Sukses

Anak Kos Rentan Kena Tifus, Baca Ini untuk Mencegahnya

Anak kos yang jauh dari pengawasan orang tua biasanya abai pada kebersihan makanan. Akibatnya, mereka rentan sakit tifus.

Klikdokter.com, Jakarta Sakit tifus tentu tidak terdengar asing di telinga Anda. Penyakit yang juga dikenal dengan nama demam tifoid ini erat hubungannya dengan faktor kebersihan lingkungan. Konon, anak kos disebut-sebut rentan terhadap sakit tifus. Bagaimana bisa?

Menjalani hidup terpisah dari keluarga membuat anak kos mau-tak-mau harus menyiapkan kebutuhannya sendiri, termasuk soal makanan. Dalam hal ini, sebagian besar anak kos memilih untuk membeli makanan di luar, dengan berbagai alasan –seperti masalah kepraktisan.

Padahal, makanan yang dibeli di luar belum tentu terjamin kebersihannya. Bicara tentang kebersihan, sempat disinggung sebelumnya kalau sakit tifus erat kaitannya dengan masalah kebersihan. Maka tak heran kalau anak kos rentan akan penyakit ini.

Sekilas tentang sakit tifus

Penyakit tifus merupakan kondisi yang terjadi akibat adanya infeksi bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini dapat bertahan di dalam air selama berminggu-minggu. Itu sebabnya, tinggal di dekat aliran sungai atau selokan yang terkontaminasi bakteri ini dapat meningkatkan risiko penularan.

Banyaknya bakteri pada air sungai dan lingkungan sekitar juga perlu menjadi perhatian serius. Jika tinggal di pinggiran kali, terlebih menggunakan air kali untuk keperluan sehari-hari, maka Anda dapat memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita berbagai penyakit seperti diare, sakit kulit, dan demam tifoid.

Seorang yang terkena penyakit tifus akan mengeluh adanya demam, nyeri perut, mual, diare, atau konstipasi. Keluhan lain yang menyertai demam dapat berupa rasa lemah, nyeri kepala, nyeri persendian, dan nyeri pada otot-otot tubuh. 

Bila tidak ditangani dengan tepat, demam tifoid dapat menimbulkan komplikasi –baik pada saluran pencernaan, hati, jantung, atau sistem persarafan.

Pencegahan demam tifoid

Walaupun seorang anak kos, bukan berarti Anda tidak bisa terhindar dari sakit tifus. Beberapa hal ini dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terkena demam tifoid:

  • Biasakan mencuci tangan

Anda tidak rutin mencuci tangan? Sebaiknya ubah kebiasaan Anda. Mencuci tangan yang dilakukan dengan benar dapat melindungi Anda dari serangan berbagai penyakit, termasuk demam tifoid. 

Kuman penyebab demam tifoid biasanya masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Oleh karena itu, selalu cuci tangan sebelum dan sesudah makan untuk menghilangkan berbagai jenis kuman yang ada di tangan.

  • Perhatikan jajanan yang Anda makan

Sebagai anak kos, tentunya makanan praktis kerap menjadi pilihan. Boleh-boleh saja, asalkan Anda memilih tempat makan yang bersih. 

Anda mungkin memang dapat mengenyangkan perut saat makan di tempat yang tak bersih. Tapi jangan lupa, ada penyakit yang mengintai Anda. Risiko demam tifoid ada di balik makanan yang terkontaminasi kuman Salmonella.

  • Hindari menggunakan air dari sumber tidak bersih 

Kuman Salmonella dapat bertahan di air yang tidak bersih. Karena itu, hindari menggunakan sumber air yang tidak bersih untuk kebutuhan sehari-hari Anda. Selain itu, perhatikan air yang Anda gunakan untuk minum. 

Jika menggunakan air sumur sebagai air minum, pastikan supaya air tanah tersebut tidak terkontaminasi. Jika Anda tidak yakin dengan hal tersebut, akan lebih aman untuk menggunakan air minum kemasan.

  • Jaga kebersihan sekitar Anda

Pastikan agar lingkungan tempat Anda tinggal bersih. Artinya, tidak ada sampah berserakan dan air yang tergenang. Lingkungan yang kotor akan menjadi sarang penyakit, karena dapat menjadi tempat berkumpulnya lalat dan berbagai kuman penyebab penyakit.

Meskipun menjadi anak kos, tak berarti Anda harus pasrah akan serangan sakit tifus. Lakukanlah berbagai langkah pencegahan di atas untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Selain itu, jaga daya tahan tubuh Anda dengan konsumsi variasi makanan sehat agar tidak mudah sakit ketika virus dan bakteri datang. 

[HNS/ RH]

1 Komentar