Sukses

Pertolongan Pertama pada Nyeri Leher dan Bahu

Leher atau bahu Anda nyeri? Jangan bingung, ini tips yang bisa Anda terapkan sebagai langkah pertolongan pertama.

Klikdokter.com, Jakarta Setelah lelah bekerja seharian, leher atau bahu bisa saja terasa nyeri. Kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas Anda di malam hari, apalagi jika dibiarkan tanpa penanganan.

Secara umum, penyebab nyeri leher adalah otot maupun sendi yang mengalami trauma, postur tubuh yang buruk atau karena faktor usia. Sementara itu, sensasi nyeri pada sendi bahu bisa terjadi akibat robekan otot, peradangan, sendi yang tidak stabil, dislokasi, frozen shoulder, maupun adanya kelainan pada saraf.

Apa pun penyebabnya, nyeri pada leher dan bahu adalah kondisi yang mesti segera diatasi. Ada pun tindakan pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan sebagai solusi, yaitu:

  • Kompres hangat

Redakan spasme otot dengan memberikan kompres hangat dengan tidak berkontak langsung (kering). Caranya, masukkan air hangat ke dalam botol, balut dengan handuk kering, dan tempelkan pada bagian yang nyeri.

Anda juga bisa melakukan kompres hangat dengan kontak langsung (basah). Caranya, rendam handuk bersih dengan hangat selama beberapa saat. Kemudian, peras hingga agak kering, diamkan sejenak dan tempelkan pada bagian yang nyeri.

  • Kompres dingin

Selain penggunaan kompres hangat, rasa nyeri di leher dan bahu juga bisa diatasi dengan menggunakan kompres dingin. Caranya, bebat es batu dengan handuk atau kain kasa steril dan tempelkan pada bagian yang nyeri selama 20 menit.

  • Obat anti-nyeri

Rasa nyeri di leher maupun pundak bisa diredakan dengan konsumsi obat golongan parasetamol atau ibuprofen sesuai dosis yang dianjurkan.

  • Istirahat

Istirahatkan area yang nyeri dengan mengurangi penggunaannya selama satu atau dua hari. Jika keluhan sudah agak membaik, lakukan aktivitas seperti biasa secara bertahap.

Kapan harus ke dokter?

Jika nyeri leher yang Anda rasakan sangat berat dan tidak membaik dalam beberapa hari, atau ditemukan adanya rasa nyeri yang berlebihan, mati rasa (kebas) maupun kelemahan anggota gerak, segera periksakan diri ke dokter.

Selain itu, Anda juga perlu segera berobat ke klinik atau rumah sakit jika:

  • Nyeri disebabkan suatu tabrakan atau cedera yang hebat
  • Nyeri leher yang menjalar hingga lengan dan tungkai
  • Leher yang tegang disertai demam, muntah dan sensitif terhadap cahaya

Selah berobat dan kondisi sudah mulai membaik, rawat sendi leher dan bahu Anda dengan melakukan olahraga aerobik. Contohnya berjalan kaki, berenang atau bersepeda dengan total durasi 150 menit dalam seminggu.

Di samping itu, berhentilah merokok dan betulkan postur tubuh Anda saat duduk maupun berjalan.

Nyeri leher dan bahu memang terkesan sepele. Akan tetapi, jika dibiarkan terjadi berkelanjutan atau tanpa pengobatan, Anda bisa mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas. Hal ini pada akhirnya akan menurunkan produktivitas maupun kualitas hidup Anda.

Oleh karena itu, atasi nyeri leher dan bahu dengan melakukan tindakan pertolongan pertama. Jika keluhan masih berlanjut, segera berobat ke dokter sebelum terlambat.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar