Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Sakit Kuning, Efektifkah Menjemur Bayi Tiap Pagi untuk Mengatasinya?

Sakit Kuning, Efektifkah Menjemur Bayi Tiap Pagi untuk Mengatasinya?

Sakit kuning sering terjadi pada bayi yang baru lahir. Banyak orang tua yang mencoba mengatasinya dengan menjemur bayi tiap pagi. Efektifkah cara ini?

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu masalah yang sering dialami bayi baru lahir adalah jaundice atau sakit kuning. Untuk mengatasinya, banyak orang yang menjemur bayinya di bawah sinar matahari setiap pagi. Apakah cara tersebut efektif?

Bicara tentang bayi kuning, Kartika Putri yang baru melahirkan anak keduanya pada 18 Oktober lalu diselimuti rasa cemas. Pasalnya, bayinya yang diberi nama Khalisa Aghnia Bahira harus diriwat di rumah sakit karena bilirubin anak mencapai 17 mg/dL. Perlu diketahui, tanda sakit kuning pada bayi yang normal adalah yang tidak melewati 12 mg/dL atau 10 mg/dL pada bayi prematur.

Kuning pada bayi baru lahir, atau disebut juga ikterus neonatorum, terjadi akibat penumpukan bilirubin. Bilirubin adalah pigmen air empedu berwarna kuning kemerahan yang merupakan hasil pemecahan sel darah merah oleh hati.

Kondisi ini dapat menandakan hal normal (fisiologis) bisa muncul setelah 24 jam pertama kehidupan dan bayi tampak sehat. Namun, sakit kuning yang muncul segera setelah lahir hingga 24 jam pertama kehidupan dan menetap, harus dicurigai kemungkinan adanya penyakit tertentu (patologis). Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti berat badan lahir rendah, usia kehamilan kurang dari 37 minggu, infeksi, hipoglikemi, dan lain-lain.

Apakah efektif dijemur di bawah sinar matahari?

Kata orang tua zaman dulu, kalau bayi kuning harus sering dijemur di bawah sinar matahari. Tapi, apakah sinar matahari efektif untuk menyembuhkan bayi yang kuning?

Menurut dr. Seruni Mentari Putri dari KlikDokter, menjemur bayi pada pagi hari di bawah sinar matahari memang salah satu cara untuk mengatasi bayi kuning.

"Bayi yang baru lahir belum mampu mengolah bilirubin dengan sempurna dan ini yang membuat sebagian bayi terlihat kuning di hari pertama kelahirannya. Nah, menjemur bayi di bawah sinar matahari, terutama pada pagi hari, bisa membantu mengatasi bayi kuning,” terang dr. Seruni.

“Menjemur bayi di pagi hari secara rutin dapat membantu memecah bilirubin sehingga kadarnya akan menurun,” lanjutnya.

Meski demikian, perlu diingat bahwa menjemur bayi bukanlah terapi utama untuk mengatasi kondisi bayi kuning. Sebab, bila kadar bilirubin pada bayi terlalu tinggi, maka dibutuhkan penanganan khusus dengan terapi sinar (fototerapi). Terapi ini dapat membantu menurunkan kadar bilirubin dalam waktu cepat, sehingga bayi dapat terhindar dari risiko gangguan saraf.

Berbagai manfaat dan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menjemur bayi

Tak hanya dapat membantu tubuh bayi dalam mengolah bilirubin, menjemur bayi secara rutin di bawah sinar matahari pagi juga dapat membawa manfaat lain seperti:

  • Merangsang tubuh kecilnya menghasilkan vitamin D yang bermanfaat untuk kesehatan dan pertumbuhan tulangnya.
  • Menghangatkan tubuh bayi. Pada dua bulan kehidupannya, bayi masih beradaptasi dengan suhu lingkungan, khususnya bila berat badan lahir bayi rendah.
  • Mengencerkan lendir saluran napas saat bayi sedang mengalami batuk pilek.
  • Membuat bayi jadi tidur nyenyak, karena paparan sinar matahari dapat memicu produksi hormon serotonin.

Untuk mendapatkan manfaat di atas, dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, dari KlikDokter, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama-tama adalah memperhatikan waktu yang tepat untuk menjemurnya.

“Secara umum, dianjurkan untuk menjemur bayi di antara pukul 7–9 pagi, dengan durasi selama 15–20 menit. Hindari menjemur di atas jam 9 pagi, khususnya pukul 10 pagi hingga 4 sore. Di waktu-waktu ini, sinar matahari terlampau intens dan sinar UV dapat menimbulkan luka bakar pada kulit bayi, kata dr. Resthie menjelaskan.

“Selain itu, jemur bayi secara langsung di bawah sinar matahari. Hindari menjemurnya di dalam ruangan, termasuk di balik kaca atau jendela rumah,” lanjutnya.

Dokter Resthie juga menyarankan Anda untuk menyusui bayi terlebih dulu supaya ia tidak kehausan dan mengalami dehidrasi.

Aturan lainnya yang perlu diperhatikan adalah:

  • Saat menjemur, lepaskan semua pakaian bayi. Manfaat menjemur bayi baru bisa didapat bila sebagian besar tubuhnya terpapar sinar matahari. 
  • Agar paparan sinar matahari optimal, jemur bayi dalam keadaan telentang dan tengkurap.
  • Perhatikan cuaca. Hindari cuaca yang sedang berangin dan tidak terlalu terik.
  • Jangan sampai mata bayi tersorot sinar matahari. Supaya aman, Anda bisa menutup mata bayi dengan kain atau kacamata khusus saat berjemur.
  • Setelah menjemur, Anda bisa kembali menyusuinya, apalagi bila bayi mau atau tampak kehausan. 

Jadi, mengatasi sakit kuning pada bayi dengan menjemurnya di bawah sinar matahari tiap pagi bisa efektif, asalkan sakit kuning yang dialami adalah yang termasuk normal. Namun jika jaundice menyebar ke dada atau perut, bawa bayi ke dokter spesialis anak untuk dilakukan cek kadar bilirubin bayi agar bisa dilakukan penanganan yang tepat.

(RN)

0 Komentar

Belum ada komentar