Sukses

Penyebab Impotensi yang Pria Harus Tahu

Impotensi kerap menjadi hal yang menakutkan para pria dewasa. Berikut penyebab impotensi yang harus Anda tahu.

Klikdokter.com, Jakarta Impotensi, atau sering juga disebut sebagai Disfungsi Ereksi (DE), terjadi ketika Anda tidak dapat mencapai ereksi sempurna, mempertahankan ereksi, atau ejakulasi secara konsisten. Masalah ini kerap menjadi momok menakutkan bagi para pria dewasa. Maka dari itu, Anda harus tahu apa saja penyebabnya.

Ada banyak faktor yang dapat berkontribusi pada impotensi, termasuk gangguan emosi dan fisik. Menurut Yayasan Perawatan Urologi di Amerika Serikat, sekitar 30 juta orang Amerika mengalami impotensi.

Sebuah studi pada 2007 yang diterbitkan di American Journal of Medicine mencatat bahwa risiko impotensi meningkat seiring bertambahnya usia, dan akan lebih tinggi lagi pada pria yang juga telah didiagnosis dengan gangguan kardiovaskular.

Impotensi tentu memiliki efek negatif pada kehidupan seks Anda. Sehingga, dapat memicu timbulnya rasa rendah diri yang berujung pada munculnya gejala depresi dan stres.

Ini penyebabnya yang harus Anda tahu

Berikut adalah beberapa penyebab paling umum yang membuat Anda bisa mengalami impotensi:  

  • Penyakit Endokrin 

Sistem endokrin tubuh menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme, fungsi seksual, reproduksi, suasana hati, dan lainnya. Diabetes merupakan contoh penyakit endokrin yang paling sering menyebabkan impotensi.

Salah satu komplikasi yang terkait dengan diabetes kronis adalah kerusakan saraf. Hal ini bertanggung jawab atas berkurangnya sensasi pada penis. 

Selain itu, komplikasi lain yang dapat berkontribusi terhadap terjadinya impotensi adalah gangguan kadar hormon dan gangguan aliran darah menuju penis.

  • Gangguan neurologis dan saraf

Beberapa kondisi terkait neurologis atau sistem saraf juga dapat meningkatkan risiko impotensi. Mengapa demikian?

Sebab, kondisi saraf akan memengaruhi kemampuan otak untuk berkomunikasi dengan sistem reproduksi. Hal ini yang dapat mencegah Anda mencapai ereksi sempurna.  

Gangguan neurologis yang terkait dengan impotensi, meliputi:

- Penyakit Alzheimer

- Penyakit Parkinson 

- Tumor otak atau tumor tulang belakang 

- Multiple Sclerosis (MS) 

- Epilepsi lobus temporal

Jika Anda menjalani operasi prostat, Anda juga dapat mengalami kerusakan saraf yang mengakibatkan impotensi. Pengendara sepeda jarak jauh juga bisa mengalami impotensi sementara akibat tekanan berulang pada bokong dan alat kelamin yang dapat memengaruhi fungsi saraf.

  • Konsumsi obat-obatan tertentu

Konsumsi obat-obatan tertentu dapat memengaruhi aliran darah, yang pada akhirnya dapat menyebabkan impotensi. Akan tetapi, meski telah diketahui dapat menyebabkan impotensi, Anda tetap tidak boleh berhenti minum obat tanpa seizin dokter.

Contoh obat yang diketahui dapat menyebabkan impotensi, antara lain:

- Alpha-adrenergic blockers, termasuk tamsulosin 

- Beta-blocker, seperti carvedilol dan metoprolol 

- Obat kemoterapi kanker, seperti simetidin

- Anti-depresan sistem saraf pusat (CNS), seperti alprazolam, diazepam, dan kodein

- Stimulan SSP, seperti kokain dan amfetamin diuretik seperti furosemide dan spironolactone

- Inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI), seperti fluoxetine dan paroxetine

  • Kondisi terkait jantung

Kondisi yang memengaruhi jantung dan kemampuannya dalam memompa darah dengan baik dapat berperan terhadap timbulnya impotensi. Sebab, tanpa aliran darah ke penis yang cukup, Anda tidak dapat mencapai ereksi.

Aterosklerosis yang disebabkan kolesterol tinggi dan hipertensi, suatu kondisi yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, juga dapat turut menyebabkan impotensi. 

  • Faktor gaya hidup dan gangguan emosional

Untuk mencapai ereksi, Anda harus memulainya dengan melalui apa yang dikenal sebagai fase kegembiraan. 

Fase ini bisa menjadi respons emosional, dan jika Anda memiliki gangguan emosional, itu akan memengaruhi kemampuan Anda untuk bersemangat secara seksual.

Oleh sebab itu, depresi dan kecemasan sering dikaitkan dengan peningkatan risiko impotensi. Selain itu, kelelahan dan kecemasan kinerja juga dapat menyebabkan impotensi.

Jika didiagnosis mengalami impotensi akibat kelelahan dan kecemasan kinerja, Anda mungkin dapat memiliki ereksi penuh saat masturbasi atau saat tidur, tapi justru tidak dapat mempertahankan ereksi saat berhubungan seksual.

Untuk menghindari dari berbagai penyebab impotensi, hal yang harus Anda lakukan adalah menerapkan gaya hidup sehat. Dengan menjaga pola makan yang baik, berolahraga secara rutin, dan menjauhkan diri dari faktor yang mendekatkan dengan kondisi kronis, maka kesehatan fisik dan mental Anda pun akan terjaga.

[MS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar