Sukses

Perlukah Pria Mengeluarkan Sperma Secara Rutin?

Ada pendapat yang bilang bahwa pria harus mengeluarkan sperma dengan rutin agar kesehatan reproduksi terjaga dengan baik.

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu ‘modal’ pria untuk meraih masa depan bahagia adalah sperma. Cairan yang bertugas membuahi sel telur ini mesti dijaga kesehatannya agar mampu berfungsi dengan baik. Ada yang bilang, kesehatan sperma dapat dijaga dengan mengeluarkannya secara rutin.

Hal tersebut lantas ditanggapi oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KliKDokter. Menurutnya, sperma membutuhkan waktu 3–5 hari untuk matang atau dianggap siap membuahi sel telur.

“Jika pria tersebut memang memiliki pasangan, melakukan hubungan seksual secara teratur memang dianjurkan agar pengeluaran sperma yang matang bisa dilakukan. Akan tetapi, sebenarnya tubuh juga sudah memiliki mekanismenya sendiri untuk mengeluarkan kelebihan protein di dalam sperma yang matang,” jelas dr. Sepriani. 

Misalnya saja, mimpi basah. Pria tentu sangat akrab dengan proses tersebut. Tanpa request mimpi di malam hari, keesokan paginya dia justru mendapati bahwa celananya basah akibat sperma yang keluar.

Nah, di waktu itulah tubuh melakukan proses pembuangan protein berlebih. Dengan demikian, pengeluaran sperma tak mesti dilakukan dengan berhubungan seksual, apalagi masturbasi. 

Bisa merugikan kesehatan

Melakukan hubungan seksual lebih baik ketimbang masturbasi. Sebab, proses pengeluaran sperma tidak terjadi melalui sebuah rangsangan yang terpaksa.

“Karena ada anggapan bahwa sperma mesti dikeluarkan secara teratur, sebagian orang cenderung memaksakan untuk masturbasi berlebihan. Padahal, itu justru berisiko bagi kesehatan,” lanjut dr. Sepri. 

Terlalu sering melakukan masturbasi malah dapat memicu disfungsi seksual dan ejakulasi dini. Jadi, bagi yang hobi masturbasi, Anda berisiko lebih cepat loyo saat melakukan hubungan seksual yang sebenarnya.

Alasan dari hal tersebut sangat beragam. Pertama, tenaga Anda sudah habis dipakai untuk melakukan masturbasi. 

Kedua, Anda terlalu terbiasa dengan fantasi seksual sendiri, sehingga sulit terangsang saat dihadapkan dengan kondisi yang sesungguhnya. Ketiga, masturbasi berisiko menyebabkan ejakulasi dini. Akibatnya, baru sebentar, sperma sudah keluar dan tak bisa memuaskan pasangan. 

Tidak berhenti di situ, masturbasi berlebihan juga bisa menurunkan kualitas sperma. Pada akhirnya, jumlah sperma akan terlalu sedikit, atau tampak banyak namun tidak berisi apa-apa sehingga tidak mampu membuahi sel telur. Otomatis, hal-hal tersebut membuat Anda dan pasangan sulit mendapatkan keturunan. 

Cara menjaga kualitas sperma

Ketimbang memikirkan berapa kali sperma mesti dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu, lebih baik pikirkan bagaimana cara agar kualitas sperma Anda tetap terjaga. Sehingga, ketika waktunya tiba, sperma Anda bisa berhasil membuahi sel telur.

Adapun cara yang bisa Anda terapkan guna meningkatkan kualitas sperma, yaitu:

  • Jaga berat badan agar tetap berada di rentang ideal.
  • Terapkan pola makan sehat. Tak cuma daging merah atau taoge, pria juga butuh sumber antioksidan lain dari buah dan sayur-sayuran, serta nutrien seperti karnitin, arginin, zat besi, selenium, dan vitamin B12. 
  • Kelola stres dengan baik.
  • Olahraga secara rutin dan teratur, minimal 5 kali seminggu dengan durasi 30 menit per hari. 

Bagi Anda yang belum punya pasangan, jangan paksakan sperma keluar sebelum waktunya, apalagi sampai melakukan masturbasi terlalu sering. Biarkan tubuh melakukan mekanismenya sendiri, agar kualitas sperma tetap terjaga dan Anda tidak mengalami disfungsi seksual maupun masalah reproduksi lainnya.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar