Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Benarkah Kebiasaan Onani Berbahaya Bagi Kesuburan?

Sebenarnya, onani adalah aktivitas yang lazim dilakukan. Tapi, apakah aktivitas ini bisa berbahaya bagi kesuburan?

Klikdokter.com, Jakarta Onani atau masturbasi kerap dilakukan sebagai bentuk perangsangan seksual yang disengaja untuk mendapatkan kepuasan. Meski bisa berdampak negatif secara psikis, kebiasaan ini sebenarnya cukup lazim dilakukan –baik pada laki-laki maupun perempuan. Tapi, benarkah onani bisa berbahaya pada kesuburan?

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, laki-laki memang cenderung lebih sering melakukan onani dibandingkan perempuan. Aktivitas ini biasanya dilakukan untuk memenuhi hasrat seksual. Bisa dilakukan sendiri atau dengan bantuan orang lain.

"Bentuk aktivitas yang dilakukan saat onani bisa bervariasi pada setiap individu. Bisa dengan menyentuh, memijat, mengelus, hingga menggesek alat kelamin, baik dengan alat bantu maupun tidak," ungkap dr. Andika Widyatama dari KlikDokter.

Dari sisi psikis, dampak negatif yang ditimbulkan onani adalah banyak orang yang sulit lepas dari aktivitas ini. Saat sudah mengikat, maka mereka akan kecanduan melakukannya.

Benarkah berbahaya bagi kesuburan?

Akan tetapi, sebagian orang juga ada yang percaya bahwa onani bisa membahayakan kesuburan. Pada akhirnya, anggapan ini pun membuat mereka berusaha berhenti sekuat tenaga dari aktivitas tersebut. Tapi, apakah anggapan tersebut memang benar?

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menyatakan jika kebiasaan onani dapat memengaruhi kesuburan seseorang.

Di sisi lain, kebiasaan onani justru disebut dapat meningkatkan risiko infeksi pada kemaluan dan saluran kencing. Apalagi jika Anda onani dengan menggunakan alat tambahan yang tidak terjamin kebersihannya –ini juga termasuk tangan Anda sendiri.

"Efek onani lebih condong ke masalah psikis, di mana timbul pikiran untuk melakukannya terus-menerus. Selain itu, kebiasaan onani juga dapat menyebabkan luka dan peningkatan risiko infeksi pada kemaluan dan saluran kencing akibat penggunaan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya," ujar dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons, dari KlikDokter.

Dampak buruk lainnya

Seperti sudah dijelaskan di atas, belum ada penelitian yang menyebut onani dapat memengaruhi kesuburan seseorang. Namun, masih ada dampak buruk lain yang bisa ditimbulkan akibat kebiasaan ini, yaitu:

  • Penurunan sensitivitas seksual

Ternyata, terlalu sering melakukan onani dapat menurunkan sensitivitas dalam berhubungan seksual, terutama pada individu yang sudah memiliki pasangan.

"Semakin sering seseorang melakukan onani, maka akan semakin tinggi pula standar yang diperlukan untuk mencapai kepuasan seksual. Kondisi ini, tentu saja dapat berbahaya dan berpotensi mengganggu keharmonisan seseorang dengan pasangannya," ungkap dr. Andika.

  • Kanker prostat

Dalam beberapa penelitian, terlalu sering onani disebut dapat meningkatkan risiko kanker prostat pada laki-laki. Akan tetapi, ada juga penelitian lain yang justru menyatakan hal bertolak belakang.

Oleh sebab itu, hubungan antara frekuensi onani pada laki-laki dengan risiko kanker prostat masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

  • Dampak psikis lainnya

Kebiasaan melakukan onani dapat membuat seseorang merasa bersalah setelah melakukannya. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kondisi di lingkungannya, seperti norma atau aturan yang berhubungan dengan aktivitas onani.

"Perasaan bersalah berpotensi membuat seseorang mengalami stres dan penurunan produktivitas. Pada akhirnya, stres tersebut juga berpotensi menyebabkan penurunan kualitas dalam berhubungan seksual dengan pasangan," ungkap dr. Andika.

Artikel Terkait : Dampak Onani

Sejauh ini, belum ada yang bisa membuktikan bahwa onani bisa membuat seseorang terganggu kesuburannya. Akan tetapi, sebaiknya aktivitas ini memang tidak dilakukan secara berlebih, yang pada akhirnya justru bisa membuat Anda kecanduan dan meningkatkan risiko infeksi pada kemaluan dan saluran kencing.

[MS/ RH]

1 Komentar