Sukses

Bolehkah Anak-anak Minum Jamu?

Jamu adalah salah satu minuman tradisional Indonesia. Amankah bila jamu dikonsumsi anak-anak?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar masyarakat Indonesia tentu sudah akrab dengan istilah jamu. Minuman tradisional ini terbuat dari bahan herbal dan rempah yang dikenal bermanfaat bagi kesehatan. Amankah bila jamu dikonsumsi anak-anak –mengingat pencernaan anak yang belum sempurna?

Anak minum jamu, boleh tidak?

Pada dasarnya, anak boleh-boleh saja mengonsumsi jamu. Minuman tradisional ini biasanya tidak menggunakan bahan-bahan kimia tambahan, perasa buatan, bahan pengawet, atau zat aditif lainnya.

Itulah sebabnya, jamu relatif aman untuk dikonsumsi siapa pun –termasuk anak. Akan tetapi, sebelum memberikan jamu kepada anak, perhatikan dulu umur anak Anda.

Sebaiknya Anda tidak memberikan jamu pada bayi di bawah usia 6 bulan. Ingat, minuman utama bayi di bawah usia 6 bulan adalah ASI eksklusif.

Selain itu, meski diperoleh dari bahan-bahan alami dan segar—seperti daun, akar, batang, dan bunga—Anda harus tetap memperhatikan dosis jamu yang akan diberikan pada anak. Jika dikonsumsi tidak sesuai aturan pakai, bisa jadi akan timbul efek samping pada anak.

Untuk mengetahui dosis pemberian jamu, Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut pada dokter anak. Selain itu, dosis pemberian jamu sesuai usia anak biasanya juga terdapat dalam kemasan jamu yang Anda beli.

Jika Anda ingin memberikan jamu dalam kemasan pada anak, beberapa langkah berikut dapat Anda perhatikan:

  • Pastikan jamu siap saji tersebut sudah terdaftar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
  • Simpan jamu dalam suhu ruangan dan tidak terpapar langsung sinar matahari.
  • Perhatikan komposisi yang ada di dalam jamu tersebut, lihat keterangannya apakah aman untuk dikonsumsi anak dan sesuai usianya.
  • Perhatikan dosis dan aturan pakai jamu yang tertera di kemasan.
  • Jangan mencampur jamu dan obat-obatan medis. Sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter anak Anda apabila saat ini sedang mengonsumsi obat tertentu untuk atasi penyakitnya.
  • Apabila sakit yang diderita tidak kunjung membaik, jangan hanya mengandalkan pengobatan jamu saja. Segera periksakan anak Anda ke dokter secara langsung.

Bila jamu dikonsumsi sesuai dengan kondisi anak, minum ini akan memberikan banyak manfaat, seperti:

  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Meningkatkan nafsu makan
  • Meringankan diare
  • Meringankan gejala influenza
  • Mengurangi rasa nyeri

Jamu yang cocok untuk anak

Banyak sekali bahan alami yang dapat digunakan untuk membuat racikan jamu, tapi tidak semuanya cocok untuk anak-anak. Hanya ada beberapa jenis bahan alami jamu yang memberikan khasiat bagi anak-anak.

Berikut beberapa contoh bahan alami itu:

  • Temulawak

Temulawak memiliki manfaat dalam meningkatkan nafsu makan anak. Anda dapat memberikan campuran temulawak dengan air hangat dan madu.

  • Jahe

Jahe dipercaya dapat membantu mengatasi masalah pencernaan pada anak. Saat anak sedang mengalami masalah dengan pencernaan, campurkan jahe ke dalam teh atau air hangat dicampur madu.

  • Kencur

Kencur dapat digunakan jika anak Anda sedang mengalami batuk berdahak. Rasa kencur yang hangat dapat membuat nyaman tenggorokan anak. Agar tidak terlalu pahit, Anda bisa mencampurkan sedikit gula atau madu.

  • Kunyit

Kunyit dapat digunakan jika anak Anda menderita diare. Anda dapat mencampurkan kunyit dengan daun jambu yang sudah dihaluskan dan disaring.

  • Beras kencur

Beras kencur sering kali digunakan untuk meningkatkan nafsu makan anak dan mengatasi batuk. Saat Anda menjumpai situasi ini, beras kencur bisa menjadi obat yang manjur.

Anak minum jamu pada dasarnya tidak dilarang. Asalkan, Anda tetap memperhatikan dosis, usia, dan kondisi anak. Apabila sakit si Kecil tidak kunjung sembuh saat ditangani oleh jamu saja, segera konsultasi lanjut ke dokter agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh.

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar