Sukses

6 Tanda Atasan Anda Pelaku Bullying

Atasan Anda sering marah tanpa alasan, menghina, merendahkan, atau terlalu mengontrol? Mungkin itu tanda ia adalah pelaku bullying.

Klikdokter.com, Jakarta Bullying bisa terjadi di mana saja, termasuk di kantor dan dilakukan oleh atasan. Bila atasan Anda sering marah tanpa alasan, mengejek, merendahkan, atau terlalu mengontrol, bisa jadi itu adalah tanda-tanda ia adalah seorang bully (pelaku bullying).

Sekilas tampak sederhana, tetapi perilaku bullying atau perundungan tak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya sudah banyak korban yang berjatuhan, bahkan sampai hilang nyawa akibat depresi.

Sering terjadi di sekolah, tetapi sebetulnya bullying bisa terjadi di mana saja; rumah, lingkaran pergaulan, media sosial, termasuk di lingkungan kantor.

Menurut survey tahun 2017 yang dilakukan di Amerika Serikat mengenai bullying di tempat kerja, kebanyakan pelaku (61 persen) merupakan atasan. Dampaknya bagi korban juga cukup signifikan, yaitu 40 persen melaporkan adanya efek kesehatan yang dirasakan sebagai akibat dari bullying. Sayangnya, hampir sepertiga korban memilih tutup mulut terhadap aksi yang tak pantas tersebut.

Tanda atasan Anda seorang pelaku bullying

Dari data di atas, jangan menutup mata bahwa perilaku bullying juga bisa terjadi di tempat kerja dan dilakukan oleh atasan Anda. Berikut ini adalah beberapa tanda atasan Anda seorang bully.

  1. Melakukan kekerasan verbal

Bila Anda sering dipermalukan atasan, bahkan di depan karyawan lain atau klien, itu adalah tanda ia mem-bully Anda. Umumnya, ia akan menggunakan kata-kata untuk menghina atau mengejek.

Selain itu, sering meneriaki Anda secara rutin juga dapat digolongkan ke dalam kekerasan verbal.

Tanda lainnya, atasan juga sering mengkritik pekerjaan Anda, tetapi tidak dapat memberikan masukan tentang bagaimana Anda bisa menjadikannya lebih baik.

  1. Memandang Anda sebelah mata

Atasan umumnya sering meremehkan ide, opini, atau masukan dari Anda, menyalahkan Anda jika mengalami kendala dalam pekerjaan, atau mungkin mempertanyakan komitmen Anda terhadap pekerjaan kecuali Anda melakukan pengorbanan (misalnya terus-terusan lembur).

Selain itu, atasan mungkin akan mempersulit Anda untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Misalnya dengan menetapkan beban kerja dan tenggat yang tidak logis, sering gonta-ganti pedoman kerja, tidak memberi tahu jika ada informasi terbaru untuk menyelesaikan tugas, dan sebagainya. Itu semua dilakukan agar atasan dapat meremehkan hasil pekerjaan atau menyalahkan Anda.

  1. Membuat Anda dikucilkan

Karena punya kuasa, atasan mungkin akan berusaha mengucilkan Anda di lingkungan kerja. Misalnya dengan tidak menyertakan Anda dalam rapat yang mana pekerjaan Anda terlibat di dalamnya, outing, atau acara kumpul bersama di luar jam kerja.

Pengucilan ini bisa dilakukan terang-terangan, tetapi bisa juga dilakukan diam-diam. Misalnya menjadwalkan pertemuan yang bentrok dengan jadwal Anda, mengambik keputusan penting saat Anda sedang cuti sehingga Anda tak bisa memberikan pendapat, dan lain-lain.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Menghalangi kesuksesan Anda

Pelaku bullying akan mengusahakan segala cara untuk menghalangi Anda untuk meraih kesuksesan, dalam artian mendapatkan promosi, mengikuti pelatihan, pindah ke departemen lain, Anda disalahkan untuk masalah yang sebetulnya tidak Anda lakukan, selalu mengungkit kesalahan yang sudah lewat, dan lain-lain.

Tujuannya agar Anda tetap bekerja di lingkup yang sama dengan pelaku, sehingga perundungan bisa terus berlanjut.

  1. Menyebarkan rumor

Atasan yang merupakan seorang bully juga sangat mungkin membicarakan hal-hal buruk tentang Anda, bahkan menyebarkan rumor yang tidak benar, sehingga Anda terlihat buruk di mata orang lain.

Tujuannya adalah untuk meyakinkan orang lain bahwa memang Anda tak mampu bekerja dengan baik, memiliki karakter yang buruk, punya perilaku tercela, dan lain-lain yang membuat Anda dianggap pantas untuk menerima perlakuan bullying.

  1. Mengganggu privasi Anda

Atasan juga mungkin akan berusaha untuk mengganggu kehidupan pribadi atau privasi Anda, misalnya dengan mendengarkan percakapan dan membaca pesan pribadi atau memeriksa meja kerja saat Anda sedang tidak di tempat.

Tujuannya adalah untuk mencari “senjata” yang bisa ia manfaatkan untuk terus mem-bully Anda.

Apa yang harus dilakukan?

Banyak karyawan korban bullying tidak dalam melawan, dalam arti tetap bertahan karena takut kehilangan pekerjaan mereka atau menciptakan suasana yang penuh tekanan. Meski demikian, membiarkan atasan yang sering mem-bully karyawannya juga tidak disarankan.

Tak hanya bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisik, perilaku bullying juga akan terus terjadi jika Anda tidak membicarakannya. Jika Anda merasa khawatir tentang perkataan atau tindakan bila ada di dekat atasan, atau merasa cemas, sedih, atau ketakutan berada di sekitar atasa Anda, mungkin itulah waktu yang tepat untuk membela diri atau mengonfrontasinya perilaku bullying.

Jika atasan sering memarahi Anda, apakah tandanya Anda sedang di-bully? Tidak juga. Bisa jadi sifatnya memang keras. Namun jika disertai tanda-tanda yang disebutkan di atas, Anda perlu waspada. Bila Anda sudah sampai merasa cemas, khawatir, ketakutan, bahkan merasa tak aman saat berada di dekat atasan Anda, baiknya ceritakan kepada orang-orang yang percaya atau bagian personalia untuk membantu masalah tersebut.

(RN)

0 Komentar

Belum ada komentar