Sukses

Penyebab Impotensi yang Pria Harus Tahu

Impotensi atau disfungsi ereksi adalah gangguan ereksi yang harus diwaspadai pria. Apa penyebab impotensi? Yuk, simak lengkapnya di sini.

Impotensi atau sering juga disebut disfungsi ereksi terjadi ketika pria tidak bisa mencapai dan mempertahankan ereksi sempurna, atau ejakulasi secara konsisten.

Masalah ini kerap menjadi momok menakutkan bagi para pria dewasa. Tak jarang, disfungsi ereksi juga turut berdampak pada keharmonisan rumah tangga.

Berdasarkan data epidemiologi, diprediksi pada 2025 jumlah laki-laki yang menderita impotensi akan meningkat hingga 332 juta penderita.

Prediksi itu berdasarkan data-data sebelumnya, yakni pada 1995 saja telah terdapat lebih dari 150 juta laki-laki menderita impotensi.

Impotensi tentu berefek negatif pada kehidupan seksual Anda. Hal ini dapat memicu timbulnya rasa rendah diri yang berujung pada munculnya gejala depresi dan stres. Maka dari itu, Anda harus tahu apa saja penyebab impotensi.

Berikut ini adalah beberapa penyebab disfungsi ereksi yang paling umum:  

Artikel Lainnya: Disfungsi Seksual Muncul Setelah Operasi Hernia, Benarkah?

1 dari 5 halaman

1. Penyakit Endokrin

Diketahui sistem endokrin menghasilkan hormon pengatur metabolisme, reproduksi, fungsi seksual, suasana hati, serta lainnya. Ketika sistem ini rusak, impotensi dapat terjadi.

Diabetes merupakan contoh penyakit endokrin tersering yang menyebabkan impotensi. 

Nah, salah satu komplikasi terkait dengan diabetes kronis adalah rusaknya saraf. Hal ini bertanggung jawab atas berkurangnya sensasi pada penis.

Selain itu, komplikasi lainnya yang dapat berkontribusi terhadap terjadinya impotensi adalah gangguan kadar hormon dan hambatan aliran darah menuju penis.

2. Gangguan Neurologis dan Saraf 

Kondisi-kondisi terkait neurologis (sistem saraf) dapat pula menjadi penyebab tidak bisa ereksi. Mengapa demikian? 

Sebab, kondisi saraf akan pengaruhi kemampuan otak dalam “berkomunikasi” dengan sistem reproduksi. Hal ini bisa mencegah seorang pria mencapai ereksi secara sempurna.

Gangguan sistem saraf yang terkait dengan impotensi, antara lain:

  • Penyakit Parkinson 

Pasca-menjalani operasi prostat, Anda juga dapat mengalami kerusakan saraf yang mengakibatkan impotensi.

Pengendara sepeda jarak jauh juga bisa mengalami impotensi sementara akibat tekanan berulang pada bokong dan alat kelamin yang dapat memengaruhi fungsi saraf.

Artikel Lainnya: Vakum Penis untuk Mengatasi Disfungsi Ereksi, Benarkah Efektif?

2 dari 5 halaman

3. Konsumsi Obat-obatan Tertentu

Konsumsi obat tertentu bisa pengaruhi aliran darah, yang pada akhirnya dapat menyebabkan impotensi.

Akan tetapi, meski telah diketahui dapat menyebabkan impotensi, Anda tetap tidak boleh berhenti minum obat tanpa seizin dokter.

Beberapa obat yang dapat jadi penyebab penyakit impotensi, antara lain:

  • alpha-adrenergic blockers, termasuk tamsulosin,
  • beta-blocker, misalnya carvedilol dan metoprolol, 
  • obat untuk kemoterapi kanker, seperti simetidin,
  • anti-depresan sistem saraf pusat (CNS), seperti alprazolam, diazepam, dan kodein,
  • stimulan SSP, misalnya kokain serta amfetamin diuretik seperti furosemide dan spironolactone, dan 
  • inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI), contohnya fluoxetine dan paroxetine.

4. Kondisi Terkait Jantung

Kondisi yang memengaruhi organ jantung serta kemampuannya dalam memompa darah dengan baik dapat berperan terhadap timbulnya impotensi. Sebab, tanpa aliran darah ke penis yang cukup, Anda tak bisa mencapai ereksi.

Aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah akibat penumpukan plak) yang disebabkan kolesterol tinggi dan hipertensi, juga dapat turut menyebabkan impotensi.

Artikel Lainnya: Disfungsi Ereksi Akibat Kecanduan Film Porno, Mungkinkah?

3 dari 5 halaman

5. Konsumsi Alkohol Berlebih dan Kebiasaan Merokok

Bagi sebagian orang, minum alkohol adalah cara untuk mengatasi stres. Namun, tahukah Anda kalau kebiasaan konsumsi alkohol dapat memicu impotensi? 

Terlebih, Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak. Selain itu, berbagai data penelitian menunjukkan kebiasaan merokok juga bisa meningkatkan risiko pria terkena disfungsi ereksi. 

Oleh karena itu, hindarilah konsumsi minuman beralkohol dan rokok agar Anda tidak mengalami impotensi di masa depan.

6. Obesitas

Penyebab impotensi berikutnya adalah obesitas. Faktanya, memiliki berat badan di atas normal atau obesitas dapat mengganggu performa Anda di atas ranjang. Pada kondisi obesitas, produksi hormon testosteron akan menurun. 

Padahal, hormon tersebut sangat penting untuk keinginan berhubungan intim dan menyebabkan ereksi.

Selain itu, obesitas juga dikaitkan dengan berbagai penyakit seperti hipertensi yang juga dapat mengganggu aliran darah ke pembuluh darah penis.

7. Faktor Gaya Hidup dan Gangguan Emosional

Untuk mencapai ereksi, Anda harus memulainya dengan melalui apa yang dikenal sebagai fase kegembiraan. Fase ini bisa menjadi respons emosional.

Jika Anda memiliki gangguan emosional, hal itu akan memengaruhi kemampuan Anda untuk “bersemangat” secara seksual.

Oleh sebab itu, depresi dan kecemasan sering dikaitkan dengan peningkatan risiko impotensi. Selain itu, kelelahan dan kecemasan kinerja juga dapat menyebabkan impotensi.

Artikel Lainnya: Ganja untuk Disfungsi Ereksi, Mengobati atau Bikin Makin Parah?

4 dari 5 halaman

8. Perasaan Rendah Diri

Ketika punya perasaan rendah diri, misalnya merasa tidak sesuai ekspektasi dari pasangan, bisa saja Anda akan mengalami impotensi. Hal itu dapat terjadi karena Anda menjadi khawatir berlebihan terhadap performa di ranjang. 

Kekhawatiran berlebih akan menyebabkan kecemasan berkepanjangan. Kecemasan itulah yang akan membuat Anda mengalami disfungsi ereksi.

9. Sering atau Memendam Amarah

Saat marah, darah akan mengalir lebih banyak ke beberapa daerah tubuh, seperti wajah, tapi tidak ke organ-organ yang Anda butuhkan untuk melakukan hubungan seks. Artinya, marah akan membuat Anda semakin sulit mengalami ereksi.

Selain itu, marah yang dipendam atau tidak diekspresikan juga dapat menyebabkan kemampuan seks anda menurun.

Kini, Anda sudah tahu apa penyebab impoten. Untuk menghindari dari berbagai penyebab di atas, lakukan gaya hidup sehat dan menghindari stres.

Bila impotensi berkelanjutan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar