Sukses

Sering Pinjam Helm, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Rambut

Sering pinjam helm orang lain atau pakai helm yang sudah berkali-kali berpindah kepala, waspada, ini dampaknya bagi kesehatan rambut Anda!

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda yang mengandalkan motor sebagai moda transportasi sehari-hari, baik mengendarai motor atau memanfaatkan layanan ojek, helm adalah benda pribadi yang sebaiknya tak ketinggalan. Jika sampai sering pinjam atau memakai helm sudah sering berpindah kepala, ada risiko bagi kesehatan rambut.

Disadari atau tidak, helm adalah salah satu benda tempat kuman bersarang dan berkembang biak, termasuk dihinggapi kutu! Jika Anda menggunakan helm yang sudah berpindah-pindah kepala, kesehatan rambut Anda menjadi taruhannya.

Dijelaskan oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, berikut ini adalah bahaya penggunaan helm secara bergantian pada kesehatan rambut Anda:

  1. Kutuan

Kutu yang hidup di rambut orang lain bisa dengan mudahnya berpindah ke kulit kepala Anda akibat penggunaan helm secara bergantian. Kepala yang kutuan dapat mencetuskan keluhan gatal-gatal yang sangat mengganggu, bahkan bisa bikin penderitanya sulit tidur.

  1. Infeksi bakteri stafilokokus

Bakteri stafilokokus merupakan satu dari banyak jenis kuman yang bisa ditemukan pada kulit. Bakteri jenis ini bisa menyebabkan penyakit jika berkembang biak terlalu banyak.

“Meski kemungkinannya kecil, tapi jika Anda terkena infeksi bakteri stafilokokus, maka gejala yang ditimbulkan adalah ruam, gatal, dan perih pada area kulit kepala,” ujar dr. Sepriani.

  1. Infeksi jamur 

Infeksi jamur juga bisa menjadi permasalahan kulit kepala bisa dialami akibat sering pinjam helm atau helm yang sudah dipakai banyak orang. Kondisi ini umumnya terjadi akibat helm terlalu kotor karena jarang dibersihkan, atau lembap entah karena kehujanan atau pemakai sebelumnya rambutnya basah karena keringat.

Infeksi jamur di kulit kepala bisa menimbulkan gejala gatal-gatal, munculnya benjolan kecil berisi nanah, dan kebotakan di area tertentu.

  1. Bau tidak sedap

Semakin banyak bakteri atau jamur yang terakumulasi di bagian dalam helm, semakin besar pula kemungkinan kulit kepala dan rambut Anda jadi berbau tak sedap. Aroma rambut yang tidak sedap biasanya bikin orang lain tak mau dekat-dekat.

1 dari 2 halaman

Lakukan ini untuk mencegahnya

Agar Anda terhindar dari gangguan kesehatan akibat sering pinjam atau pakai helm orang lain, lakukan ini:

  • Rutin membersihkan rambut

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah rajin membersihkan kulit kepala dan rambut.

“Membersihkan rambut menggunakan sampo dan kondisioner yang sesuai dengan jenis kulit kepala Anda setelah menggunakan helm orang lain akan menurunkan risiko gangguan kesehatan yang tadi disebutkan. Lakukan secara rutin dan teratur, agar rambut dan kulit kepala sepenuhnya sehat,” ujar dr. Sepriani.

  • Pakai hair cap

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mencegah dampak buruk akibat sering meminjam helm orang lain adalah menggunakan hair cap untuk membungkus rambut. Penggunaan hair cap ini sangat direkomendasikan khususnya untuk Anda yang sering menggunakan helm yang disediakan pengemudi ojek.

“Penggunaan hair cap terbilang ampuh untuk melindungi rambut dan kulit kepala dari segala jenis gangguan yang disebutkan tadi. Pasalnya, permukaan bagian dalam helm tidak langsung menyentuh kulit kepala maupun rambut,” pungkas dr. Sepriani.

Jangan lupa untuk mengganti rutin hair cap secara rutin.

  • Pilih helm yang tepat

Untuk pengemudi motor atau Anda yang selalu membawa helm ke mana-mana, pilihlah helm yang tepat dari segi kelayakan pakai.

Mengenakan helm yang terlalu ketat, misalnya, dapat menyebabkan traction alopecia atau kerontokan rambut. Hal ini dikarenakan helm yang terlalu ketat akan menarik rambut secara konstan ke arah belakang. Karenanya, pilih helm dengan ukuran yang tepat, tidak terlalu kencang dan tidak terlalu longgar.

Sebelum berkendara, luangkan waktu untuk mengenakan helm secara benar untuk mencegah rambut terlalu tertarik ke belakang.

Berdasarkan kriteria dari U.S. Consumer Product Safety Commission, ciri-ciri helm yang tepat adalah:

  • Pas: tidak terlalu sempit atau longgar, sehingga tak mudah bergeser dari satu sisi ke sisi lainnya, atau dari depan ke belakang.
  • Datar: membentuk persegi di bagian atas wajah hingga menutupi area kening.
  • Stabil: tali pengikat di dagu berfungsi agar helm tetap pada posisi yang benar dan tidak bergeser. Tali pengikat sebaiknya selalu dalam kondisi yang baik. Gantilah apabila terjadi kerusakan. Kalau tidak, helm bisa terlepas bila sampai terjadi kecelakaan.

Perhatikan hal-hal yang dijelaskan tadi jika Anda sering pinjam helm atau memakai helm yang sudah dipakai banyak orang. Bila cuek saja, bisa-bisa berdampai buruk bagi kesehatan rambut, misalnya kutuan atau kerontokan. Jika sudah terlanjut terjadi masalah di rambut atau kulit kepala, sebaiknya periksakan ke dokter spesialis kulit agar bisa ditangani tepat sasaran sesuai penyebabnya.

(NB/RN)

0 Komentar

Belum ada komentar