Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Tips Membersihkan Vagina Setelah Berhubungan Seks

Bukan dengan sabun pembersih vagina, tapi ada cara yang lebih aman untuk membersihkan vagina setelah berhubungan seks.

Klikdokter.com, Jakarta Berhubungan seks bisa membantu meningkatkan hubungan antar pasangan. Agar kesehatan vagina tetap terjaga, penting untuk merawatnya.  Tapi bagaimana cara yang aman dan tepat untuk membersihkan vagina setelah berhubungan seks?

Urusan membersihkan vagina setelah berhubungan seksual sebaiknya tidak disepelekan. Dengan melakukannya, para wanita sudah melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit menular seksual akibat adanya paparan kuman berbahaya di vagina.

Cara Tepat Bersihkan Vagina Setelah Berhubungan Seks

Pada dasarnya tidak diperlukan sabun khusus untuk membersihkan vagina. Menurut dr. Seruni Mentari Putri dari KlikDokter, mencuci vagina dengan sabun biasa maupun sabun khusus justru bisa memicu terjadinya iritasi atau bahkan reaksi alergi.

“Kenapa? Karena saat berhubungan seks, jaringan vagina mengalami gesekan, pembengkakan atau perlukaan. Bila langsung terpapar sabun, vagina dapat mengalami iritasi,” ujar dr. Seruni.

Tidak hanya sebatas itu, penggunaan sabun untuk membersihkan vagina juga bisa mengganggu kelembapan di sekitar area organ vital tersebut. Padahal, vagina sudah memiliki kemampuan untuk melembapkan diri dengan kandungan pH yang dimilikinya.

“Jika pH alami vagina digabungkan atau ditambahkan dengan sabun yang juga memiliki kandungan pH, maka kelembapan yang dimiliki vagina bisa hilang. Alhasil, vagina bisa jadi kering dan tidak memiliki cairan pelumas yang cukup,” katanya lebih lanjut.

Lantas, bagaimana cara tepat dan paling direkomendasikan secara medis untuk membersihkan vagina setelah berhubungan seksual?

  • Awali dengan buang air kecil

Anda, khususnya para wanita, dianjurkan untuk buang air kecil setelah berhubungan seks. Ini karena letak vagina dan uretra yang sangat berdekatan, membuat kuman lebih mudah menyebar dan menyusup masuk ke dalam organ vital Anda.

Nah, urine yang dikeluarkan oleh tubuh bisa membuat kuman yang menempel dan berusaha menyusup ke dalam vagina maupun uretra akan mati dan tersapu keluar. Hal ini pada akhirnya mampu menurunkan risiko penyakit menular seksual

  • Basuh dengan air hangat 

Bersihkan vagina dengan air hangat. Suhu air yang hangat (suam-suam kuku) dipercaya bisa membuat vagina lebih relaks setelah sebelumnya menegang saat melakukan hubungan seks.

Caranya, basuh dari arah depan (vagina) ke belakang (bokong). Jangan lakukan sebaliknya, agar bakteri yang bersemayam di bokong tidak menginvasi vagina.

Setelah dicuci dengan benar menggunakan air hangat, jangan lupa untuk mengeringkannya dengan handuk atau kain lembut yang bersih. Tidak perlu dilap sampai ke dalam, cukup keringkan bagian luar vagina sampai area bokong. Ingat, dari arah depan ke belakang!

  • Hindari penggunaan tisu basah 

Membasuh vagina dengan tisu basah dapat membuat area kewanitaan Anda mengalami iritasi.

Tanda dan gejalanya adalah kemerahan, gatal, bengkak dan nyeri. Risiko ini makin tinggi jika kulit Anda juga sensitif terhadap kandungan alkohol, gliserin, atau pewangi yang mungkin ada pada tisu basah.

  • Maksimalkan perlindungan dengan probiotik 

Setelah semua proses dilakukan dengan benar, langkah selanjutnya adalah mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik secara rutin. Misalnya: yoghurt dan tempe.

Faktanya, makanan yang mengandung probiotik dapat membantu menjaga kebersihan dan kesehatan vagina Anda. Dengan demikian, organ kewanitaan Anda bisa berfungsi dengan optimal.

Jangan sampai lupa untuk membersihkan vagina setelah berhubungan seks. Lakukan dengan benar agar Anda terhindar dari penyakit menular seksual. Anda tidak ingin keintiman dalam berhubungan seks terganggu gara-gara hal tersebut, bukan?

(NB/ RH)

1 Komentar