Sukses

Pertolongan Pertama Saat Kepala Bayi Terbentur

Panik saat kepala bayi terbentur tidak akan membantu apa-apa. Akan lebih efektif jika Anda melakukan langkah-langkah pertolongan pertama ini.

Klikdokter.com, Jakarta Pertolongan pertama saat kepala bayi terbentur perlu diketahui oleh semua orang tua. Pasalnya, meski sudah berhati-hati dalam menjaga bayi, kadang insiden yang tak diinginkan tetap bisa terjadi. Kepala bayi yang terbentur, apalagi benturannya cukup keras, harus ditangani dengan tepat. Jika tidak, dampaknya bisa fatal. 

Risiko saat kepala bayi terbentur

Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, struktur tengkorak kepala bayi masih belum sekeras milik orang dewasa. Ada kemungkinan otak bayi terpengaruh oleh benturan tersebut.  

Kepala bayi biasanya juga lebih besar sedikit dari tubuhnya. Ini membuat si Kecil lebih mudah kehilangan keseimbangan. Di sisi lain, kekuatan dan kemampuan fisik bayi terus berubah. Alhasil, hal itu memengaruhi stabilitas dan koordinasi tubuh bayi.

Kemampuan jalan si Kecil yang masih goyah bisa membuat mereka dalam bahaya, terlebih jika berjalan di atas permukaan yang tidak rata. Ditambah lagi dengan kecenderungan bayi yang ingin tahu hal-hal di sekitarnya, membuat mereka berani untuk memanjat atau melompat. Risiko bayi untuk terjatuh dan terbentur pun cukup tinggi. 

Adapun jenis cedera kepala yang patut diperhatikan adalah cedera kepala ringan, sedang, dan berat. Berikut detail dari masing-masing jenis cedera tersebut. 

  • Cedera kepala ringan

Cedera kepala ringan tidak melibatkan fraktur tengkorak atau cedera otak. Dalam kasus ini, biasanya akan muncul pembengkakan, benjolan, atau memar pada kulit, tetapi tanpa disertai gejala lebih lanjut.

Ketika si Kecil memiliki benjolan di kepala akibat terbentur, ia akan mengalami sakit kepala dan rasa tidak nyaman. Karena bayi tak bisa mengutarakan keluhan tersebut, orang tua harus jeli dengan tanda-tandanya. Biasanya ini bisa terlihat lewat intensitas rewel yang meningkat dan bayi sulit tidur.

  • Cedera kepala sedang sampai berat

Jika benturannya keras, bukan tak mungkin bayi mengalami cedera sedang hingga berat, berupa memarnya fraktur otak atau gegar otak. Gegar otak dapat memengaruhi banyak bagian di otak, sehingga fungsinya pun akan terganggu.

1 dari 2 halaman

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan orang tua 

Dalam kebanyakan kasus, orang tua dianjurkan untuk memantau kondisi anak terlebih dahulu. Pemantauan tersebut dilakukan selama 48 jam. Sembari memantau, lakukanlah pertolongan ini setelah kepala bayi terbentur:

  • Jika ada luka, bersihkan luka tersebut dengan air dan sabun. Lalu, balut luka lecet agar tidak menerima gesekan baru atau terkontaminasi bakteri. 
  • Jika tidak ada luka, melainkan benjolan, aplikasikan kompres dingin di bagian tersebut. 
  • Lalu, pantau perubahan pupil mata bayi.
  • Pantau juga kondisi mereka saat tidur. Jika tidak rewel, maka kemungkinan besar benturan tidak terlalu memengaruhi. Sebaliknya, jika bayi rewel dan sulit tidur, maka ada yang tidak beres di kepalanya.

Rewel dan susah tidur menjadi pertanda bahwa Anda harus membawa si Kecil ke dokter. Untuk mengevaluasi cedera kepala, dokter anak atau dokter unit gawat darurat kemungkinan akan bertanya terkait apa yang dilakukan bayi sebelum cedera dan gejala apa yang dialami bayi setelah cedera.

Dokter mungkin juga melakukan serangkaian pemeriksaan neurologis, misalnya melihat mata dan respons bayi terhadap suara atau sentuhan, serta pemeriksaan fisik secara umum. Jika dalam pemeriksaan ditemukan cedera otak serius, dokter biasanya akan menyarankan CT scan

Kendati demikian, kondisi cedera kepala yang serius atau berat jarang terjadi. Sehingga, tindakan yang umumnya diperlukan hanya sampai melakukan kompres dingin agar benjolan dan rasa sakit mereda. Anda juga bisa mengoleskan gel heparin di bagian yang mengalami cedera.

Itulah langkah-langkah pertolongan pertama saat kepala bayi terbentur. Sebelum melakukan tindakan apa pun untuk menolongnya, singkirkan rasa panik terlebih dulu agar bisa fokus saat penanganan. Selanjutnya, jauhkan atau perbaiki benda-benda yang berpotensi membahayakan si Kecil, sehingga insiden kepala terbentur tidak terulang.

[HNS/RN] 

0 Komentar

Belum ada komentar