Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Psoriasis Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung, Benarkah?

Psoriasis Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung, Benarkah?

Psoriasis adalah masalah kulit yang diduga memiliki hubungan dengan penyakit jantung. Bagaimana faktanya?

Klikdokter.com, Jakarta Anda memiliki bagian tubuh dengan kondisi kulit yang terlihat bersisik? Perhatikan, apakah kulit bersisik tersebut berwarna kemerahan dan terasa gatal atau nyeri. Kalau ya, bisa jadi Anda mengalami psoriasis. Penyakit ini tidak hanya menyebabkan keluhan pada kulit, tapi juga dikaitkan dengan risiko penyakit jantung.

Psoriasis adalah penyakit kulit dengan ciri khas kulit yang mengelupas, berwarna kemerahan. Kondisi ini dapat terjadi dalam jangka waktu yang lama. 

Penderita psoriasis dapat mengalami beberapa gejala umum, seperti adanya kulit bersisik yang kemerahan, kering, pecah-pecah, gatal, nyeri dan dapat berdarah. Tidak hanya itu, psoriasis juga bisa menyebabkan keluhan kondisi kuku yang menjadi lebih tebal dan sendi bengkak atau kaku. 

Psoriasis tidak selalu ada dalam keadaan aktif. Penyakit ini bisa ‘tenang’ dan tidak menyebabkan gejala apa pun. 

Psoriasis baru akan kambuh apabila terdapat pemicunya. Misalnya: adanya infeksi pada tenggorokan atau kulit, cedera pada kulit, luka bakar, gigitan serangga, stres, merokok, konsumsi alkohol berlebih, kekurangan vitamin D, dan sedang menjalani pengobatan untuk tekanan darah tinggi (hipertensi) atau malaria.

Psoriasis dan penyakit jantung

Gejala yang ditimbulkan pada psoriasis lebih berkaitan dengan masalah kulit. Meski demikian, penyakit ini ternyata memiliki hubungan dengan peningkatan terjadinya risiko penyakit jantung

Faktanya, penelitian terbaru mengatakan bahwa psoriasis merupakan suatu penyakit sistemik yang juga berkaitan dengan obesitas, hipertensi, dan gangguan profil lemak di dalam darah. 

Ketiga hal tersebut merupakan kondisi yang berkaitan dengan meningkatnya faktor risiko penyakit jantung. Pada penderita psoriasis, risiko terjadinya penyakit jantung akan meningkat sebesar dua kali lipat. 

Kendati begitu, penelitian juga menyebutkan bahwa tidak semua penderita psoriasis akan mengalami peningkatan risiko penyakit jantung. Syaratnya, penderita psoriasis mesti benar-benar mengendalikan penyakit agar gejala tidak melulu kambuh. 

Oleh karena itu, penderita psoriasis disarankan untuk berobat pada dokter spesialis kulit dan kelamin. Tujuannya untuk mengetahui cara paling tepat mengelola penyakitnya agar tidak sampai menimbulkan komplikasi berupa penyakit jantung.

Tidak cukup dengan itu, penderita psoriasis juga mesti mengubah gaya hidup menjadi lebih bersih dan sehat. Caranya dengan selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang setiap hari. Berolahraga secara rutin sebanyak 5 kali dalam seminggu dengan durasi 15–30 menit per hari juga diperlukan. 

Selain asupan makanan dan olahraga, beristirahat dengan tidur selama 8 jam dalam satu hari juga tak boleh dilupakan. Manajemen stres yang baik serta menjauhi rokok dan alkohol juga merupakan bagian dari pola hidup sehat yang diperlukan.

Mulai sekarang, jangan pernah menganggap psoriasis sebagai masalah kulit yang sepele. Jika dibiarkan atau tanpa pengobatan yang tepat, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi yang membuat penderitanya berisiko dua kali lipat lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung di kemudian hari. 

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar