun, vagina lebih rentan mengalami iritasi.

Tak hanya itu, penggunaan sabun pembersih vagina juga bisa mengganggu keseimbangan alami di sekitar area organ vital tersebut. 

Padahal, vagina sudah memiliki kemampuan untuk melindungi diri dari infeksi, misalnya dengan kandungan pH yang dimilikinya.

Jika pH alami vagina terganggu akibat pemakaian sabun yang juga memiliki kandungan pH, keseimbangan alami ini dapat terganggu pula. Akibatnya, lebih rentan muncul masalah kesehatan di area kewanitaan.

Pemakaian sabun sebagai cara membersihkan daerah kewanitaan setelah berhubungan intim masih bisa dilakukan. 

Hanya saja, pakai sabun untuk area kelamin bagian luar saja, seperti bibir kemaluan atau area selangkangan.

Anda sebaiknya memilih sabun berbahan lembut tanpa pewangi jika tetap ingin menggunakannya.

Artikel Lainnya: Mengatasi Vagina Gatal dengan Air Garam, Amankah?

2 dari 4 halaman

3. Basuh dengan Air Hangat

Cara membersihkan miss V setelah berhubungan intim berikutnya adalah dengan membasuh vagina dengan air hangat. 

Suhu air yang hangat (suam-suam kuku) dipercaya bisa membuat vagina lebih rileks setelah sebelumnya menegang saat berhubungan seks.

Penggunaan air hangat juga mampu membasuh air mani dan cairan tubuh lainnya yang mungkin menempel pada area kemaluan.  

Cara membersihkan vagina setelah berhubungan ini bisa menjaga higienitas sekaligus tidak merugikan kesehatan area kewanitaan.

4. Basuh dari Arah Depan ke Belakang

Saat membersihkan miss V setelah berhubungan intim, ada cara membasuh yang direkomendasikan. Caranya, basuh dari arah depan (vagina) ke belakang (bokong). Jangan lakukan sebaliknya.

Tujuan membasuh dari arah depan ke belakang adalah agar bakteri yang bersemayam di bokong tidak menginvasi vagina.  

Pasalnya, bakteri di area anus pun dapat menimbulkan infeksi, misalnya infeksi saluran kemih.

5. Keringkan Area Kewanitaan dengan Baik

Setelah dicuci dengan benar menggunakan air hangat, jangan lupa untuk mengeringkan area kewanitaan. Anda dapat menggunakan tisu, handuk atau kain lembut yang bersih. 

Tidak perlu dilap sampai ke dalam, cukup keringkan bagian luar vagina sampai area bokong. Ingat, dari arah depan ke belakang! 

Tujuannya adalah mencegah kelembapan berlebihan pada area kemaluan, yang merupakan lingkungan ideal bagi jamur untuk berkembang biak.

Artikel Lainnya: Bolehkah Berhubungan Intim Saat Keputihan?

3 dari 4 halaman

6. Hindari Penggunaan Tisu Basah

Membasuh vagina dengan tisu basah bisa membuat area kewanitaan iritasi. Risiko tersebut semakin tinggi bila kulit Anda sensitif pada kandungan alkohol, pewangi, atau gliserin, yang bisa saja ada di dalam tisu basah.

Gejalanya antara lain kemerahan, gatal, bengkak dan nyeri pada area kewanitaan. Jadi, walaupun praktis digunakan sebaiknya Anda menghindari tisu basah sebagai cara membersihkan vagina setelah berhubungan.

7. Gunakan Pakaian Longgar dan Adem

Setelah berhubungan, gunakan pakaian yang memungkinkan pertukaran udara yang baik di area kemaluan. Misalnya saja daster atau celana yang longgar dan tidak ketat. 

Pakaian dalam pun sebaiknya pilih yang berbahan katun. Jadi, pemakaian lingerie saat bercinta sebaiknya diganti setelah selesai. 

Jika perlu, misalnya saat Anda akan langsung tidur setelah bercinta, sah-sah saja untuk tidak menggunakan pakaian dalam sama sekali.

Artikel Lainnya: Kesalahan dalam Membersihkan Vagina yang Wajib Diketahui Wanita

8. Maksimalkan Perlindungan dengan Probiotik

Setelah semua proses dilakukan dengan benar, langkah selanjutnya adalah mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik secara rutin, misalnya yoghurt dan tempe.

Salah satu faktor yang melindungi kesehatan vagina adalah adanya bakteri baik yang hidup secara alami di area kewanitaan Anda. 

Nah, konsumsi probiotik dipercaya dapat menunjang kehidupan bakteri baik tersebut. Anda bisa mendapatkannya dari konsumsi makanan sehari-hari. 

Jangan memasukkan probiotik langsung ke dalam vagina, karena malah dapat lebih merugikan daripada memberi manfaat.

Itulah beberapa cara membersihkan vagina setelah berhubungan dan menjaganya tetap sehat. Jika dilakukan dengan rutin dan benar, Anda terhindar dari berbagai masalah kesehatan di area kewanitaan.

Jika masih punya pertanyaan seputar cara membersihkan vagina setelah berhubungan intim, chat dokter kami di fitur LiveChat Klikdokter.

(HNS/AYU)

1 Komentar