Sukses

Ini Akibatnya Jika Anak Konsumsi Mi Instan Berlebihan

Punya anak yang sering konsumsi mi instan? Jangan dibiarkan, apalagi jika Anda tak ingin si Kecil mengalami masalah-masalah berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Mi instan bukanlah makanan yang disarankan untuk dikonsumsi oleh anak, apalagi dalam jumlah terlalu banyak atau berlebihan. Jenis makanan ini tidak bisa memberikan pasokan nutrisi yang dibutuhkan untuk menunjang tumbuh kembang si Kecil.

Mirisnya, data yang dikutip dari Channel News Asia mengatakan bahwa tingkat konsumsi mi instan di beberapa negara Asia Tenggara seperti Filipina, Indonesia, dan Malaysia cenderung tinggi. Dikatakan UNICEF, di ketiga negara itu, sekitar 40 persen anak-anak berusia 5 tahun atau kurang mengalami kekurangan nutrisi (malnutrisi).

Bahaya makan mi instan berlebihan pada anak

Anak seharusnya mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi seimbang, yang dibutuhkan untuk membantu proses tumbuh kembang optimal. Apabila menu makan sehari-hari malah diisi dengan konsumsi mi instan, anak malah berpotensi mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti:

  • Kebutuhan nutrisi yang tidak tercukupi

Dikatakan oleh dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, mi instan memiliki kandungan karbohidrat sebesar 82 persen. Sedangkan sisanya adalah persentase lemak dan protein yang sangat sedikit.

Hal ini membuat mi instan 'miskin' kandungan nutrisi, sehingga tidak membawa manfaat selain rasa kenyang ketika dikonsumsi.

  • Meningkatkan risiko hipertensi

Berdasarkan penuturan dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, salah satu efek jangka panjang akibat konsumsi mi instan yang terlalu sering atau dalam porsi berlebih adalah meningkatnya risiko penyakit tekanan darah tinggi alias hipertensi.

"Hal itu disebabkan oleh kandungan monosodium glutamate (MSG) yang tinggi dalam bumbu mi instan. Kandungan sodium dalam MSG dapat menyebabkan retensi cairan di dalam tubuh, yang pada akhirnya memicu hipertensi di kemudian hari," ujar dr. Reza.

  • Memicu obesitas

Karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, konsumsi mi instan secara berlebih atau terlalu sering juga bisa memicu terjadinya obesitas alias kelebihan berat badan.

Apabila obesitas terjadi sejak masih anak-anak dan tidak ada upaya untuk mengatasinya, risiko terjadinya penyakit berbahaya seperti diabetes melitus bisa meningkat berlipat ganda.

  • Meningkatkan risiko penyakit jantung

Korea adalah negara dengan tingkat konsumsi mi instan paling tinggi. Penelitian yang dilakukan di negara tersebut mengatakan bahwa orang yang mengonsumsi lebih dari 1 porsi mi instan dalam sebulan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami hipertrigliseridemia.

Hipertrigliseridemia adalah peningkatan lemak jahat yang dapat menyumbat pembuluh darah, termasuk pembuluh darah di jantung. Sebagai akibatnya, risiko penyakit jantung akan meningkat.

Bisa Anda bayangkan apabila buah hati Anda sudah mengonsumsi banyak mi instan sejak kecil. Risiko terjadinya hipertrigliseridemia pada dirinya tentu akan meningkat sangat tinggi saat dewasa nanti.

Tidak dimungkiri bahwa mi instan memang menawarkan sejuta kenikmatan ketika dikonsumsi. Sayangnya, jenis makanan yang satu ini perlu benar-benar dibatasi, apalagi pada anak. Ingat, mi instan tidak memiliki kandungan nutrisi yang memadai untuk tumbuh kembangnya, bahkan bisa memicu beragam masalah kesehatan.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar