Sukses

Darah Kental, Penyebab dan Cara Tepat Mengatasinya

Jangan dianggap sepele, darah kental bisa berakhir pada hilangnya nyawa. Kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Pernah dengar istilah darah kental atau polisitemia? Kondisi medis ini tergolong berbahaya karena bisa membuat penderitanya kehilangan nyawa. Mari kenali lebih jauh tentang kondisi tersebut, termasuk penyebab dan cara mengatasinya.

Secara umum, pengentalan darah adalah proses yang terjadi secara normal saat tubuh mengalami luka. Namun pada beberapa orang, prosesnya bisa terjadi tanpa adanya luka di tubuh. Bukannya baik, kondisi ini malah bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius yang bisa mengancam keselamatan jiwa.

Penyebab Penyakit Darah Kental

Setiap orang memiliki kekentalan darah yang berbeda-beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter, faktor yang memiliki pengaruh paling besar adalah bentuk sel darah merah.

“Selain itu, ada juga faktor lain yang ikut memengaruhi tingkat kekentalan darah, yaitu kadar kolesterol jahat (LDL). Semakin tingkat LDL, kekentalan darah akan semakin meningkat,” ujar dr. Alvin.

Lebih lanjut, dr. Alvin mengatakan bahwa kekentalan darah yang meningkat bisa disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

  • Gaya hidup yang tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, minum alkohol dan sering konsumsi makanan cepat saji atau produk olahan
  • Mengalami kanker darah
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Faktor keturunan 

Sementara itu, kekentalan darah yang menurun bisa disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:

  • Adanya pengaruh obat-obatan, misalnya penggunaan obat pengencer darah tanpa dosis yang tepat dari dokter
  • Mengalami gangguan di sumsum tulang belakang
  • Terkena penyakit lupus

Diagnosis Penyakit Darah Kental 

Penentuan diagnosis darah kental dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah di laboratorium. Dikatakan dr. Alvin, pemeriksaan ini memiliki tujuan untuk memastikan jumlah sel darah merah, hemoglobin, dan eritropoietin (hormon sumsum tulang) pada pasien.

Selain lewat pemeriksaan, diagnosis darah kental juga ditegakkan melalui pemantauan kondisi pasien. Biasanya, pasien darah kental akan mengalami gejala berupa:

  • Rasa gatal setelah mandi air hangat
  • Sering sakit kepala dan badan lemas
  • Kelelahan yang ekstrem
  • Keringat berlebihan
  • Sulit bernapas ketika berbaring
  • Adanya pembengkakan yang disertai nyeri
  • Kembung dan kesemutan
1 dari 2 halaman

Cara mengatasi penyakit darah kental 

Bila sudah terjadi pengentalan darah, ada beberapa opsi pengobatan yang bisa Anda lakukan. Berdasarkan penuturan dari dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, berikut pilihan pengobatan yang dimaksud: 

  1. Trombolitik 

Trombolitik merupakan obat yang berfungsi menghancurkan gumpalan darah. Obat ini bisa menimbulkan efek samping perdarahan hebat. Oleh karena itu, trombolitik biasanya hanya diberikan oleh dokter untuk kasus darah kental yang sangat darurat dan mengancam nyawa, misalnya pada kasus serangan jantung dan stoke.

  1. Obat pengencer darah

Obat pengencer darah seperti aspirin, warfarin, atau heparin dapat digunakan untuk membantu mencegah dan memperlambat proses pengentalan darah. 

“Obat ini biasanya akan diberikan dokter dalam bentul oral (diminum) atau disuntik menggunakan infus,” ujar dr. Dyan.

  1. Antitrombin 

Antitrombin adalah jenis obat yang bisa digunakan untuk membantu mengendalikan penyakit darah kental dalam jangka pendek. Kata dr. Dyan, obat jenis ini umumnya diberikan dokter untuk pasien dengan kekentalan darah yang hendak dioperasi.

Selain cara medis di atas, cara mengatasi darah kental yang bisa dilakukan sendiri di rumah adalah dengan mengendalikan kondisi kesehatan, yaitu berhenti merokok, menjaga berat badan tetap seimbang, konsumsi makanan sehat dalam porsi seimbang, dan aktif bergerak.

Demikianlah hal-hal seputar darah kental, termasuk penyebab dan cara mengatasinya. Jika Anda mencurigai adanya indikasi kondisi darah kental, segera lakukan medical check-up secara menyeluruh. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan Anda memiliki kondisi tersebut, segera lakukan penanganan medis agar tak sampai mengancam keselamatan hidup.

(NB/RN)

0 Komentar

Belum ada komentar