Sukses

Efektivitas Terapi Gurah untuk Atasi Sinusitis

Osteoporosis identik dengan penyakit orang tua, bikin tulang keropos dan rentan patah. Bisa berbahaya, tapi penyakit ini bisa dicegah sejak muda.

Terapi gurah adalah satu dari sekian banyak jenis pengobatan alternatif yang ada di Indonesia. Terapi ini disebut-sebut dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah sinusitis. Namun dari sisi medis, bagaimana efektivitasnya?

Indonesia terkenal memiliki berbagai jenis pengobatan alternatif yang menggunakan berbagai bahan alami atau metode tradisional tertentu. Sebut saja urut patah tulang, pengobatan herbal, bekam, refleksi, ceragem, gurah, hingga penyembuhan secara spiritual seperti rukiyah.

Semua metode pengobatan nonmedis di atas banyak sekali peminatnya. Mungkin karena masih banyak orang yang cenderung takut dengan dokter atau cara-cara medis. Padahal, banyak jenis pengobatan alternatif yang efektivitasnya belum bisa dipastikan.

Artikel Lainnya: Membuang Ingus Terlalu Keras Menyebabkan Sinusitis

1 dari 3 halaman

Seperti Apa Terapi Gurah?

Bagi Anda yang belum tahu apa itu gurah, terapi ini merupakan tindakan dengan menyemprotkan cairan herbal ke dalam suatu lubang hidung seseorang untuk mengeluarkan lendir dari hidung dan mulut.

Itulah mengapa metode ini populer untuk membantu mengatasi sinusitis. Terapi alternatif gurah mulai terkenal di Indonesia pada tahun 1990, tepatnya di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah.

Tindakan mencuci hidung ini menggunakan cairan yang dicampur dengan bahan herbal, yaitu akar, daun, atau batang pohon srigunggu (Clerodendrum serratum). Zat alami yang terkandung pada tanaman tersebut dipercaya dapat melebarkan pembuluh darah, sehingga menghasilkan banyak lendir, yang kemudian dapat dibilas lalu dikeluarkan dari hidung.

Oleh sebab itu, setelah melakukan terapi gurah, biasanya hidung atau mulut Anda akan mengeluarkan lendir yang sangat banyak. Hal ini bertujuan untuk membersihkan kotoran di daerah hidung, sinus, dan tenggorokan.

Artikel Lainnya: Hidung Berair, Akibat Sinusitis atau Alergi?

2 dari 3 halaman

Mengapa Sinusitis bisa Terjadi?

Sinus adalah suatu rongga di dalam tulang wajah (terletak pada pipi, belakang hidung, dan dahi) yang berfungsi menghasilkan lendir untuk menyaring kotoran dan bakteri yang masuk ke hidung. Selain itu, sinus juga berfungsi mengatur kelembapan udara yang masuk dari hidung menuju ke paru. 

Sinusitis adalah terjadinya proses radang pada sinus akibat adanya penumpukan lendir yang berlebih, sehingga menyebabkan infeksi. Sinusitis bisa disebabkan beberapa faktor, seperti adanya kelainan anatomi hidung dan fungsi silia (rambut halus pada permukaan dalam hidung) yang kurang berfungsi baik dalam membersihkan kotoran dan lendir. 

Efektivitas Terapi Gurah untuk Mengatasi Sinusitis

Menurut penelitian yang dilansir Wisconsin Medical Society, terapi gurah menggunakan cairan herbal yang bersifat kental dan hipertonik cenderung efektif untuk mengurangi gejala sinusitis kronis, pilek dan bersin berulang (rinitis alergi), serta asma. 

Akan tetapi, penelitian tersebut juga mengatakan bahwa terapi gurah masih membutuhkan penelitian lebih lanjut jika ingin digunakan sebagai terapi penunjang secara luas.

Artikel Lainnya: Gejala Sinusitis pada Anak yang Harus Diketahui

Selain itu, pengobatan sinusitis juga sangat tergantung dari faktor penyebabnya. Kemudian, efek samping yang dapat muncul akibat terapi gurah juga menjadi pertimbangan atas belum disarankannya terapi ini dalam mengatasi sinusitis. 

Dengan teknik yang salah, terapi gurah dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya akibat tekanan cairan yang disemprotkan ke dalam hidung. Beberapa efek samping tersebut, antara lain menurunnya kemampuan mencium aroma, rongga hidung menjadi kering, gangguan tuba eustachius, infeksi telinga, mata bengkak, hingga pecahnya pembuluh darah mata.

Di dalam dunia medis, sebenarnya ada juga terapi cuci hidung yang disebut irigasi nasal. Berbeda dengan terapi gurah yang menggunakan cairan hipertonik dari herbal, irigasi nasal menggunakan cairan garam yang bersifat isotonik, yaitu sama dengan cairan tubuh. 

Irigasi nasal juga cukup efektif mengurangi gejala-gejala penyakit sinus dan rinitis. Efek samping terapi ini pun cukup minimal.

Jadi, meski terapi gurah dikenal cukup luas dan diyakini bisa mengatasi sinusitis, tetapi terapi ini efektivitasnya belum benar-benar terbukti. Bahkan jika gurah dilakukan sembarangan, potensi efek samping cukup mengerikan. Jika Anda ingin mencoba terapi tersebut, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter spesialis THT-KL.

[MS/RN]

0 Komentar

Belum ada komentar