Sukses

5 Jurus Jitu untuk Hadapi Pasangan yang Mudah Marah

Punya pasangan yang mudah marah? Jangan tersulut, lakukan jurus ini untuk menghadapinya.

Klikdokter.com, Jakarta Memiliki pasangan yang mudah marah memang bukan perkara mudah. Selain jengkel, Anda juga mungkin akan merasa frustrasi secara berkelanjutan. Di sisi lain, Anda tidak ingin meninggalkan pasangan karena alasan terlanjur sayang. Lantas, harus bagaimana?

Menjawab pertanyaan, dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter mengatakan bahwa Anda harus tenang. Menanggapi pasangan yang mudah marah tidak bisa dilakukan dengan melontarkan ‘nada tinggi’ juga.

“Menimpali amarah pasangan dengan nada tinggi justru bisa memperkeruh keadaan,” kata dr. Sepriani.

Daripada ikutan marah, dr. Sepriani menyarankan Anda untuk melakukan hal berikut ini:

  • Dengarkan

Jika pasangan Anda sedang marah, biarkan ia berbicara terlebih dahulu sebelum menanggapi ocehannya. Berikan waktu baginya untuk meluapkan emosi sampai habis. Hindari memotong ocehannya, karena justru bisa menyulut ‘api emosi’ yang baru.

  • Cari tahu penyebabnya 

Jika pasangan sering marah, coba cari tahu apa penyebabnya. Dikatakan dr. Sepriani, ada dua faktor yang bisa membuat seseorang mudah marah, yakni faktor eksternal dan internal. 

“Faktor eksternal bisa meliputi pekerjaan, kehidupan sosial dan kondisi keluarga. Sedangkan faktor internal bisa meliputi adanya perubahan hormon atau kondisi fisik yang sedang tidak prima,” kata dr. Sepriani.

Jika Anda sudah mencari tahu apa penyebabnya, coba tawarkan bantuan pada pasangan. Katakan padanya bahwa masalah yang ia hadapi bisa diselesaikan bersama-sama.

Kalimat-kalimat yang menenangkan seperti itu bisa membuat pasangan menjadi lebih relaks dan tenang sehingga tingkat emosi juga akan menurun. 

  • Diskusi 

Jika amarah pasangan selalu berujung pada pertengkaran, coba ajak untuk berdiskusi dengan kepala dingin. Tanyakan mengenai hal-hal yang menyulut emosinya. Komunikasi dan saling mengerti merupakan dua kunci yang bisa menjadi solusi untuk permasalahan Anda. 

Sebelum mengajak diskusi, pastikan emosi pasangan sedang stabil. Hal ini bertujuan untuk mencegah pasangan kembali marah atau merasa tersinggung dengan topik yang hendak Anda bahas. 

  • Minta bantuan orang ketiga

Jika sudah berdiskusi namun solusi masih belum ada, jangan sungkan untuk meminta bantuan dari orang ketiga. Mintalah bantuan konselor atau psikolog untuk membantu permasalahan yang Anda dan pasangan hadapi.

Apabila cukup terbuka dengan orang tua atau anggota keluarga lainnya, Anda bisa meminta bantuan pada mereka. Ceritakan dengan kepala dingin dan minta pendapat mereka mengenai kondisi yang Anda alami.

  • Berikan pengaruh yang baik

Ketimbang mengatur, cobalah untuk memberikan pengaruh baik kepada pasangan Anda. Meski sulit, tapi cara ini bisa membawa ‘angin’ positif pada pasangan dan diri Anda sendiri. 

Ajak pasangan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dengan memberikan contoh. Misal, bersikap lebih dewasa dalam menanggapi suatu masalah, lebih mau menerima kritikan dari orang lain, dan lain sebagainya. K

etika pasangan melihat sikap ini dari Anda, secara tidak langsung ia akan terpengaruh dan berubah menjadi pribadi yang lebih positif juga.

Menghadapi pasangan yang mudah marah memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, Anda mesti percaya bahwa tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Oleh karena itu, perjuangkan terus hubungan Anda dengan pasangan agar benar-benar bisa berada di ‘jalur’ yang positif.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar