Sukses

Mengenal Sindrom Skeeter, Reaksi Alergi Gigitan Nyamuk

Tak hanya bentol dan gatal, gigitan nyamuk juga bisa memicu reaksi alergi. Kenali tanda-tanda Anda alergi gigitan nyamuk.

Ketika bicara soal efek gigitan nyamuk, apa yang pertama kali Anda pikirkan? Apakah bentol dan gatal? Tak salah memang. Namun, tahukah Anda bahwa ada sebagian orang yang mengalami efek lebih parah daripada itu? Kondisi ini dikenal dengan sebutan sindrom skeeter alias reaksi alergi gigitan nyamuk.

Sekilas Tentang Alergi Gigitan Nyamuk

Nyamuk mengeluarkan sejumlah protein untuk mencegah penggumpalan darah, sehingga bisa menyedot darah targetnya dengan ‘lancar’. Pada orang-orang yang mengalami sindrom skeeter, paparan protein tersebut bisa menimbulkan reaksi alergi yang parah.

Gejalanya dapat berupa bercak-bercak merah, peradangan, hingga bisul. Tidak hanya itu, ada pula penderita sindrom skeeter yang mengalami gejala sangat parah setelah terkena gigitan nyamuk. Terjadinya gejala tersebut dikenal dengan sebutan reaksi anafilaksis.

Orang yang mengalami reaksi anafilaksis benar-benar tidak bisa terkena alergen, dalam kasus ini gigitan nyamuk.

Menurut American Academy of Allergy, Asthma, & Immunology (AAAAI), nyamuk harus berkontak dengan kulit minimal enam detik untuk memunculkan reaksi sindrom skeeter.

Artikel lainnya: Ini Dia Jenis Nyamuk Sumber Penyakit yang Ada di Indonesia

Apabila ‘persyaratan’ tersebut terpenuhi, penderita sindrom skeeter akan mengalami benjolan lunak yang lama kelamaan bisa berubah warna menjadi merah muda. Beberapa saat kemudian, benjolan berubah warna lagi menjadi sangat merah dan mengeras. Gejala ini bertahan hingga 48 jam setelah digigit nyamuk. 

Setelah beberapa hari, rasa gatal akan memudar, bentol atau benjolan merah tua akan berubah menjadi merah muda dan berangsur kembali ke warna kulit semula. Proses ini memakan waktu kurang lebih 3–4 hari. Sedangkan untuk pembengkakan, kondisi ini butuh waktu kurang lebih satu minggu agar benar-benar mengempis. 

1 dari 3 halaman

Tanda dan Gejala Alergi Gigitan Nyamuk

Semakin besar ukuran nyamuknya, maka reaksi alergi yang ditimbulkan akan semakin parah. Gejala alergi yang dapat muncul, antara lain:

  • Daerah gatal yang lebih luas
  • Bentol yang besar
  • Memar di lokasi gigitan
  • Radang pada sistem getah bening
  • Reaksi anafilaksis, yakni suatu kondisi yang dapat mengancam nyawa. Gejalanya berupa sulit bernapas dan terdapat bunyi mengi

Anda perlu waspada jika menemukan tanda alergi di bawah ini, karena mungkin gejalanya menjadi semakin parah dan membutuhkan pertolongan medis segera:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Ruam seluruh tubuh
  • Kelelahan
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Kelemahan pada otot di satu sisi tubuh
  • Penurunan kesadaran

Artikel lainnya: Kenapa Beberapa Orang Lebih Mudah Digigit Nyamuk?

2 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Mengatasi Sindrom Skeeter?

Cara terbaik untuk mencegah terjadinya sindrom skeeter ini adalah dengan menghindari gigitan nyamuk. Berikut tipsnya:

  1. Pakailah baju lengan panjang, celana panjang, dan syal untuk menutupi permukaan kulit yang mungkin terkena gigitan nyamuk
  2. Gunakan semprotan antinyamuk
  3. Memasang jebakan nyamuk atau lampu perangkap nyamuk
  4. Oleskan repellent antinyamuk pada permukaan kulit
  5. Mengepel lantai di rumah dengan aroma sereh
  6. Tutup genangan air di rumah, seperti pot atau bak mandi yang memungkinkan menjadi sarang nyamuk

Terdapat beberapa perawatan yang dapat Anda lakukan apabila gejala alergi akibat gigitan nyamuk masih tergolong ringan, antara lain:

  • Cucilah kulit yang terkena gigitan dengan es. Hal ini dapat mengurangi peradangan, rasa sakit, gatal, dan kemerahan.
  • Hindari kebiasaan menggaruk yang dapat menyebabkan kulit lecet dan mudah infeksi.
  • Gunakan obat-obatan yang dijual bebas. Jika gatal tidak membaik dengan pengobatan sederhana, Anda mungkin dapat membeli obat-obatan alergi yang dijual bebas untuk mengatasinya dengan lebih cepat.

Obat-obatan yang dapat dibeli, misalnya golongan antihistamin untuk mengurangi gatal. Selain itu, obat yang dioles juga bisa digunakan, seperti bedak kocok.

Sindrom skeeter ini memang jarang terjadi. Namun, jika Anda mengalami sindrom skeeter dan reaksi alerginya cukup serius, Anda membutuhkan pertolongan medis segera.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai sindrom skeeter atau alergi gigitan nyamuk? Tanyakan langsung kepada dokter kami melalui layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[NWS]

0 Komentar

Belum ada komentar