Sukses

Penyakit Berbahaya dengan Gejala Gusi Berdarah

Bukan cuma akibat menyikat gigi terlalu keras, gusi berdarah ternyata juga bisa menjadi gejala dari penyakit berbahaya.

Klikdokter.com, Jakarta Gusi berdarah identik dengan kondisi mulut yang tidak terjaga. Namun, ada kalanya kondisi ini tetap terjadi sekalipun Anda sudah menyikat gigi secara teratur dan memelihara kesehatan rongga mulut dengan saksama. Bila kondisinya seperti ini, berarti ada yang salah dengan kondisi tubuh Anda.

Dikatakan oleh drg. Wiena Manggala Putri dari KlikDokter, gusi berdarah yang terjadi akibat tidak menjaga kebersihan mulut dikenal dengan sebutan gingivitis. Kondisi ini terjadi akibat infeksi, yang berawal dari penumpukan plak pada bagian gigi yang berbatasan dengan gusi.

“Gingivitis yang tidak diobati bisa menyebabkan komplikasi yang disebut dengan periodontitis. Penyakit ini tidak hanya menyebabkan infeksi pada gusi, tapi juga pada tulang rahang dan jaringan penghubung antara gigi dan gusi,” tutur drg. Wiena.

Nah, apabila gusi berdarah terjadi ketika Anda sudah menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan saksama, bisa jadi hal tersebut merupakan gejala dari adanya kondisi berbahaya. Beberapa kondisi yang dimaksud, antara lain:

  • Kurang vitamin

Kurangnya vitamin C dan K bisa menyebabkan gusi mudah berdarah. Kedua jenis vitamin yang banyak terdapat pada buah sitrus dan sayuran hijau itu diperlukan untuk proses pembekuan darah.

Apabila Anda tidak mendapatkan cukup vitamin C dan K, proses pembekuan darah akan terganggu sehingga gusi lebih mudaH berdarah.

  • Hemofilia

Hemofilia adalah penyakit yang ditandai dengan kurangnya faktor pembekuan darah.

Penyakit ini bisa menimbulkan banyak gejala –seperti perdarahan abnormal, mimisan, dan haid yang banyak atau lama. Selain itu, jika penderita hemofilia mengalami perlukaan pada gusi, gusi berdarah yang terjadi akan lebih sulit sembuh.

  • Leukemia

Leukemia merupakan penyakit kanker yang menyebabkan sel darah putih berubah menjadi ganas. Sebanyak 25 persen kejadian leukemia pada anak memiliki gejala awal peradangan gusi dan menyebabkan gusi lebih sering berdarah.

“Sel-sel kanker nantinya akan masuk ke dalam gusi dan menyebabkan peradangan, sehingga gusi jadi lebih mudah berdarah,” ujar drg. Callista Argentina dari KlikDokter.

  • Penyakit Idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP) 

Idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP) merupakan penyakit kelainan autoimun yang memengaruhi jumlah trombosit yang berfungsi untuk membantu pembekuan darah. Karenanya, penderita ITP akan mudah merasa memar atau berdarah secara berlebihan pada gusi, hidung, urine dan usus.

Jika Anda adalah salah satu orang yang didiagnosis dengan ITP, sebaiknya hindari aktivitas fisik yang berisiko menyebabkan cedera atau memar, dan hindari rokok serta minum beralkohol. 

  • Penyakit von willebrand (VWF)

Faktor Von Willebrand (VWF) adalah protein yang membantu platelet berkumpul dan membeku. Jika kadar VWF rendah, platelet tidak akan berfungsi dengan normal sehingga masa perdarahan akan terjadi lebih lama.

“Penyakit ini ditandai dengan mudah memar, perdarahan hidung, gusi dan menstruasi yang berlebihan,” ungkap dr. Callista.

  • Anemia aplastik

Anemia aplastik ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus, penyakit autoimun atau efek samping dari penggunaan obat. Gejala yang muncul biasanya berupa pembesaran dan perdarahan spontan pada gusi, serta luka berisi nanah pada mukosa mulut dan gusi. 

Gusi berdarah, apa pun sebabnya, mesti segera diperiksa ke dokter. Jangan tunda, apalagi menganggapnya sepele. Pasalnya, gusi berdarah yang dibiarkan terjadi tanpa penanganan dapat menyebabkan komplikasi yang bahkan bisa mengancam keselamatan.

(NB/ RH)

1 Komentar