Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Ganja Efektif untuk Pengobatan Anak dengan Autisme?

Benarkah Ganja Efektif untuk Pengobatan Anak dengan Autisme?

Menurut sebuah uji klinis terbaru, pengobatan ganja dapat membantu pengobatan anak-anak dengan autisme. Namun, benarkah efektif?

Klikdokter.com, Jakarta Sudah sejak lama dimanfaatkan sebagai pengobatan penyakit, tetapi dalam dunia kedokteran modern, penggunaan ganja atau mariyuana masih menuai kontroversi. Ada satu uji klinis terbaru yang menyebut bahwa ganja dapat membantu autism. Bagaimana efektivitasnya?

Mengenal autisme lebih dekat

Autism spectrum disorder (ASD) atau autisme adalah gangguan perkembangan yang memengaruhi kemampuan berkomunikasi dan perilaku. Meskipun dapat terdiagnosis pada usia berapa pun, autisme dikatakan sebagai gangguan perkembangan karena gejala umumnya muncul dalam dua tahun pertama kehidupan.

Menurut Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, orang-orang dengan ASD memiliki gejala:

  • Kesulitan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain
  • Minat terbatas dan perilaku berulang
  • Gejala yang bisa mengganggu orang lain untuk belajar atau bekerja di sekolah, kantor, atau lingkungan
  • Mengalami masalah tidur dan lekas marah

Autisme dikenal sebagai gangguan "spektrum" karena ada variasi yang luas dalam jenis dan tingkat keparahan gejala yang dialami. Meskipun ini dapat menjadi gangguan seumur hidup, perawatan dan layanan kesehatan yang baik dapat memperbaiki gejala serta kemampuan seseorang dalam berkomunikasi dengan baik.

Meskipun orang-orang dengan ASD mengalami banyak tantangan dalam bermasyarakat, tetapi mereka juga memiliki kelebihan, yaitu:

  • Mampu mempelajari berbagai hal secara terperinci dan mengingat informasi untuk jangka waktu yang lama.
  • Menjadi pembelajar visual dan pendengaran yang kuat.
  • Unggul dalam matematika, sains, musik, atau seni.

Sebagai contoh, Anda bisa menyaksikan beberapa film yang menggambarkan ASD seperti “My Name is Khan”, “Mozart and the Whale”, “Temple Grandin”, “The Other Sister”, “I Am Sam”, “Mercury Rising” dan masih banyak lagi.

1 dari 2 halaman

Efektifkah ganja bantu penderita autisme?

Meski lebih dikenal sebagai bahan pemicu kecanduan dan ilegal di Indonesia, apakah ganja dapat efektif dalam pengobatan autisme?

Menjawab hal tersebut, sebuah penelitian kecil dari Israel menemukan bahwa ekstrak ganja dapat digunakan untuk pengobatan gejala ASD.

Studi pengamatan ini mengumpulkan data tentang perilaku sebelum dan sesudah pengobatan dengan ekstrak ganja pada 188 remaja yang terdiagnosis ASD. Peneliti ingin memeriksa kualitas hidup dan perubahan suasana hati semua remaja itu.

Hasilnya, anak-anak yang diobati dengan ekstrak ganja mengalami kemajuan yang signifikan, dibandingkan dengan kelompok kontrol yang diberi plasebo.

Tak hanya itu, cannabidiol (CBD) dalam ganja juga telah terbukti membantu perilaku cemas dan mengobati masalah perilaku pada anak-anak dengan autisme. Anak-anak yang diberikan ekstrak ganja mengalami peningkatan sebesar 49 persen dan 53 persen pada dua skala, di mana dokter dan orang tua mengukur gejala autism dan perilaku mengganggu.

Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan perawatan dengan menggunakan plasebo, yakni meningkat 21 persen dan 44 persen.

Selain itu, kualitas hidup, suasana hati, dan kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari dinilai sebelum pengobatan dan enam bulan kemudian. Hasilnya, kualitas hidup naik dari 31,3 persen sebelum memulai pengobatan, menjadi 66,8 persen enam bulan setelah pengobatan. Suasana hati juga meningkat dari 42 persen, menjadi 63,5 setelah enam bulan pengobatan.

Studi kecil ini memang membuktikan bahwa pengobatan dengan ekstrak ganja dapat menjadi pengobatan autisme pada anak yang meliputi kualitas hidup, suasana hati, dan masalah perilaku. Meski begitu, efektivitas dan keamanan ganja untuk autisme (dan penyakit apa pun) harus dievaluasi lebih lanjut dalam uji klinis berskala besar. Bila anak memiliki autisme, konsultasikan dengan dokter sebelum mencoba atau memulai terapi apa pun.

[HNS/RN]

0 Komentar

Belum ada komentar