Sukses

5 Tanda Sakit Punggung Bagian Atas yang Berbahaya

Sakit punggung bagian atas kerap tak jelas penyebabnya. Anda mesti waspada jika rasa sakitnya memiliki tanda-tanda ini karena ada potensi bahaya.

Klikdokter.com, Jakarta Sakit punggung bagian atas adalah keluhan umum yang dapat dialami semua orang. Biasanya, kondisi tersebut disebabkan oleh aktivitas sehari-hari ataupun kebiasaan tertentu. Nyeri kadang muncul tanpa penyebab yang jelas. Bisa jadi hal yang normal, tapi bisa juga merupakan tanda adanya kondisi berbahaya.

Dikatakan oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BmedSc(Hons), dari KlikDokter, keluhan di punggung secara umum dapat disebabkan oleh gangguan pada kulit, otot, atau tulang.

“Keluhan pada kulit umumnya disebabkan oleh adanya penyakit kulit pada bagian punggung, keluhan pada otot akibat salah posisi, dan keluhan pada tulang karena adanya kelainan tulang belakang,” katanya.

Nah, keluhan pada otot biasanya karena salah posisi duduk atau bekerja dengan posisi yang sama terus-menerus. Keluhan ini juga bisa muncul karena Anda berada di depan laptop dalam posisi tengkurap terlalu lama.

“Apabila tubuh tidak berada di dalam posisi anatomis, akan timbul keluhan pegal atau nyeri karena otot yang teregang. Keluhan punggung akibat gangguan tulang belakang (skoliosis) juga dapat menyebabkan rasa nyeri,” dr. Jesslyn menambahkan.

Tanda sakit punggung bagian atas yang berbahaya

Meski kebanyakan tak perlu terlalu dikhawatirkan, tetapi ada tanda-tanda sakit punggung bagian atas yang bisa jadi didasari oleh penyakit berbahaya. Berikut ini adalah ciri-ciri yang mesti dicermati.

1. Rasa sakit tak kunjung hilang 

Untuk menghilangkan nyeri punggung atas, Anda mungkin sudah mencoba berbagai cara seperti pijat, menggunakan koyo, bahkan sampai membeli kasur baru. Namun nyerinya tak kunjung hilang, bisa jadi itu merupakan tanda adanya tumor paru-paru.

American Cancer Society mengatakan bahwa kanker paru-paru stadium lanjut dapat mengakibatkan nyeri tulang, termasuk di bagian punggung. Tanda lain yang mengikuti antara lain penurunan berat badan, nyeri dada, dan rasa lemah.

Jika sakit punggung tak kunjung hilang bahkan sering membangunkan Anda di malam hari, segera buat janji temu dengan dokter.

2. Demam berlarut-larut 

Dalam kasus-kasus tertentu, sakit punggung yang parah disertai demam, mati rasa, atau kesemutan di lengan dapat disebabkan oleh infeksi tulang belakang. Kondisi ini memang sangat jarang, tetapi Anda berisiko mengalami imunosupresi (kondisi penurunan sistem kekebalan tubuh), kanker, diabetes, atau obesitas.

Jika dokter mencurigai infeksi tulang belakang, Anda mungkin akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan sinar X atau MRI untuk membantu menegakkan diagnosis.

3. Kaki mati rasa 

Apabila sakit punggung bagian atas juga disertai kesemutan atau mati rasa yang menjalar ke arah panggul, paha, bahkan ke jari-jari kaki, ada kemungkinan Anda mengalami hernia nukleus pulposus (herniated nucleosus pulposus atau HNP). Awam menyebutnya sebagai saraf terjepit.

4. Sakit saat menarik napas dalam-dalam 

Ketika punggung bagian atas Anda nyeri lalu diikuti dengan sakit saat menarik napas yang dalam, Anda harus segera memeriksanya ke dokter. Bisa jadi Anda mengalami emboli paru. Penderita emboli paru akan merasakan sakit yang tajam dan kesulitan bernapas setelah perjalanan panjang dengan mobil atau pesawat, atau setelah operasi.

5. Rasa sakit bertambah ketika bergerak 

Kalau rasa sakit Anda semakin bertambah ketika bergerak, sebaiknya segera periksa ke dokter. Terutama jika Anda baru saja mengalami trauma seperti punggung tertimpa benda berat atau terjatuh. Pasalnya, ini bisa menjadi gejala Anda mengalami retak atau patah di tulang rusuk atau tulang belakang.

Apakah Anda saat ini sedang mengalami sakit punggung bagian atas? Jika iya, sebaiknya perhatikan tanda dan gejalanya, karena bisa jadi penyebabnya adalah kondisi serius yang bisa berbahaya. Bila nyeri punggung atas sering terjadi, hilang timbul, intensitas nyerinya berat, atau disertai gejala-gejala tak biasa, konsultasikan keluhan tersebut sesegera mungkin dengan dokter agar bisa diperiksa secara menyeluruh.

[HNS/RN]

0 Komentar

Belum ada komentar